Badai Internal KAMMI Makin Keras, PD Mataram Surati Pusat, Tuduh Ketua Umum Langgar Konstitusi

Avatar

- Jurnalis

Senin, 18 Agustus 2025 - 13:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Gejolak internal melanda tubuh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Pengurus Daerah (PD) KAMMI Mataram resmi melayangkan surat protes kepada Pengurus Pusat (PP) KAMMI atas keputusan Ketua Umum, Ahmad Jundi Khalfatullah, yang dianggap inkonstitusional. Surat tersebut dikirim pada Senin (18/8/2025).

Ketua Umum PD KAMMI Mataram, Hamzan Watoni, menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa menutup mata atas dugaan pelanggaran aturan organisasi, khususnya Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Menurutnya, keputusan Ketua Umum PP KAMMI yang memecat Sekretaris Jenderal, Muhammad Amri Akbar, secara sepihak tanpa alasan jelas adalah tindakan keliru dan cacat prosedur.

“Pemecatan Sekjen tanpa dasar yang jelas jelas-jelas bertentangan dengan AD/ART. Ini bukan sekadar keputusan salah kaprah, tapi juga berpotensi merusak marwah organisasi,” tegas Hamzan.

Melalui surat resmi bernomor 015/PB/KU-i/16.PD-1/KAMMI/2025, PD KAMMI Mataram menilai SK pemecatan Sekjen tidak memiliki legitimasi. Hamzan juga menambahkan, hingga kini tidak ada catatan pelanggaran yang dilakukan Sekjen, sehingga keputusan Ketua Umum menimbulkan tanda tanya besar.

“Tugas mengurus organisasi bukan soal selera pribadi, tapi soal taat aturan. Kalau tidak, yang rusak bukan hanya satu orang, tapi kepercayaan seluruh kader,” ujar Hamzan.

Dalam surat protesnya, PD KAMMI Mataram mengajukan tiga tuntutan utama kepada PP KAMMI:

  1. Mengevaluasi dan membatalkan semua keputusan Ketua Umum yang diambil selama masa skorsing.
  2. Menyatakan SK Nomor 078/SK/KU-i/KAMMI/V/2025 tentang pemecatan Sekjen batal demi hukum.
  3. Mengambil langkah penyelesaian sebelum 31 Agustus 2025, atau PD KAMMI Mataram akan mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ahmad Jundi Khalfatullah.
Baca Juga :  PWI NTB di Bawah Kepemimpinan Iklil-Arul Cetak Sejarah, Gelar UKW Mandiri Terbesar

Hamzan menegaskan, sikap PD KAMMI Mataram bukan sekadar membela Sekjen, tetapi lebih kepada menjaga marwah organisasi agar tetap berpegang pada prinsip demokratis, transparan, dan berlandaskan aturan.

“Kalau keputusan sepihak seperti ini dibiarkan, kader bisa kehilangan kepercayaan, dan itu bahaya besar bagi soliditas KAMMI. Organisasi mahasiswa seharusnya jadi teladan dalam berdemokrasi, bukan sebaliknya,” pungkasnya.

Polemik ini diperkirakan bakal berbuntut panjang. Beberapa pengurus daerah lain disebut mulai mempertimbangkan sikap serupa. Jika protes ini tidak ditanggapi serius, bukan tidak mungkin gelombang mosi tidak percaya meluas hingga ke tingkat nasional.

 

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 163 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru