Banjir Wera- Ambalawi: Janji Gubernur NTB Ditagih Mahasiswa, Warga Masih Tenggelam dalam Luka

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Pascabencana banjir besar yang melanda Kecamatan Wera dan Ambalawi, Kabupaten Bima, pada Februari 2025, penanganan kerusakan hingga kini dinilai berjalan lamban. Aliansi Mahasiswa Wera Menggugat (AMWM) Mataram menuntut Pemerintah Provinsi NTB bersama DPRD segera merealisasikan janji-janji yang pernah dilontarkan untuk korban banjir.

Koordinator Umum AMWM, Bahtiar, menegaskan bahwa Wera adalah kecamatan penting di bagian timur NTB dengan luas wilayah 3.405,63 km², terdiri atas 14 desa, dan dihuni lebih dari 532 ribu jiwa. Sekitar 90 persen warganya menggantungkan hidup dari pertanian. Selain itu, Wera juga memiliki kekayaan alam di bidang kelautan hingga pariwisata yang menopang ekonomi daerah.

Namun, banjir Februari lalu tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Wera. Ribuan hektare sawah hancur, puluhan rumah hanyut, delapan orang meninggal dunia, dan lima orang masih hilang hingga kini. “Kejadian itu menyisakan luka mendalam bagi masyarakat Wera, tetapi sampai hari ini pemerintah provinsi belum menunjukkan langkah serius,” tegas Bahtiar. dalam keterangan yang diterima media ini. (29/9).

Baca Juga :  Tak Perlu ke Lombok Lagi! Gubernur NTB Pastikan RS di Bima Makin Canggih

Terkait penanganan, Bahtiar mengutip penyampaian Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Lalu Faozal saat menemui sejumlah Mahasiswa menjelaskan bahwa Pemprov telah mengalokasikan anggaran melalui perubahan APBD 2025. Program pembangunan sembilan unit rumah diusulkan melalui DPRD NTB dapil setempat, dengan alokasi sekitar Rp500 juta untuk rehabilitasi rumah warga terdampak. Namun, Sekda mengakui pekerjaan baru bisa efektif setelah pertengahan Oktober, karena masih menunggu evaluasi pemerintah pusat dan proses administrasi lebih lanjut.

“Saat ini Inspektorat Provinsi sedang melakukan pemeriksaan lapangan untuk memastikan kesesuaian antara laporan BPBD dan kondisi nyata. Kalau memang ada pekerjaan yang tidak sesuai, tentu harus ada pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Gubernur NTB Turun Ke Pasar Pastikan Stok Cabai dan Bahan Pokok Aman, Harga Terkendali

Sementara itu, Ketua Badko HMI Bali Nusra, Caca Handika Arrakus, menilai pemerintah tidak boleh memandang penanganan pascabencana hanya sebatas rehabilitasi sederhana. “Harus ada fase penanganan cepat, perencanaan matang, hingga pemulihan berkelanjutan. Jangan sampai masyarakat korban banjir terus menunggu tanpa kepastian,” ujar pria asli Wera, Bima, tersebut.

AMWM Mataram kemudian menegaskan tiga tuntutan utama:

1. DPRD NTB segera mengalokasikan anggaran dalam APBD-P 2025 agar penanganan bencana berjalan cepat dan tepat sasaran.

2. Gubernur NTB segera merealisasikan janjinya untuk pemulihan korban banjir di Kecamatan Wera.

3. Pemprov NTB memprioritaskan penanganan bencana tak terduga seperti banjir dan gempa agar masyarakat terdampak tidak merasa ditinggalkan.

“Ini bukan sekadar soal pembangunan infrastruktur, tetapi soal masa depan dan hajat hidup masyarakat Wera,” tegas Bahtiar menutup pernyataan sikapnya.

Berita Terkait

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan
HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak
Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat
Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik
Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan
Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut
Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027
ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan

Jumat, 4 September 2026 - 15:05 WIB

HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak

Jumat, 4 September 2026 - 11:26 WIB

Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik

Jumat, 4 September 2026 - 01:10 WIB

Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan

Berita Terbaru