Bisnis Tambak Udang di NTB: Gurita Raksasa Tanpa Aturan

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 26 Maret 2025 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Aliansi Pemuda Aktivis (ALPA) NTB menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dampak Lingkungan dan Kemasyarakatan Bisnis Tambak Udang di Tanah Bumi Gora NTB” di Kafe Meeino Working, Gomong, Mataram. Acara ini dihadiri sekitar 100 peserta dari kalangan aktivis muda, mahasiswa, serta pemerhati kebijakan publik. Rabu 26 Maret 2025.

Direktur ALPA NTB, Herman, SH, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons atas keluhan masyarakat terkait keberadaan tambak udang yang kerap menimbulkan masalah lingkungan dan sosial. Ia mengungkapkan temuan di salah satu tambak di Alas Barat, Sumbawa, yang menyebabkan tertutupnya Daerah Aliran Sungai (DAS). “Akibatnya, lahan warga terkikis oleh genangan air yang tak lagi mengalir ke laut,” ungkapnya.

Tambak Udang NTB Ilegal?

Lebih mengejutkan lagi, narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB Didik Mahmud Gunawan Hadi, ST., M.Si menyebutkan bahwa hampir semua tambak udang bermasalah.

“Hampir semua tambak udang di NTB tidak memiliki Surat Layak Operasi (SLO). Artinya, secara SOP, keberadaan tambak-tambak ini ilegal,”ungkapnya.

Baca Juga :  Wagub NTB Umi Dinda Bongkar ‘Penyakit Lama’ Otda: Jangan Cuma Seremoni, Saatnya Daerah Kerja Nyata untuk Rakyat

Hal ini diperkuat oleh pernyataan akademisi Taufan, SH, yang menegaskan bahwa pembangunan tambak udang di NTB cacat hukum, ” karena tidak melalui Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Permainan Oknum dan Dominasi Pengusaha Besar,”terangnya.

Tidak hanya itu, Kritik juga datang dari Taufik Hidayat, Ketua KNPI NTB, yang menyebut bahwa banyak oknum yang bermain dalam penerbitan izin tambak udang. Ia menyoroti bahwa mayoritas pemilik tambak berasal dari kalangan pengusaha tertentu, “sementara masyarakat sekitar justru terkena dampaknya,”katanya.

Sementara itu, aktivis senior sekaligus Ketua LSM IB PEKAT NTB, Ziat, mengungkapkan fakta mencengangkan soal keuntungan bisnis ini. Dengan luas lahan tambak mencapai 5.000 hektare di NTB, perkiraan hasil panen mencapai triliunan rupiah per siklus panen.

“Dari tambak seluas 200 hektare saja, dengan produksi rata-rata 68 ton per hektare, nilai jual udang Rp100.000/kg, maka satu hektare menghasilkan Rp6,8 miliar. Artinya, tambak 200 hektare bisa mencapai Rp1,3 triliun. Lalu, bagaimana dengan 5.000 hektare tambak yang ada di NTB? Seharusnya, PAD dari bisnis ini minimal Rp2 triliun,” jelas Ziat.

Baca Juga :  Lombok Kecil Cabai Rawit! Rinjani100 Diserbu 46 Negara, Gubernur Iqbal Gaspol Tahun Depan

Namun, yang menjadi pertanyaan besar adalah ke mana aliran dana tersebut? Ziat juga mempertanyakan minimnya dana CSR dari perusahaan tambak untuk masyarakat sekitar. “Setidaknya ada beasiswa pendidikan bagi warga sekitar tambak, tapi itu tak pernah terdengar,” tambahnya.

Bisnis Gurita yang Tak Tersentuh?

Dugaan bahwa bisnis tambak udang di NTB dikuasai oleh elite tertentu semakin menguat. Dengan keuntungan yang fantastis, regulasi yang lemah, serta dampak sosial dan lingkungan yang nyata, apakah bisnis ini terlalu ‘kebal’ untuk disentuh hukum?

“Masyarakat menanti tindakan tegas dari pemerintah. Akankah bisnis tambak ini tetap menjadi ladang emas bagi segelintir pihak, atau ada upaya untuk memastikan bahwa kekayaan NTB dinikmati secara adil oleh warganya?,”sebut Ziat.

 

Berita Terkait

Panitia Optimistis Shorinji Kempo Porprov XII Cetak Atlet Nasional, Hari Ketiga Berlangsung Sengit dan Sportif
Wagub NTB dan Bupati Dompu Hadir, Hari Ketiga Shorinji Kempo Porprov XII Makin Semarak
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah: Porprov Bukan Sekadar Rebut Medali, Tapi Merajut Persaudaraan
Di Tengah Dinamika Porprov, Ketua PERKEMI NTB Pilih Bangun Kebersamaan, Atlet hingga Wasit Dapat Saweran
Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi
UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026
Berita ini 115 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:44 WIB

Panitia Optimistis Shorinji Kempo Porprov XII Cetak Atlet Nasional, Hari Ketiga Berlangsung Sengit dan Sportif

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:21 WIB

Wagub NTB dan Bupati Dompu Hadir, Hari Ketiga Shorinji Kempo Porprov XII Makin Semarak

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:35 WIB

Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah: Porprov Bukan Sekadar Rebut Medali, Tapi Merajut Persaudaraan

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:07 WIB

Di Tengah Dinamika Porprov, Ketua PERKEMI NTB Pilih Bangun Kebersamaan, Atlet hingga Wasit Dapat Saweran

Senin, 20 Juli 2026 - 20:55 WIB

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi

Berita Terbaru