Bupati Jarot Teriak di Forum Banggar DPR di Pendopo Gubernur NTB: Sumbawa Garda Depan Negara, Tapi 60 Km Jalan Masih Tak Tersentuh

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 14 November 2025 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana rapat Banggar DPR RI di Pendopo Gubernur NTB mendadak berubah tegang ketika Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Berteriak menyuarakan kegelisahan Daerahnya. Di hadapan para pejabat pusat dan Gubernur NTB, Jarot menegaskan bahwa Sumbawa telah menjadi garda terdepan negara, namun ironisnya masih ada 60 kilometer jalan yang tak pernah tersentuh pembangunan.

SUMBAWAPOST.com| Mataram-Suasana Pendopo Gubernur NTB berubah hening saat Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyuarakan kegelisahan daerahnya. Dengan bahasa lugas namun penuh elegansi politik, ia menegaskan bahwa Sumbawa selalu berada di garis depan mendukung kebijakan pemerintah pusat, harus berjuang dengan sisa-sisa anggaran yang nyaris habis untuk belanja pegawai.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Kunjungan Kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ke Provinsi NTB, Kamis (13/11/2025), yang turut dihadiri Gubernur NTB Dr. Lalu Muhammad Iqbal; Wakil Ketua Banggar DPR RI Jazilul Fawaid, Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu, serta para kepala daerah se-NTB. Forum ini menjadi panggung penting pembahasan Dana Transfer ke Daerah dan arah kebijakan fiskal nasional yang lebih adil dan proporsional.

Baca Juga :  Masih Berstatus Bebas Bersyarat, Seorang Ibu Malah Jadi Pengedar Sabu Lagi di Mataram

Bupati Jarot tak menutupi kondisi fiskal Sumbawa yang sangat terbatas.

“Dengan komposisi anggaran seperti ini, bisa dikatakan kami hanya mampu membiayai gaji pegawai. Namun kami tetap berkomitmen mengikuti arah kebijakan pusat,” ujarnya.

Selain anggaran yang terbatas, beban infrastruktur dasar juga masih besar. Jarot menegaskan bahwa masih ada 60 kilometer ruas jalan di Sumbawa yang belum pernah tersentuh pembangunan, dan sejumlah kecamatan masih kesulitan menghubungkan wilayahnya secara memadai.

“Di wilayah kami masih ada ruas jalan sepanjang 60 kilometer yang belum tersentuh pembangunan. Bahkan di beberapa kecamatan, akses antarwilayah masih terbatas. Ini menjadi kendala dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Dalam nada yang lebih tegas, Jarot menempatkan daerah sebagai garda terdepan pelaksanaan program nasional.

“Kami ini pasukan terdepan pemerintah pusat di daerah. Semangat kami untuk menghijaukan kembali Sumbawa yang kian gersang tidak pernah surut. Tapi kami butuh dukungan dan perhatian lebih dari pemerintah pusat agar upaya ini tidak berhenti di niat,” tegasnya.

Baca Juga :  Safari Ramadan, Wagub NTB Umi Dinda Temui Para Tokoh di Sumbawa

Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, merespons dengan menyampaikan kabar baik: Kementerian PUPR telah menyetujui pembangunan tiga ruas jalan di Kabupaten Sumbawa melalui skema multi years untuk memperkuat akses dasar dan membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru.

Sementara itu, Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu, memastikan dukungan pusat dalam memperkuat pondasi fiskal daerah.

“Kami di Kemenkeu siap membantu agar perekonomian NTB, termasuk Sumbawa, terus tumbuh dan Pendapatan Asli Daerah meningkat,” ujarnya.

Gubernur Iqbal juga menegaskan urgensi pembahasan RUU Daerah Kepulauan sebagai instrumen hukum yang dapat memperkuat alokasi anggaran bagi wilayah dengan karakteristik geografis maritim.

“Kami hidup dari laut, tapi diatur oleh regulasi berbasis daratan. Sudah saatnya politik anggaran berpihak pada wilayah kepulauan,” tegasnya.

Kunjungan kerja Banggar DPR RI ke NTB ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi Pusat dan Daerah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan, terutama bagi NTB yang memiliki potensi besar namun menghadapi tantangan geografis dan fiskal yang tidak ringan.

 

Berita Terkait

Halal Bihalal IKA Unram, Isvie Rupaeda Tegaskan Peran Alumni Jadi Kunci Kemajuan Kampus
Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?
Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima
Sekda NTB dari Madura, Bukan Putra Daerah-Iqbal Tuntut Pejabat Kerja ‘Extraordinary’
Nama Gubernur NTB Muncul di Sidang Kasus ‘Dana Siluman’ DPRD, Saksi Akui Terima Perintah
Daftar Lengkap Pejabat NTB Beserta Posisi yang Dilantik Iqbal: 6 Bulan Jadi ‘Tiket’ Bertahan atau Angkat Kaki
Ketua FKMHB Ungkap Indikasi Error in Objecto Aset Serasuba, DPRD Bima Sebut Tanah Bukan Milik Pemkot
Pria Asal Sumenep Madura, Abul Chair Resmi Jadi Sekda NTB, Iqbal Ungkap Proses Panjang di Balik Layar
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 14:40 WIB

Halal Bihalal IKA Unram, Isvie Rupaeda Tegaskan Peran Alumni Jadi Kunci Kemajuan Kampus

Jumat, 10 April 2026 - 17:48 WIB

Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?

Jumat, 10 April 2026 - 17:01 WIB

Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima

Jumat, 10 April 2026 - 09:58 WIB

Sekda NTB dari Madura, Bukan Putra Daerah-Iqbal Tuntut Pejabat Kerja ‘Extraordinary’

Kamis, 9 April 2026 - 22:38 WIB

Nama Gubernur NTB Muncul di Sidang Kasus ‘Dana Siluman’ DPRD, Saksi Akui Terima Perintah

Berita Terbaru