SUMBAWAPOST.com, Bima- Guyuran hujan deras sejak siang tadi membuat Kabupaten Bima porak-poranda. Air bah tiba-tiba datang menghantam pemukiman warga di Kecamatan Madapangga, menenggelamkan 1.122 rumah dan membuat 3.584 jiwa harus berjibaku menyelamatkan diri. Rabu (5/11/2025).
Menurut laporan Pusdalops-PB BPBD NTB, dua desa terdampak paling parah adalah Desa Monggo dengan 1.118 kepala keluarga (3.571 jiwa) dan Desa Ncandi dengan 4 kepala keluarga (13 jiwa). Tak hanya rumah, banjir juga merusak fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, tempat ibadah, dan kantor pemerintahan.
Tim BPBD Bima langsung bergerak cepat melakukan assessment dan penanganan di lapangan, serta berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Meski air kini mulai surut, namun warga masih membutuhkan air bersih dan bantuan untuk pembersihan pasca banjir.
Pihak BPBD Provinsi NTB mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana alam susulan, terutama karena curah hujan tinggi masih berpotensi mengguyur wilayah NTB.
“Kami terus memantau kondisi di lapangan dan menyiagakan seluruh personel. Musim hujan sudah datang, mari tingkatkan kewaspadaan bersama,” ujar Kepala Pelaksana BPBD NTB melalui Tim Pusdalops-PB BPBD NTB, dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini. Kamis (6/11/2025).
Banjir di Bima menjadi pengingat keras akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan kesiapsiagaan menghadapi bencana karena alam yang rusak, pasti membalas.









