BLK Singosari, Pelopor Pelatihan Kerja Pertama di Indonesia: Dari Bengkel Sederhana Jadi Pusat Skill Setter Nasional

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com | Malang- Tak banyak yang tahu, Balai Latihan Kerja (BLK) Singosari, Malang, adalah BLK pertama di Indonesia. Didirikan tahun 1951 dan mulai aktif beroperasi pada 1957, lembaga ini menjadi tonggak sejarah dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia di bidang ketenagakerjaan.

“Pertama di Indonesia salah satunya di Singosari. BLK Singosari berdiri tahun 1951 dan mulai aktif 1957. Dari 10 BLK di Indonesia, Singosari yang tertua,” ungkap Isman Widodo, Kepala BLK Singosari, didepan sejumlah Forum Wartawan Parlemen (FWP) DPRD NTB yang melakukan kunjungan Press trip di sela kegiatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur. Kamis (13/11/2025).

Isman menjelaskan, sejak berdiri, BLK Singosari telah melahirkan ribuan lulusan yang tak hanya berkiprah di tingkat lokal dan regional, tapi juga menembus pasar tenaga kerja internasional.

“Lulusan BLK Singosari bukan hanya di dalam negeri, tapi juga bekerja di luar negeri. Kami terus mendorong peserta agar lebih giat dan mampu mengoptimalkan potensi yang ada,” jelasnya.

Baca Juga :  Ayah Durhaka di Lombok Barat: Dalih Gangguan Jiwa, Cabuli Putri Kandung Masih SD

Dari ruang pelatihan sederhana di masa awal republik, BLK Singosari kini tumbuh menjadi pusat pembelajaran berbasis industri dan masyarakat. Di sini, berbagai program pelatihan digelar mulai dari teknik listrik, otomotif, pengelasan, tata boga, tata busana, hingga teknologi informasi dan kewirausahaan.

“Pelatihan di BLK Singosari itu tidak hanya menyiapkan tenaga kerja untuk industri besar, tapi juga membangun kemandirian masyarakat. Ada pelatihan berbasis industri, tapi juga berbasis komunitas, agar peserta punya kompetensi dan daya saing,” terang Isman.

Kini, BLK Singosari memasuki babak baru. Lembaga legendaris ini menjadi salah satu pionir penerapan konsep Skill Setter sistem pelatihan modern yang menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI).

“Skill Setter ini sistem pelatihan terbaru. Kami sesuaikan dengan kebutuhan industri agar lulusan langsung bisa diserap. Jadi bukan sekadar belajar teori, tapi benar-benar siap kerja,” ujarnya.

Namun, Isman tidak menampik adanya tantangan besar. Dunia kerja bergerak cepat, sementara tidak semua kompetensi sekolah formal sesuai dengan kebutuhan industri.

Baca Juga :  Senator Mirah Tinjau Kesiapan Bandara Zainuddin Abdul Madjid Jelang Mudik Lebaran

“Kami melihat banyak lulusan sekolah yang belum sesuai dengan kebutuhan industri. Di sinilah peran BLK untuk menyiapkan tenaga kerja yang benar-benar terampil, bukan hanya berijazah,” tegasnya.

Selain fokus pada pelatihan, BLK Singosari juga aktif membangun jejaring kemitraan dengan berbagai pihak. Saat ini, lembaga ini telah bekerja sama dengan puluhan perusahaan di Jawa Timur dan luar daerah, termasuk pernah mendampingi program pelatihan di kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

“Kami pernah juga mendampingi pelatihan di Mandalika. Itu menjadi pengalaman penting, karena pelatihan di sana bukan sekadar soal keterampilan, tapi juga adaptasi budaya dan karakter lokal,” kata Isman.

Ke depan, BLK Singosari berencana menggandeng lembaga keuangan untuk menyediakan skema pembiayaan lunak bagi alumni pelatihan yang ingin berwirausaha.

“Banyak peserta yang ingin mandiri. Kami sedang membahas dengan pihak terkait agar ada pembiayaan ringan untuk alumni BLK. Harapannya, mereka bisa membuka usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja baru,” tutup Isman.

Berita Terkait

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan
HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak
Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat
Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik
Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan
Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut
Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027
ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan

Jumat, 4 September 2026 - 15:05 WIB

HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak

Jumat, 4 September 2026 - 11:26 WIB

Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik

Jumat, 4 September 2026 - 01:10 WIB

Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan

Berita Terbaru