Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Optimalisasi potensi lokal menjadi salah satu gagasan yang mengemuka dalam diskusi Komunitas Peduli Inklusi dan Toleransi (KoPITol) Nusa Tenggara Barat (NTB). Pengembangan UMKM, pariwisata, dan sektor kelautan dipandang dapat memperluas sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah.

Dalam diskusi di Sayung Resto, Kota Mataram, Minggu (25/10/2026), peserta membahas pentingnya menghubungkan potensi ekonomi daerah dengan kemampuan masyarakat untuk mengelola dan mengembangkan usaha.

Baiq Dewi Anjani, akademisi UIN Mataram, menyoroti kondisi ekonomi NTB yang turut ditopang sektor pertambangan. Namun, penguatan ekonomi daerah juga perlu diarahkan pada sektor-sektor yang membuka peluang usaha lebih luas bagi masyarakat, salah satunya UMKM.

Baca Juga :  NTB Dorong Pariwisata Berkualitas dan Lestari, Poltekpar: Perubahan Bisa Dimulai dari Satu Orang

Pelaku usaha lokal membutuhkan dukungan agar mampu meningkatkan kapasitas produksi, mempertahankan kualitas, dan menjangkau konsumen yang lebih luas. Karena itu, akses pembiayaan, rantai pasok, dan pemasaran menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan UMKM.

Potensi kelautan juga dapat dikembangkan melalui pengolahan hasil perikanan, pemasaran produk lokal, dan kegiatan pendukung pariwisata bahari. Pendekatan tersebut memungkinkan sumber daya daerah menghasilkan nilai tambah melalui kegiatan usaha yang melibatkan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Lalu Ahmad Rizkan menegaskan bahwa pemanfaatan laut perlu memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Pengembangan ekonomi biru tidak cukup berorientasi pada peningkatan aktivitas ekonomi, tetapi juga perlu menjaga ekosistem yang menopang kehidupan masyarakat pesisir.

Diskusi KoPITol NTB tersebut menempatkan potensi lokal sebagai modal pembangunan yang perlu didukung penguatan sumber daya manusia, akses pasar, pembiayaan, dan kerja sama lintas sektor. Dengan pendekatan tersebut, potensi daerah diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Berita Terkait

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda ke-98, 15 Pemuda Pelopor NTB Raih Penghargaan, Ini 5 Nama ke Seleksi Nasional
Sumpah Pemuda ke-98, Sekda NTB Soroti Kekerasan Remaja
Pascaoperasi Narkoba di Karang Bagu, Polda NTB Turun Beri Pembinaan kepada Warga
Berita ini 7 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu

Berita Terbaru