add_action('wp_footer', function () { echo ''; }, 99); add_action('wp_footer', function () { echo ''; }, 99); Bunda Sinta Tinjau Sekolah Rakyat NTB, Jadi Harapan Baru Anak Keluarga Miskin Keluar dari Lingkaran Kemiskinan - SUMBAWAPOST.com

Bunda Sinta Tinjau Sekolah Rakyat NTB, Jadi Harapan Baru Anak Keluarga Miskin Keluar dari Lingkaran Kemiskinan

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua TP PKK NTB Sinta M. Iqbal saat meninjau kegiatan belajar mengajar dan berdialog dengan guru serta siswa di Sekolah Rakyat Dasar 4 Lombok Barat.

Ketua TP PKK NTB Sinta M. Iqbal saat meninjau kegiatan belajar mengajar dan berdialog dengan guru serta siswa di Sekolah Rakyat Dasar 4 Lombok Barat.

SUMBAWAPOST.com |™ Lombok Barat- Pendidikan masih menjadi instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang layak, terutama mereka yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, terus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Komitmen tersebut terlihat dalam kunjungan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, ke Sekolah Rakyat Dasar 4 Lombok Barat, Selasa (30/6/2026).

Kunjungan dilakukan usai menghadiri kegiatan Gerakan Bersama Pencegahan dan Penurunan Stunting di Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari. Dalam kesempatan itu, Bunda Sinta didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi NTB, Windi Marlini Abul Chair, serta Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi NTB, Ahmad Mashuri.

Di sekolah tersebut, Bunda Sinta meninjau fasilitas pembelajaran sekaligus berdialog dengan kepala sekolah dan para guru mengenai pelaksanaan Program Sekolah Rakyat. Pembahasan meliputi karakteristik peserta didik, metode pendampingan, hingga berbagai tantangan dalam mendidik anak-anak yang berasal dari latar belakang sosial dan ekonomi yang beragam.

Kunjungan itu juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung bagaimana Program Sekolah Rakyat membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya sulit menjangkau layanan pendidikan formal.

Baca Juga :  Kronologi Pencurian dan Penangkapan Pria Asal Lombok Barat yang Hendak Jual Motor Hasil Curian

Kepala Sekolah Rakyat Dasar 4 Lombok Barat, Lilik Fadillah, menjelaskan bahwa sekolah tersebut saat ini membina 88 siswa dari total kuota 100 peserta didik.
Mayoritas siswa berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, termasuk anak-anak yang sebelumnya tidak pernah mengenyam pendidikan formal maupun mereka yang putus sekolah akibat berbagai persoalan sosial dan ekonomi.

Dalam dialog bersama para guru, Bunda Sinta aktif menggali informasi mengenai perkembangan belajar siswa, layanan bagi anak berkebutuhan khusus, pembinaan karakter, pembiasaan hidup bersih, hingga pendekatan yang diterapkan untuk mendampingi anak-anak dengan kondisi sosial maupun psikologis yang berbeda.

Guru Sekolah Rakyat, Ika Lestari, menjelaskan bahwa pendidikan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. “Pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Sekolah juga berupaya membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta kemampuan bersosialisasi peserta didik,” jelasnya.

Menurutnya, pendampingan dilakukan secara intensif karena sebagian peserta didik menghadapi persoalan kemiskinan, pola pengasuhan yang kurang optimal, hingga trauma akibat pengalaman hidup yang berat.

Baca Juga :  UIN Mataram Dorong NTB Wujudkan Kebijakan Inklusif Berbasis Nilai Agama dan Kemanusiaan

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi NTB, Ahmad Mashuri, menjelaskan bahwa penerimaan siswa dilakukan melalui mekanisme seleksi dan asesmen oleh Kementerian Sosial.
Sekolah menerima peserta didik yang telah ditetapkan berdasarkan hasil asesmen dengan sasaran utama anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2 atau kategori miskin ekstrem.

Ia menambahkan, pada tahun ajaran baru Sekolah Rakyat Dasar 4 Lombok Barat membuka sekitar 60 peserta didik baru dan saat ini proses rekrutmen masih berlangsung.

Penyelenggaraan sekolah masih bersifat rintisan dengan memanfaatkan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gunungsari sebagai lokasi pembelajaran sementara. Ke depan, pemerintah daerah tengah mengupayakan pembangunan gedung permanen di kawasan Kuripan agar kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan fasilitas yang lebih representatif.

Melalui Program Sekolah Rakyat, pemerintah berharap semakin banyak anak dari keluarga rentan memperoleh kesempatan untuk bangkit melalui pendidikan dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya
Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi
Kado Istimewa HUT ke-81 TNI untuk Bumi Gora, Kodam XXX/Rinambora Resmi Berdiri di NTB
Pura-Pura Kehabisan Bensin dan Minta Bantuan, Pelaku Curas Ancam Korban dengan Parang
Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya
Bali Tak Punya Perda Sumbangan Pendidikan, Komisi V DPRD NTB Bawa Pulang Pelajaran Ini
Jangan Habiskan Energi Kejar Karier Politik, Ini 3 Wasiat Miq Iqbal untuk Pemuda NTB
Jelang MotoGP 2026, Wagub NTB Umi Dinda Minta Warga Siap Jadi Tuan Rumah Tamu Dunia
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kado Istimewa HUT ke-81 TNI untuk Bumi Gora, Kodam XXX/Rinambora Resmi Berdiri di NTB

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Pura-Pura Kehabisan Bensin dan Minta Bantuan, Pelaku Curas Ancam Korban dengan Parang

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya

Berita Terbaru