KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Organisasi KONI Pusat Eko Budi Supriyanto dalam Musorprov XIII KONI NTB 2026 di Mataram.

Kepala Bidang Organisasi KONI Pusat Eko Budi Supriyanto dalam Musorprov XIII KONI NTB 2026 di Mataram.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) XIII KONI NTB Berakhir tanpa Menghasilkan Ketua Umum Definitif. Kondisi ini Membuat KONI Pusat Mengambil alih proses Kepengurusan dan Pemilihan Ketua KONI NTB, dengan rencana menunjuk Karateker untuk menjalankan Roda Organisasi sekaligus mempersiapkan Pemilihan Ulang.

Yang menarik, di tengah proses Pemilihan Ulang tersebut, KONI Pusat memastikan Tidak ada Uang Pendaftaran bagi Calon Ketua KONI NTB.

Ketua Bidang Organisasi KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Eko Budi S, mengatakan seluruh Mekanisme Pemilihan akan kembali disusun dari awal oleh Karateker yang nantinya ditunjuk KONI Pusat.

“Dari Nol lagi, termasuk Mekanismenya semuanya akan dibuat oleh KONI Pusat, oleh Karateker yang Baru,” Kata Eko.

Eko juga membuka peluang bagi Calon yang sebelumnya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) untuk kembali Mencalonkan diri dalam proses Pemilihan berikutnya. Menurutnya, Pendaftaran dan Persyaratan Calon akan ditentukan melalui Mekanisme Baru yang disusun oleh Karateker. “Ya boleh, semuanya bisa mencalonkan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus membuka kembali peluang bagi Kandidat yang sebelumnya gagal memenuhi Persyaratan dalam Proses Musorprov XIII KONI NTB.

Selain Mekanisme Pencalonan, persoalan Biaya Pendaftaran juga menjadi perhatian. Eko memastikan tidak ada ketentuan mengenai Iang Pendaftaran bagi Calon Ketua KONI NTB.

“Enggak, selama ini Enggak ada Uang Pendaftaran,” ujarnya.

Dengan demikian, proses Pemilihan Ulang nantinya tidak disertai Pungutan Uang Pendaftaran bagi Kandidat yang ingin Mencalonkan diri.

Mengenai kapan karateker akan ditunjuk, Eko belum dapat memastikan waktunya. Namun, KONI Pusat akan segera mengambil Keputusan setelah menerima laporan resmi mengenai hasil Musorprov NTB.

“Segera, ini kan nanti akan dilaporkan. KONI Pusat segera mengambil keputusan,” katanya.

Eko memperkirakan Proses tersebut dapat dilakukan dalam waktu sekitar satu hingga dua pekan, bergantung pada Laporan dan Proses Administrasi yang diterima KONI Pusat.

“Kalau sesuai aturan bisa seminggu, dua minggu. Secepatnya lebih baik, tapi tergantung dari laporan nanti,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KONI NTB Demisioner, H Mori Hanafi, mengatakan pengambilalihan oleh KONI Pusat merupakan Konsekuensi dari Mekanisme Organisasi setelah Musorprov tidak berhasil menetapkan Calon Ketua tetap.

Mori mengakui dirinya menjadi salah satu Calon yang dinyatakan TMS bersama Lalu Muhamad Iqbal dalam Proses sebelumnya.

Baca Juga :  Serukan Pilkada Damai, Badko HMI Bali Nusra: Momen Pilkada Bukan Ajang Perpecahan

“Ya memang kan ini mekanisme yang sesuai dengan Aturan. Pada saat ini Kita melaksanakan Musorprov, kemudian tidak ada Calon Ketua tetap karena TMS. Bahwa Saya mencalonkan, Saya dianggap TMS, ya itu yang terjadi,” kata Mori.

Menurut Mori, setelah Karateker terbentuk, KONI Pusat akan kembali menjalankan Proses Pemilihan dengan membentuk Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) baru.

“Jadi kita ikuti Mekanisme yang ada. KONI Pusat nanti akan melakukan Karateker dan dia akan melaksanakan Proses Pemilihan kembali dengan membentuk TPP baru,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai peluang dirinya kembali maju, Mori belum memastikan langkahnya. Ia masih akan melihat Perkembangan serta Aspirasi para Pemilik suara, khususnya Cabang Olahraga (Cabor) Anggota KONI NTB.

“Saya akan lihat Perkembangan, melihat juga bagaimana Voter Cabor-cabor ini. Kalau memang masih banyak yang menginginkan, tentunya kita tidak bisa menolak,” katanya.

Mori menegaskan belum ingin memastikan langkah Organisasi ke depan dan menyerahkan keputusan tersebut pada perkembangan setelah karateker terbentuk.

“Tapi kita sekali lagi lihat situasinya. Saya nggak bisa memastikan seperti apa ke depan. Mudah-mudahan apa pun itu bisa yang terbaik untuk PON Indonesia Tenggara Barat, apalagi kita menghadapi PON 2028 yang NTB sebagai tuan rumah,” tandasnya.

