Serukan Pilkada Damai, Badko HMI Bali Nusra: Momen Pilkada Bukan Ajang Perpecahan

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 30 Juli 2024 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost, Mataram – Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) sebentar lagi akan dilaksanakan secara serentak pada hari Rabu tanggal 27 November 2024 mendatang di seluruh daerah Indonesia salah satunya di Nusa Tenggara Barat (NTB)

Sejumlah Nama-nama tokoh lahir di berbagai daerah di NTB yang ikut kontestasi baik calon Gubernur, Wali Kota dan Bupati.

Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Bali Nusa Tenggara (Badko HMI Bali Nusra) Rahmat Jayadi Pratama menyampaikan, hal ini akan menjadi momentum sejarah bagi masyarakat NTB khususnya, lantaran dalam satu momentum masyarakat NTB bisa memberikan hak demokrasi dalam menentukan pemimpin daerah untuk lima tahun yang kedepannya.

Baca Juga :  Bendungan Batujai Disiapkan Jadi Hub Seaplane Pertama di Indonesia, Investasi Awal Capai Rp450 Miliar

“Tidak kalah menarik juga, sejumlah partai politik di tingkat Kabupaten, Kota, Maupun Provinsi kini mengeluarkan rekomendasi dan mengusung beberapa pasangan calon kepala dan wakil kepala daerah,”sebut Rahmat dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Selasa 30 Juli 2024.

Selain itu, Ketua Umum Badko HMI Bali Nusa Tenggara menegaskan, pilkada sebagai ajang adu gagasan, visi dan misinya dalam membangun NTB selanjutnya bukan saling menjatuhkan antara satu sama lain.

“Pilkada serentak adalah ajang adu gagasan, Visi dan Misi dalam membangun NTB kedepannya. Momen Pikada bukan ajang perpecahan,”katanya.

Baca Juga :  Gubernur NTB Dituding Gali Kubur untuk Bank NTB Syariah, Nasabah Angkat Bicara

Rahmat juga menghimbau, agar masyarakat NTB dapat sama-sama menjaga sikap dan saling menghargai dalam perbedaan. Perbedaan pilihan jangan jadikan alasan untuk saling menjatuhkan antara satu sama lain. Demokrasi menghendaki adanya perbedaan itu untuk bersaing secara sehat dan tetap menjaga hubungan silaturahmi dan persaudaraan.

“Mari sama-sama menjaga sikap dan saling menghargai satu sama lain dalam perbedaan pilihan, bukan untuk saling hujat menghujat dan menjatuhkan lantaran mempertahan ego ras dan suku masing-masing,”tegasnya.

Berita Terkait

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terbaru