SUMBAWAPOST.com |™ Sumbawa-Puluhan Wartawan dari Empat Kabupaten/Kota se-Pulau Sumbawa mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat Profesionalisme, integritas, dan pemahaman wartawan terhadap kode Etik Jurnalistik.
Kegiatan yang berlangsung di Lantai III Kantor Bupati Sumbawa tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Perwakilan PWI Pusat, jajaran PWI NTB, Kepala Diskominfotiksandi Kabupaten Sumbawa, serta perwakilan PT AMMAN turut hadir.
Hadir pula Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, H. Djoko Tetuko; Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin; Sekretaris PWI NTB, Fahrul Mustofa; Ketua Dewan Kehormatan PWI NTB, H. Abdussyukur; dan Kepala Sekretariat PWI NTB, Arief Rachman.
Ketua PWI Kabupaten Sumbawa, Zainuddin Jen, SH., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa, PWI Pusat, PWI NTB, jajaran PWI se-Pulau Sumbawa, serta seluruh sponsor yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurut Zainuddin, OKK bukan sekadar pengenalan Organisasi, melainkan bagian dari komitmen untuk membentuk Wartawan yang Profesional, Berintegritas, dan patuh terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
Ia menegaskan, kemampuan menulis dan menyusun berita saja tidak cukup untuk menjadi Wartawan. Setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat juga harus melalui proses verifikasi dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami berharap seluruh peserta OKK dapat terus menjaga independensi pers meningkatkan kompetensinya dan terus menghadirkan karya jurnalistik yang bermanfaat tidak hanya untuk diri dan media tempatnya bernaung tapi juga bagi Masyarakat, Daerah dan Bangsa ini,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, H. Djoko Tetuko, menjelaskan bahwa OKK merupakan bagian dari upaya memperkuat organisasi PWI secara Nasional. Kegiatan ini sekaligus memperdalam pemahaman Wartawan mengenai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pascareformasi.
Dalam OKK tersebut, peserta mendapatkan 13 materi komprehensif. Materi meliputi Standar Kompetensi Wartawan (SKW) jenjang Muda, Madya, dan Utama, Kode Etik Jurnalistik, sejarah PWI, Pedoman Pemberitaan Media Siber, hingga Pedoman Pemberitaan Ramah Anak.
Menurut Djoko, keanggotaan PWI bukan sekadar persoalan berorganisasi, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab moral dan Profesional dalam menjalankan tugas Jurnalistik.
“Menjadi bagian dari PWI bukan sekadar berorganisasi, melainkan komitmen moral dan profesional untuk terus menjunjung tinggi etika, memverifikasi fakta, serta mengutamakan kepentingan publik,” tegasnya.
Materi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi wartawan untuk menghadapi tantangan jurnalistik yang semakin kompleks, terutama di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, mengapresiasi penyelenggaraan OKK PWI se-Pulau Sumbawa. Ia menilai peningkatan kompetensi wartawan penting untuk menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.
Ansori juga menekankan pentingnya sinergi yang kuat dan berkelanjutan antara pemerintah daerah dan insan pers dalam mendukung percepatan pembangunan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Tugas wartawan tidak hanya meliput, tetapi juga menjaga NKRI. Pemerintah dan wartawan perlu bersinergi karena masyarakat membutuhkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan di tengah derasnya arus informasi media sosial dan media siber,” ujarnya.
Ia menempatkan pers sebagai mitra kritis sekaligus strategis bagi Pemerintah. Menurutnya, kritik dan masukan yang disampaikan media berperan penting dalam mengawal kebijakan agar pelaksanaan pembangunan tetap berada pada jalur yang tepat.
Karena itu, hubungan antara organisasi perangkat daerah (OPD) dan media massa perlu dibangun secara terbuka, sehat, dan saling mendukung, tanpa mengabaikan fungsi pers sebagai pengawas sosial.
Melalui pelaksanaan OKK ini, para peserta diharapkan semakin memahami Prinsip-prinsip jurnalistik, memperkuat integritas dan solidaritas Organisasi, serta mampu menghasilkan pemberitaan yang akurat, berimbang, edukatif, dan mengutamakan kepentingan Publik.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











