Banjir Bandang Rendam 1.122 Rumah di Bima, Warga Naik ke Atap Selamatkan Nyawa

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 6 November 2025 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima- Guyuran hujan deras sejak siang tadi membuat Kabupaten Bima porak-poranda. Air bah tiba-tiba datang menghantam pemukiman warga di Kecamatan Madapangga, menenggelamkan 1.122 rumah dan membuat 3.584 jiwa harus berjibaku menyelamatkan diri. Rabu (5/11/2025).

Menurut laporan Pusdalops-PB BPBD NTB, dua desa terdampak paling parah adalah Desa Monggo dengan 1.118 kepala keluarga (3.571 jiwa) dan Desa Ncandi dengan 4 kepala keluarga (13 jiwa). Tak hanya rumah, banjir juga merusak fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, tempat ibadah, dan kantor pemerintahan.

Baca Juga :  Di Tengah Bencana NTB, Dana BTT Rp15 Miliar Belum Digunakan, BPBD Andalkan Rp287 Juta untuk Tanggap Darurat

Tim BPBD Bima langsung bergerak cepat melakukan assessment dan penanganan di lapangan, serta berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Meski air kini mulai surut, namun warga masih membutuhkan air bersih dan bantuan untuk pembersihan pasca banjir.

Pihak BPBD Provinsi NTB mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana alam susulan, terutama karena curah hujan tinggi masih berpotensi mengguyur wilayah NTB.

Baca Juga :  Jadi Biang Kerok Banjir Tahunan di Desa Kabul, DPRD NTB Dorong Normalisasi Sungai dan Bendungan Pengga

“Kami terus memantau kondisi di lapangan dan menyiagakan seluruh personel. Musim hujan sudah datang, mari tingkatkan kewaspadaan bersama,” ujar Kepala Pelaksana BPBD NTB melalui Tim Pusdalops-PB BPBD NTB, dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini. Kamis (6/11/2025).

Banjir di Bima menjadi pengingat keras akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan kesiapsiagaan menghadapi bencana karena alam yang rusak, pasti membalas.

Berita Terkait

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat
Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri
TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram
Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan
Di Hadapan RKB-WRKB Pulau Lombok, Wagub NTB Serukan Gotong Royong: Bangun Daerah dari Kita, Oleh Kita, untuk Kita
KONI NTB Rapatkan Barisan, Matangkan Slot Atlet dan Nomor Unggulan Jelang Porprov 2026
Jalan Langgudu Selatan Dikebut Masuk IJD 2026, Pemda Bima Diberi Deadline 2 Bulan Lengkapi 5 Ruas
Tak Mau Tertinggal, Pemprov NTB Gandeng DPD RI Dorong Jalan Waduruka-Sarae Ruma Bima Masuk IJD
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:32 WIB

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat

Minggu, 19 April 2026 - 18:05 WIB

Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri

Minggu, 19 April 2026 - 15:13 WIB

TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram

Minggu, 19 April 2026 - 14:01 WIB

Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan

Minggu, 19 April 2026 - 13:24 WIB

Di Hadapan RKB-WRKB Pulau Lombok, Wagub NTB Serukan Gotong Royong: Bangun Daerah dari Kita, Oleh Kita, untuk Kita

Berita Terbaru

Terlihat Terduga Pelaku bersama Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan seorang ayah di Desa Tamansari, Lombok Barat.

Hukum & Kriminal

Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri

Minggu, 19 Apr 2026 - 18:05 WIB