Bupati Dompu, Istri dan Paman Pimpinan DPRD Dilaporkan ke KPK, GERAK Gelar Aksi Jilid II

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa Aliansi GERAK menggelar aksi jilid II di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, menuntut pengusutan dugaan penyalahgunaan wewenang dan pengaturan proyek di Kabupaten Dompu, Jumat (13/02/2026).

Massa Aliansi GERAK menggelar aksi jilid II di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, menuntut pengusutan dugaan penyalahgunaan wewenang dan pengaturan proyek di Kabupaten Dompu, Jumat (13/02/2026).

SUMBAWAPOST.com| Jakarta- Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) kembali menggelar aksi jilid II di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (13/02/2026).

Dalam aksi tersebut, massa mendesak KPK segera menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan wewenang dan pengaturan proyek yang disebut melibatkan Bupati Dompu, istri Bupati, serta pamannya yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Dompu.

Koordinator aksi, Rajulan, dalam orasinya meminta KPK bekerja profesional. Ia menegaskan bahwa pihak yang dilaporkan tidak hanya menjabat sebagai kepala daerah dan pimpinan DPRD, tetapi juga sebagai Ketua dan Sekretaris DPD Partai Gerindra Kabupaten Dompu.

Rajulan juga mengingatkan pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat Milad Partai Gerindra yang meminta seluruh kader, baik di eksekutif maupun legislatif, untuk berhati-hati, mawas diri, dan menjaga uang rakyat.

“Bahkan presiden dengan tegas mengatakan kader yang terlibat korupsi tidak akan mendapat pembelaan atau perlakuan khusus dari partai,” tegasnya.

Tanda Bukti Surat Laporan dari KPK RI

Baca Juga :  Derita Honorer Dompu: Nasib Di Ujung Tanduk, Bupati Bambang Berjanji Perjuangkan ke Pusat
Surat Bukti Tanda Terima Laporan dari KPK RI

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan:

1. Mendesak KPK segera memanggil dan memeriksa Bupati Dompu dan istrinya serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Dompu atas dugaan pengaturan tender proyek di Kabupaten Dompu yang merugikan negara miliaran rupiah.

2. Meminta KPK melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap seluruh proyek Tahun Anggaran 2025 sesuai daftar yang telah dilampirkan dalam laporan.

3. Mendesak KPK menelusuri aliran dana haram yang diduga mengalir ke kantong pribadi yang bersumber dari fee proyek serta jual beli jabatan di lingkup Kabupaten Dompu.

4. Mendesak KPK segera menindaklanjuti laporan atas dugaan tindak pidana penyalahgunaan wewenang, korupsi, kolusi, dan nepotisme yang melibatkan Bupati Dompu, istri Bupati, serta Wakil Ketua DPRD Sdr. Kurnia Ramadhan.

Rajulan menegaskan bahwa Aliansi GERAK akan terus mengawal laporan tersebut hingga ada kepastian hukum.

Baca Juga :  500 Anak Muda Padati TIM, The Unpopular Fest 2026 Desak Negara Lindungi Generasi dari Ancaman Rokok

Sementara itu, pihak KPK akan menindaklanjuti laporan dan aspirasi yang disampaikan GERAK sesuai mekanisme yang berlaku.

Sebelumnya, Bupati Dompu Bambang Firdaus yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Dompu memberikan tanggapan atas laporan GERAK ke Komisi Pemberantasan Korupsi RI pada Selasa (10/2/2026).

Menanggapi laporan tersebut, Bambang Firdaus menyatakan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat dalam sistem demokrasi. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara detail laporan yang dimaksud.

“Saya sih gak tahu deh. Ya haknya masyarakat mau menyampaikan aspirasi. Cuma kan saya gak tahu,” kata Bambang Firdaus.

Ia menegaskan, sebagai kepala daerah dirinya memilih tetap fokus pada tugas dan tanggung jawab pemerintahan dibanding merespons isu yang belum dipahami secara utuh.

Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah memastikan program pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Dompu berjalan optimal demi kepentingan masyarakat.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Tanah Wakaf Kuripan Kembali Memanas, Eksekusi 2026 Dipersoalkan, Justice Law Firm Angkat Bicara
Gubernur NTT Puji Gerak Cepat Gubernur NTB Iqbal Bantu Korban Gempa Flores
UMKM KSB Mau Naik Kelas, Komisi II DPRD Cari ‘Resep’ ke Diskop UKM NTB
Produksi Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan 600 Ribu Ton: Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI
Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI, Perang Lawan Impor Dimulai dari Kaki Rinjani
2.494 Warga Sumbawa Tercatat Alami Gangguan Jiwa, Bupati Jarot Dorong Rumah Singgah ODGJ
Gubernur NTB Blusukan ke Pengungsian Korban Gempa NTT, Bawa Cokelat untuk Anak-Anak
Saat NTT Diguncang Gempa, Gubernur NTB Turun Langsung: Kami Datang Sebagai Saudara
Berita ini 132 kali dibaca