SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melepas Kafilah NTB yang akan berlaga pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Pelepasan kafilah berlangsung di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (9/9). Hadir Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Sekda NTB Abul Chair yang juga Ketua Umum LPTQ NTB, Kepala Kanwil Kemenag NTB Zamroni Aziz, serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah.
Sebanyak 80 orang diberangkatkan NTB untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI yang berlangsung pada 11–20 September 2026. Mereka terdiri dari 56 Peserta, 2 Pendamping Disabilitas Netra, 10 Pelatih, dan 12 Ofisial.
Namun, Gubernur Iqbal Menegaskan bahwa Keikutsertaan NTB dalam MTQ Nasional tidak hanya berorientasi pada Perolehan Juara. Ia meminta seluruh Peserta meluruskan niat sebelum bertolak ke Semarang.
Menurutnya, MTQ menjadi bagian dari ikhtiar untuk menyebarkan syiar Al-Qur’an sekaligus menjadi ruang bagi para Peserta untuk Belajar dan menambah Pengalaman.
“Niat Kita bukan untuk mencari bonus, bukan untuk mencari penghargaan, dan bukan untuk mencari juara. Niat Kita adalah untuk Syiar dan Belajar,” pesan Gubernur.
Iqbal menyebut MTQ Nasional sebagai kesempatan untuk memperdalam ilmu Al-Qur’an. Para kafilah juga dapat bertemu dengan hafiz, hafizah, Qari, Qariah, Dewan Hakim, serta pegiat Al-Qur’an dari seluruh Indonesia. “Ini kesempatan Belajar yang luar biasa. Jadi Niatnya hanya Syiar dan Niat Belajar,” ujarnya.
Selain meminta Peserta Fokus pada Syiar dan Pembelajaran, Gubernur Iqbal berpesan agar Kafilah menjaga Nama baik NTB selama berada di Semarang.
Ia ingin kehadiran kafilah NTB menunjukkan bahwa tradisi kajian dan kecintaan terhadap Al-Qur’an masih hidup di Daerah ini. “Yang Kita ingin tunjukkan kepada Publik adalah bahwa kajian Al-Qur’an, pengembangan Al-Qur’an masih hidup di NTB,” katanya.
Iqbal mengatakan NTB memiliki sejarah panjang dalam ajang MTQ Nasional. Pada era 1970-an hingga 1980-an, Kafilah NTB dikenal tampil kuat.
Karena itu, ia berharap kejayaan tersebut dapat kembali dibangkitkan melalui pembinaan yang serius dan dilakukan secara berkelanjutan.
Gubernur juga mengapresiasi LPTQ NTB yang telah melakukan pemusatan latihan lebih serius tahun ini. “Belum sempurna, tetapi saya senang melihat persiapan yang sangat serius dilakukan di tengah berbagai keterbatasan,” ujarnya.
Menurut Iqbal, pembinaan kafilah tidak boleh berhenti setelah MTQ Nasional 2026 selesai. Sepulang dari Semarang, proses pembinaan harus langsung diarahkan untuk menyiapkan generasi berikutnya.
“Ini Soal Kaderisasi, Soal Pelatihan, Soal Talenta yang harus disiapkan Bertahun-tahun lamanya supaya menghasilkan Kader-kader terbaik untuk tampil di MTQ yang akan datang,” tegasnya.
Ia juga meminta dukungan Perangkat Daerah terkait untuk memastikan pembinaan LPTQ terus berlanjut. Meski kondisi fiskal masih terbatas, Iqbal meminta semangat Pembinaan tidak surut.
“Terus Kita berusaha meningkatkan pelan-pelan. Masih ada waktu untuk MTQ yang akan datang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Biro Kesra Setda NTB H. Amir melaporkan bahwa NTB mengikuti seluruh Cabang yang diperlombakan dalam MTQ Nasional XXXI, yakni 8 Cabang dan 24 Golongan.
Cabang tersebut meliputi Tilawah, Qira’at, Hafalan, Tafsir, Fahmil, Syarhil, Kaligrafi, dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.
Pemusatan Latihan Kafilah telah dilakukan secara Offline dan Online selama 38 hari sejak Juli 2026.
Selain mengirimkan Peserta, Tiga Orang asal NTB juga ditetapkan sebagai Dewan Hakim Nasional oleh Menteri Agama.
Kafilah NTB dijadwalkan berangkat menuju Semarang pada Kamis, 11 September 2026.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










