SUMBAWAPOST.com | Kota Bima- Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Bima menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) sebagai langkah awal membentuk kader pelajar yang militan dan berkarakter.
Kegiatan ini turut dihadiri Majelis Pembina Nasional IPNU sekaligus Anggota DPRD Provinsi NTB Fraksi PKB, Akhdiansyah dalam arahannya, sosok yang akrab disapa Guru To’i itu menegaskan bahwa kekuatan organisasi terletak pada konsistensi kaderisasi dan soliditas struktur. Tanpa dua hal tersebut, organisasi dinilai akan kehilangan arah dan daya gerak.
“Fokus kita harus pada kaderisasi dan perbaikan struktur. Jika kaderisasi berjalan dengan baik, maka secara otomatis struktur organisasi akan hidup dan bergerak. Struktur bukan sekadar papan nama, tapi ruh yang digerakkan oleh kader-kader aktif,” ujar, dalam keterangan yang diterima media ini, Kamis (23/4/2026).
Akhdiansyah di hadapan puluhan peserta Makesta, Ia menekankan, kaderisasi bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan proses strategis untuk menjaga keberlangsungan gerakan. Menurutnya, organisasi yang abai terhadap pengaderan akan sulit bertahan dalam jangka panjang.
Lebih jauh, Akhdiansyah mengingatkan bahwa Makesta tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Ia menyebut forum ini sebagai gerbang awal pembentukan karakter kader IPNU-IPPNU yang berlandaskan nilai-nilai dasar organisasi.
“Makesta adalah pintu masuk bagi Rekan dan Rekanita untuk mulai belajar, berjuang, dan bertaqwa. Di sinilah mentalitas kalian ditempa untuk menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kokoh secara spiritual,” tambahnya.
Sebagai politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang lahir dari tradisi Nahdlatul Ulama, ia juga menyoroti peran strategis pelajar dalam menjaga keberlanjutan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.
Menurutnya, IPNU dan IPPNU merupakan wajah masa depan Nahdlatul Ulama dalam merawat nilai-nilai moderasi beragama di tengah dinamika sosial yang terus berubah.
“Kalian adalah wajah NU masa depan. Tugas besar kalian adalah terus memperjuangkan dan membumikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di kalangan pelajar, agar estafet kepemimpinan NU ke depan tetap berada pada garis perjuangan yang benar,” tegasnya.
Kegiatan Makesta ini diharapkan tidak hanya melahirkan kader baru secara kuantitas, tetapi juga membentuk generasi pelajar yang memiliki integritas, kapasitas, dan komitmen terhadap nilai keislaman serta kebangsaan. Regenerasi ini dinilai penting untuk memperkuat kontribusi pelajar dalam pembangunan daerah, khususnya di Kota Bima.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










