Dapur Demokrasi Meledak! Gedung DPRD NTB Terbakar, Jalan Udayana Jadi Arena ‘Barbekyu Rakyat’

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 12:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Bara amarah rakyat akhirnya benar-benar menyala. Setelah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan lebih dulu memanas, kini giliran Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi pusat letupan kemarahan. Sabtu siang (30/8/2025), Jalan Udayana, Mataram, berubah menjadi lautan manusia, asap, dan api.

Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB usai bergerak long march dari Polda NTB menuju Gedung DPRD NTB. Aksi awalnya damai, penuh orasi dan poster tuntutan, namun suasana berubah mencekam ketika sekitar pukul 13.10 Wita, barisan pengamanan aparat jebol. Bentrokan tak terelakkan.

Sekitar pukul 13.20 Wita, api tiba-tiba muncul dari sisi utara gedung DPRD NTB. Asap hitam pekat menjulang tinggi, membuat Mataram seketika bagai medan perang. Ledakan keras terdengar dari dalam gedung, sementara massa menyerbu halaman, merusak fasilitas, dan mengeluarkan kursi serta perabotan. Jalan Udayana yang biasanya damai kini berubah jadi arena ‘barbekyu rakyat’

“Awalnya cuma teriak-teriak dan lempar botol, terus tiba-tiba ada api besar di sisi kiri gedung. Asapnya tebal banget, bikin sesak napas,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  Gubernur NTB Ajak DPRD ‘Puasa’ Anggaran di 2025, Tapi Siapkan ‘Pesta’ Renovasi Kantor Baru Tahun Depan

Api melahap ruang komisi, ruang pimpinan, hingga ruang ketua DPRD. Kursi, meja, dokumen, semuanya jadi arang.

Kepala Bagian Umum dan Humas Sekretariat DPRD NTB, Muhammad Erwan, membenarkan hampir seluruh ruang vital tak luput dari amukan api.

“Ruang pimpinan, rumah komisi, ruang fraksi, dan ruang-ruang rapat semua terdampak. Hampir satu gedung,” jelas Erwan.

Erwan juga mengungkapkan, semula Ketua DPRD NTB berencana menemui massa. Namun, kondisi yang semakin brutal membuat negosiasi tak mungkin dilakukan.

“Rencananya Ketua DPRD NTB akan menemui massa aksi, tapi situasi yang tidak terkendali membuat negosiasi tidak ada. Komunikasi putus total,” tegasnya.

Karena hari Sabtu, sebagian besar pegawai DPRD libur. Akibatnya, tak ada kesempatan menyelamatkan dokumen penting.

“Kami tidak bisa mengamankan, karena kami anggap demo ini untuk menyampaikan aspirasi. Kami tidak menyangka terjadinya anarkis dan pengerusakan,” ujar Erwan.

Aparat kepolisian pun lebih memilih menarik mundur pasukan Dalmas dan menyerahkan kendali penuh pada Brimob, menghindari bentrokan fisik yang lebih besar.

Hingga berita ini ditulis, DPRD NTB belum merilis angka resmi kerugian. Namun secara kasatmata, hampir seluruh gedung terdampak.

“Kita belum bisa masukkan daftar kerugian. Yang jelas satu gedung terdampak. Nilainya bisa sampai miliaran rupiah,” pungkas Erwan.

Baca Juga :  DPRD NTB Kritik Tim Percepatan: Anggaran Besar, Dampak Kecil, Lebih Layak untuk 518 Tenaga Honorer

Enam Tuntutan Utama Massa

Gelombang aksi ini dimotori Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB 2025 dengan enam tuntutan utama:

1. Menolak RUU KUHAP yang dinilai membuka ruang kesewenang-wenangan aparat.

2. Menghentikan represifitas dan intimidasi terhadap massa aksi.

3. Transparansi kasus penabrakan ojek online, Affan Kurniawan.

4. Bebaskan aktivis dan demonstran yang ditahan di berbagai daerah.

5. Copot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

6. Mendesak DPRD NTB segera menindaklanjuti seluruh tuntutan per 25 Agustus 2025.

Kobaran api akhirnya padam sekitar pukul 15.30 Wita setelah TNI turun tangan membantu pengamanan. Lalu Satriawan, Komandan Pleton II Pemadam Kebakaran Pemkot Mataram, menyebut lima unit mobil pemadam dan 23 personel dikerahkan ke lokasi.

“Kami mengerahkan 5 unit kendaraan dan 23 personel untuk memadamkan api,” katanya.

Kini, lokasi dijaga ketat oleh TNI. Bahkan Wali Kota Mataram turun langsung memantau puing-puing gedung DPRD NTB. Hingga berita ini diterbitkan, Kapolda NTB, Gubernur NTB, dan Ketua DPRD NTB belum memberikan pernyataan resmi.

Berita Terkait

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan
Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat
NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda ke-98, 15 Pemuda Pelopor NTB Raih Penghargaan, Ini 5 Nama ke Seleksi Nasional
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan

Berita Terbaru