SUMBAWAPOST.com, Bima- Belum juga diresmikan secara resmi, jembatan penghubung Desa Rade dan Desa Bolo di Kabupaten Bima sudah mengalami keretakan setelah diterjang banjir deras pada Kamis (6/11/2025).
Jembatan yang baru sekitar sebulan dipakai warga itu menjadi sorotan karena bagian oprit jembatan tampak turun dan retak, tepat di atas plat injak, akibat hantaman arus air. Warga khawatir kerusakan tersebut bisa mengancam keselamatan pengguna jalan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bima, M. Farid Wajdi, membenarkan adanya kerusakan tersebut.
“Benar ada kerusakan jembatan diakibatkan oleh banjir deras,” kata Farid saat dihubungi.
Menurutnya, kerusakan itu bukan pada struktur utama jembatan, melainkan pada timbunan bagian oprit yang tergerus air hujan deras. Namun, ia menegaskan kerusakan sekecil apa pun tetap harus segera diperbaiki.
“Kerusakan terjadi penurunan pada timbunan di bagian oprit jembatan, tepat di atas plat injak. Kami akan meminta pihak kontraktor untuk membongkar dan memperbaiki kembali sebelum PHO,” tegas Farid.
Farid menambahkan, proyek jembatan dengan nilai miliaran rupiah itu belum dibayarkan seluruhnya, sehingga kontraktor masih punya kewajiban penuh untuk memperbaiki dan memelihara hasil pekerjaannya.
“Pelaksananya Bunga Raya atau CV Dewi Wangi,” ujarnya.
Menanggapi desakan publik soal audit proyek, Farid menjelaskan bahwa proyek masih dalam masa kontrak pelaksanaan, sehingga audit menyeluruh akan dilakukan setelah pekerjaan rampung.
“Setelah proyek ini berakhir tetap akan ada audit, baik dari internal Inspektorat maupun dari BPK,” jelasnya.
Ia menegaskan, Dinas PUPR akan mengawasi langsung proses perbaikan dan tidak akan menolerir hasil pekerjaan yang tidak memenuhi standar mutu.
“Kami pastikan semua sesuai spesifikasi teknis. Kalau ada kekurangan, kontraktor wajib memperbaikinya,” tegas Farid menutup.