Di sisi lain, Ketua Umum KONI Pusat yang diwakili Kepala Bidang Organisasi Eko Budi Supriyanto mengapresiasi pembinaan olahraga di NTB. Ia menilai NTB memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet berprestasi.

Salah satu buktinya adalah sprinter asal NTB, Lalu Muhammad Zohri, yang pernah menjadi juara dunia U-20 nomor 100 meter pada 2018. “NTB ini gudangnya Atlet. Jadi memang harus dikelola dengan baik,” katanya.

Menurut Eko, potensi tersebut tidak akan berkembang maksimal jika hanya mengandalkan KONI. Pembinaan membutuhkan sinergi seluruh komponen, mulai dari Pemerintah Daerah, DPRD, Dunia Usaha, Komunitas hingga Cabang Olahraga.

Ia juga menilai Penyelenggaraan PON 2028 di NTB dan NTT dapat menjadi momentum strategis untuk menggerakkan Sektor Pariwisata dan UMKM.

Namun, Eko mengingatkan pentingnya tata kelola Administrasi dan Pertanggungjawaban Anggaran. Setiap Penggunaan Anggaran Hibah Pemerintah Daerah harus dikelola secara Tertib dan Transparan agar tidak menimbulkan Persoalan Hukum.

Baca Juga :  Menteri P2MI Launching Fasilitas Lounge Khusus PPMI di Bandara Internasional Lombok

“Sekecil apapun Anggaran hibah yang dikeluarkan Pemerintah Daerah, harus jelas Pertanggungjawabannya,” tegasnya.

Eko juga mendorong KONI NTB memperkuat strategi pembinaan melalui pengembangan Sport intelligence.

Agenda PON Pantai, PON Beladiri, PON Indoor, dan PON Remaja juga perlu dipersiapkan sebagai bagian dari pemetaan menuju PON 2028.

Musorprov XIII KONI NTB dibuka Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri di Hotel Lombok Raya, Mataram, Minggu (30/8/2026).

Forum yang mengusung tema “Wujudkan Prestasi NTB Makmur Mendunia melalui Sukses Prestasi pada PON XXII Nusa Tenggara 2028” tersebut menjadi momentum evaluasi kepengurusan KONI NTB sekaligus menentukan arah Kepemimpinan dan Pembinaan Olahraga ke depan.

Menurut Wagub, status sebagai tuan rumah PON bukan pekerjaan ringan. NTB bersama NTT dan DKI Jakarta sebagai Wilayah pendukung akan menghadapi tantangan besar sehingga membutuhkan Kerjasama, Kekompakan, dan Kepemimpinan yang kuat.

“Kita harus saling memperbaiki kekurangan Masing-masing, bukan saling menjatuhkan. Soliditas KONI NTB adalah kunci utama keberhasilan Kita di tahun 2028,” tegasnya.

Di penghujung persidangan, Pimpinan Sidang Musorprov XIII KONI NTB, Ridwansyah, menyampaikan bahwa proses pemilihan Ketua Umum KONI NTB selanjutnya akan dilakukan sesuai Mekanisme dan Prosedur Organisasi yang berlaku.

“Bahwa Proses Pemilihan Ketua Umum Koni NTB Akan dilakukan sesuai Mekanisme dan Prosedur sesuai dengan Peraturan dan Mekanisme Organisasi oleh DPP Koni Pusat,” demikian disampaikan dalam forum.

Pimpinan sidang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian Musorprov XIII KONI NTB.

“Kami atas Nama Pimpinan Sidang menyampaikan Apresiasi dan Terimakasih atas Kerjasama dan Partisipasi Semua Peserta,” ujarnya.

Selanjutnya, Pataka KONI NTB diserahkan kepada KONI Pusat sebagai bagian dari proses lanjutan setelah Musorprov.

“Untuk selanjutnya atas nama Pimpinan Sidang Petaka Koni NTB Akan diserahkan ke KONI Pusat,” kata Ridwansyah.

Penyerahan tersebut kemudian diterima pihak KONI Pusat untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme organisasi.

“Saya terima Petaka KONI NTB kami Terima dan Proses selanjutnya untuk Kami Atur untuk ditindaklanjuti,” kata Ketua OKK KONI Pusat Eko.

Di saat yang sama, kepengurusan baru menghadapi Pekerjaan Besar untuk mempersiapkan NTB sebagai salah satu Tuan Rumah PON 2028.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
3.000 Orang Berebut Jadi Volunteer MotoGP Mandalika 2026, MGPA Hanya Ambil 2.500
Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Ubah Pembayaran Jasa Pelabuhan dari Manual ke Digital
Sambut Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia 2028, Sumbawa Siapkan Kekayaan Budaya Tana Samawa
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:45 WIB

KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:52 WIB

KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata

Berita Terbaru