Baru Dicat Belum Diresmikan, Jembatan Rp6,2 Miliar di Bima Retak 

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 6 November 2025 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan penghubung Desa Rade dan Desa Bolo di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, yang baru seumur jagung dan menelan anggaran fantastis Rp6,2 miliar, kini retak bahkan sebelum sempat diresmikan. Ironisnya, proyek megah yang baru dicat kemarin itu justru ambruk diterjang banjir pertama, memicu gelombang kritik warganet di media sosial.

SUMBAWAPOST.com, Bima- Sebuah jembatan penghubung antara Desa Rade dan Desa Bolo di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, yang baru selesai dibangun sebulan lalu dan menelan anggaran Rp6,2 miliar, kini retak sebelum sempat diresmikan.

Peristiwa memalukan itu terjadi usai hujan deras mengguyur wilayah Madapangga dan banjir besar menerjang pada Rabu (5/11/2025). Air bah dari hulu sungai menghantam bagian bawah jembatan hingga menyebabkan retakan di badan dan dinding cor jembatan yang baru dicat beberapa hari sebelumnya.

Ironisnya, proyek yang dikerjakan oleh CV Dewi Wangi dengan pemenang tender PT Bunga Raya, dan dibiayai melalui APBN 2025 di bawah Dinas PUPR Kabupaten Bima, kini viral di media sosial setelah warga mengunggah video kondisi jembatan yang sudah tampak rusak parah.

Baca Juga :  Pilgub NTB 2024: Relawan GASS IQBAL Lombok Timur Bubar, Begini Alasannya

Sekretaris Desa (Sekdes) Rade, Amir Riskan, dalam akun Facebook resminya menulis sindiran jenaka yang langsung menyedot perhatian publik.

“Jembatan Rade-Bolo baru kemarin dicat, belum diresmikan sudah retak. Netizen jangan salahkan kontraktor. Ini salah banjir. Pelaksana sudah berusaha bikin bagus. Biasanya banjir pertama arusnya deras dan keras, nanti banjir selanjutnya lebih sopan dan santun. Jembatan juga akan terbiasa dan lebih berpengalaman menghadapi arus,” tulisnya. Kamis (6/11/2025).

Amir bahkan menutup unggahannya dengan kalimat yang kini jadi bahan guyonan netizen.

“Seperti kata peribahasa, gak ada jembatan yang tak retak. Tidak ada yang sempurna, semua ada kekurangannya,”sambungnya.

Unggahan itu langsung viral dan menuai berbagai komentar pedas. Banyak netizen menilai candaan tersebut justru mempermalukan pemerintah daerah dan kontraktor pelaksana proyek.

Warga lainnya, Arya Bima, mengaku sudah mencium kejanggalan sejak proyek ini dikerjakan pada Agustus lalu.

Baca Juga :  Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Benteng Demokrasi di Era Disinformasi Global

“Saya pernah lewat waktu orang-orang sedang kerja jembatan itu. Dalam hati sudah curiga, jembatan ini pasti retak di banjir pertama. Tekstur betonnya terlihat seperti kurang semen dan kurang kuat,” ujarnya.

Kini, kekhawatiran itu terbukti. Sejumlah warga menuntut Dinas PUPR Kabupaten Bima dan BPK segera turun tangan memeriksa proyek yang mereka anggap asal jadi.

“Kepala Dinas PUPR Dan BPK kabupaten Bima, segera turun liat kondisi jembatan terhubung Desa Bolo Dan Rade,” kata seorang warga Desa Bolo, Indra JR, lewat akun Facebook-nya.

Sejumlah Video dan Foto yang beredar di sejumlah status dan unggahan media sosial menunjukkan, retakan cukup lebar terlihat di sisi badan jembatan. Beberapa tiang yang dipasang dan bagian coran bahkan tampak rusak.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bima belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kerusakan dini proyek tersebut.

 

 

Berita Terkait

Panitia Optimistis Shorinji Kempo Porprov XII Cetak Atlet Nasional, Hari Ketiga Berlangsung Sengit dan Sportif
Wagub NTB dan Bupati Dompu Hadir, Hari Ketiga Shorinji Kempo Porprov XII Makin Semarak
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah: Porprov Bukan Sekadar Rebut Medali, Tapi Merajut Persaudaraan
Di Tengah Dinamika Porprov, Ketua PERKEMI NTB Pilih Bangun Kebersamaan, Atlet hingga Wasit Dapat Saweran
Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi
UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:44 WIB

Panitia Optimistis Shorinji Kempo Porprov XII Cetak Atlet Nasional, Hari Ketiga Berlangsung Sengit dan Sportif

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:21 WIB

Wagub NTB dan Bupati Dompu Hadir, Hari Ketiga Shorinji Kempo Porprov XII Makin Semarak

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:35 WIB

Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah: Porprov Bukan Sekadar Rebut Medali, Tapi Merajut Persaudaraan

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:07 WIB

Di Tengah Dinamika Porprov, Ketua PERKEMI NTB Pilih Bangun Kebersamaan, Atlet hingga Wasit Dapat Saweran

Senin, 20 Juli 2026 - 20:55 WIB

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi

Berita Terbaru