Banjir Wera-Ambalawi Menyisakan Luka, Warga Blokade Jalan Tuntut Tindakan Nyata Gubernur NTB dan DPRD

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 25 September 2025 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima- Warga Desa Nanga Wera, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima kembali menunjukkan kekecewaannya terhadap Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan DPRD NTB. Mereka melakukan blokade jalan di Dusun Jati, lokasi terdampak banjir, sebagai bentuk protes karena korban banjir masih bertahan di lokasi dengan kondisi memprihatinkan. Aksi ini dikawal ketat aparat kepolisian dan TNI untuk menjaga keamanan, meskipun sempat terjadi gesekan namun berhasil dilerai.

Tokoh pemuda setempat, Ahmadi alias Uba Bimba, menegaskan kekecewaan warga karena bantuan rumah layak huni belum diberikan, saluran irigasi rusak, dan fasilitas penting lainnya masih belum diperbaiki.

“Kami sudah bertahan berbulan-bulan di lokasi banjir, tapi hingga kini belum ada tindakan nyata dari pemerintah,” ujarnya. Kamis (25/9).

Apalagi, menurut informasi yang mereka dapatkan, Dana Tak Terduga (BTT) APBD-P 2025 belum dialokasikan untuk penanganan dampak banjir di Bima, padahal dana tersebut seharusnya menjadi solusi cepat untuk meringankan penderitaan masyarakat.

Warga menuntut agar Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama DPRD NTB segera mengalokasikan dana tersebut, mempercepat perbaikan rumah dan infrastruktur, serta memastikan bantuan benar-benar sampai kepada korban.

Baca Juga :  Masuk Rumah Bukan Bawa Salam, Tapi Bawa Nafsu: Pemuda Dorokobo Dompu Nyaris ‘Garap’ Gadis Desa di Kempo

Terpisah, Anggota DPRD Dapil NTB VI, Muhamad Aminurlah (Aji Maman), menekankan pentingnya alokasi Dana BTT untuk korban bencana banjir di Kabupaten Bima. Pernyataan ini disampaikannya usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD NTB yang membahas jawaban Gubernur atas Pandangan Fraksi terkait APBD-P NTB 2025, Rabu (24/9).

Menurut Aji Maman, dana BTT menjadi kebutuhan mendesak untuk membantu masyarakat terdampak, terutama di tiga kecamatan yang paling parah: Lambu, Wera, dan Ambalawi.
“Yang BTT itu wajib dianggarkan untuk korban bencana di Bima, terutama tiga kecamatan itu. Itu wajib,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa prioritas utama adalah pemulihan sektor pertanian. Banyak petani kesulitan menanam karena sawah terdampak banjir, kerusakan dam, jaringan irigasi, hingga sedimentasi sungai yang belum tertangani.

“Petani harus bisa kembali menanam, sawah harus kembali produktif, dan sistem irigasi serta dam yang rusak harus segera diperbaiki agar kegiatan pertanian bisa normal kembali,” ujar Aji Maman.

Lebih jauh, Aji Maman menyoroti kondisi masyarakat pasca-banjir yang masih memperihatinkan. Banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar karena rumah dan fasilitas umum rusak parah. Ia menegaskan bahwa alokasi BTT bukan sekadar angka di APBD, tetapi menjadi garansi hidup dan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.

Baca Juga :  Dewan NTB Aji Maman Desak Gubernur: Dana BTT APBD-P 2025 ‘Wajib’ Dianggarkan untuk Korban Banjir Bima

“Meskipun dalam rancangan perubahan APBD 2025 saat ini alokasi untuk tiga daerah tersebut belum ada, insya Allah saya akan terus memperjuangkan agar BTT yang seharusnya masuk untuk wilayah ini dapat dianggarkan,” kata Aji Maman dengan tegas.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi penggunaan dana BTT, agar masyarakat bisa memantau bantuan yang diberikan, memastikan bantuan tepat sasaran, dan mencegah penyalahgunaan.

“Ini bukan hanya soal uang, tapi soal kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah,” jelasnya.

Politisi asal Dapil Bima, Kota Bima, dan Dompu ini menegaskan bahwa pemerintah provinsi harus segera bertindak. Ia juga mendorong agar seluruh stakeholder terkait melakukan verifikasi cepat korban terdampak banjir, sehingga tidak ada warga yang tertinggal dari program pemulihan.

“Kita harus bergerak cepat. Banyak warga masih kesulitan pasca-banjir, kebutuhan pokok dan pemulihan infrastruktur menjadi prioritas utama,” tambahnya.

 

Berita Terkait

Dari Negeri Seribu Masjid ke Negeri Seribu Perlindungan, Ketua DPRD NTB Serukan Revolusi Keselamatan Santri
Kasus Dugaan Pelecehan Santri di Bima Naik Penyidikan, 11 Korban Terungkap, Pimpinan Ponpes Belum Jadi Tersangka
Demokrasi Tak Boleh Pilih Kasih, KPU NTB Gandeng Sentra Paramita Rangkul Kelompok Rentan dan Marjinal
Temuan BPK RI Pada Tata Kelola Aset Pemprov NTB: Evaluasi dan Strategi Pembenahan Kedepan
Masa Jabatan Ketua Umum Partai Politik Digugat ke MK, Pemohon Minta Dibatasi Maksimal Dua Periode
Eceng Gondok Bendungan Batujai Dibidik Jadi Produk Ekspor, Disperindag NTB Dorong Industri Bernilai Tambah
Bendungan Batujai Disiapkan Jadi Hub Seaplane Pertama di Indonesia, Investasi Awal Capai Rp450 Miliar
NTB Raih WTP ke-15 Berturut-turut, Ketua DPRD Isvie Tegaskan Komitmen Kawal Rekomendasi BPK
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:17 WIB

Dari Negeri Seribu Masjid ke Negeri Seribu Perlindungan, Ketua DPRD NTB Serukan Revolusi Keselamatan Santri

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:37 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan Santri di Bima Naik Penyidikan, 11 Korban Terungkap, Pimpinan Ponpes Belum Jadi Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:22 WIB

Demokrasi Tak Boleh Pilih Kasih, KPU NTB Gandeng Sentra Paramita Rangkul Kelompok Rentan dan Marjinal

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:42 WIB

Temuan BPK RI Pada Tata Kelola Aset Pemprov NTB: Evaluasi dan Strategi Pembenahan Kedepan

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:15 WIB

Masa Jabatan Ketua Umum Partai Politik Digugat ke MK, Pemohon Minta Dibatasi Maksimal Dua Periode

Berita Terbaru