Gubernur Iqbal Geram atas Skandal Calo Jabatan di NTB: ‘Tangkap dan Pidanakan Pelakunya!’

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 26 Februari 2025 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Sejumlah oknum tak bertanggung jawab mengaku bisa melancarkan urusan jabatan di Pemprov NTB, bahkan hingga posisi kepala sekolah di berbagai daerah. Untuk meyakinkan calon korban, mereka menggunakan foto bersama Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, seolah-olah memiliki kedekatan khusus.

Menanggapi maraknya praktik percaloan ini, Gubernur Iqbal menegaskan akan mengambil langkah hukum bagi siapa pun yang terbukti memperjualbelikan jabatan dengan mengatasnamakan dirinya atau timnya.

“Sudah berkali-kali saya sampaikan, keluarga dan tim inti saya adalah orang-orang yang paling ingin melihat saya menerapkan sistem meritokrasi di Pemprov NTB,” ujar Iqbal, Rabu (26/2), melalui pesan instan.

Baca Juga :  Kepala DPMPTSP NTB Irnadi Kusuma Janji Kerja Total, Siap Tunggu Vonis Gubernur Enam Bulan Lagi

Iqbal mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya jika ada pihak yang mengaku sebagai keluarga atau timnya dan menjanjikan jabatan tertentu.

“Jika ada yang mengaku demikian, termasuk menjual jabatan kepala sekolah, jangan percaya! Laporkan dengan bukti lengkap, karena saya akan memproses hukum mereka atas dasar pencemaran nama baik,” tegasnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD NTB Isvie Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Pahlawan

Terkait modus oknum yang menggunakan foto bersamanya sebagai alat meyakinkan korban, Iqbal menegaskan bahwa dirinya selalu terbuka untuk berfoto dengan siapa pun.

“Saya berfoto dengan semua orang, termasuk mereka yang tidak mendukung saya,” tandasnya.

Iqbal berkomitmen membangun pemerintahan yang bersih dan berbasis meritokrasi. Ia mengajak masyarakat untuk waspada dan melaporkan praktik percaloan agar tidak ada yang tertipu oleh janji-janji palsu dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

Berita Terkait

Pesisir NTB Terancam Tenggelam, Kepala Bappeda Ingatkan Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Laut
Tak Hanya Jaga NKRI, Dandim 1608/Bima Peduli Pendidikan Lewat Beasiswa Mahasiswa STIS
Gubuk Talabiu Jadi Sarang Sabu, Satresnarkoba Polres Bima Bongkar Jaringan dan Ungkap Tiga Identitas Pelaku
Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel
Akhir Perjuangan Mahasiswa Perantau Kaltara: Asrama Rp18 Miliar Resmi Berdiri di Sumbawa
Bukan Ditangani Kejati, Kasus Gratifikasi DPRD NTB Dialihkan ke Kejari Mataram
3.500 Kantong Darah per Bulan Dibutuhkan, DPC Demokrat Kota Mataram Ambil Peran Gelar Donor Darah
Arahan Presiden Prabowo: Kurma Lombok Utara Disiapkan Jadi Konsumsi Jamaah Haji Nasional
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:33 WIB

Pesisir NTB Terancam Tenggelam, Kepala Bappeda Ingatkan Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Laut

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:27 WIB

Tak Hanya Jaga NKRI, Dandim 1608/Bima Peduli Pendidikan Lewat Beasiswa Mahasiswa STIS

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:42 WIB

Gubuk Talabiu Jadi Sarang Sabu, Satresnarkoba Polres Bima Bongkar Jaringan dan Ungkap Tiga Identitas Pelaku

Sabtu, 17 Januari 2026 - 21:12 WIB

Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:48 WIB

Akhir Perjuangan Mahasiswa Perantau Kaltara: Asrama Rp18 Miliar Resmi Berdiri di Sumbawa

Berita Terbaru

Pasangan suami istri terduga pelaku peredaran narkoba jenis sabu saat diamankan di Mapolsek Bolo, Polres Bima, Polda NTB. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 15 poket sabu, uang tunai Rp7,17 juta, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Hukum & Kriminal

Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel

Sabtu, 17 Jan 2026 - 21:12 WIB