SUMBAWAPOST.com | Lombok Barat- Pemerintah Kabupaten Lombok Barat meluruskan informasi yang menyebut jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di daerah itu mencapai 7.689 orang. Pemkab menegaskan, angka tersebut merupakan data tahun 2024, sebelum Bupati H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan Wakil Bupati Hj. Nurul Adha (UNA) dilantik.
Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat, H. L. Najamudin, kepada Tim Diskominfotik Lombok Barat saat kunjungan kerja di SMP Negeri 1 Kuripan, Rabu (15/7/2026).
Najamudin menjelaskan, berdasarkan data terbaru Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Lombok Barat terus menunjukkan tren penurunan. Dari 7.689 anak pada 2024, jumlah tersebut berhasil ditekan menjadi 6.665 anak per 14 Juli 2026. “Perlu kami luruskan bahwa angka 7.689 anak tidak sekolah yang beredar merupakan data tahun 2024. Jika melihat perkembangan terbaru per 14 Juli 2026, jumlah tersebut telah diturunkan menjadi 6.665 anak. Artinya terjadi penurunan sebanyak 1.024 anak atau 13,32 persen dibandingkan tahun 2024,” jelasnya.
Ia mengatakan, penurunan sebanyak 1.024 anak atau 13,32 persen tersebut merupakan hasil berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bersama seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk mengembalikan anak-anak yang putus sekolah ke bangku pendidikan.
Menurut Najamudin, komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka ATS tidak hanya dilakukan melalui pendataan dan evaluasi, tetapi juga diwujudkan dengan langkah nyata di lapangan.
Salah satu contohnya, seorang anak yang sebelumnya tercatat sebagai Anak Tidak Sekolah (ATS) kini telah diterima kembali untuk melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Kuripan dan akan mengikuti proses belajar sebagai siswa kelas IX.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bersama satuan pendidikan untuk memastikan setiap anak kembali memperoleh haknya atas pendidikan sekaligus mempercepat penurunan angka Anak Tidak Sekolah di daerah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, orang tua, dan masyarakat terus diperkuat agar semakin banyak anak dapat kembali mengenyam pendidikan formal, sehingga kualitas sumber daya manusia di Lombok Barat terus meningkat.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










