Saat Dompet Banyak Orang Menipis, Peternak NTB Justru Masih Tebal-NTP Tembus 113,54

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Lalu Amjad menghadiri rilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS NTB, Mataram.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Lalu Amjad menghadiri rilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS NTB, Mataram.

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat, kinerja subsektor peternakan di Nusa Tenggara Barat

(NTB) justru menunjukkan tren positif. Data terbaru mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor peternakan tetap berada di level aman, bahkan menguat pada Maret 2026.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Lalu Amjad, menghadiri rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang digelar di Aula Tambora Kantor Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (1/4/2026).

Dalam forum tersebut, sejumlah indikator strategis daerah dipaparkan, mulai dari inflasi, NTP, pariwisata, ekspor-impor, hingga transportasi.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat, Wahyudin, menjelaskan bahwa NTP merupakan indikator penting untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani, termasuk peternak.

Baca Juga :  Pariwisata NTB Diperkuat, KLU–KSB Satukan Langkah Bangun Kolaborasi Destinasi Unggulan

“NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani,” ujar Wahyudin dalam keterangan yang diterima media ini. Kamis (2/4/2026).

Ia menyebutkan, NTP subsektor peternakan pada Maret 2026 tercatat sebesar 113,54, atau meningkat 0,46 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

“NTP subsektor peternakan pada Maret 2026 sebesar 113,54. Hal ini menunjukkan peningkatan sebesar 0,46 dari bulan sebelumnya,” kata Wahyudin.

Baca Juga :  Bumi Tak Punya Tombol Undo, Pesan Menohok Sekda NTB soal Krisis Lingkungan

Menurut dia, capaian tersebut mengindikasikan bahwa peternak di NTB masih berada dalam posisi surplus.

“Hal ini memiliki arti bahwa peternak di Provinsi NTB mengalami surplus atau keuntungan. NTP di atas 100 mencerminkan peningkatan daya beli dan kesejahteraan peternak yang lebih baik,” ujarnya.

Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi sektor peternakan di NTB di tengah fluktuasi harga dan tekanan biaya yang terjadi di berbagai sektor ekonomi. Meski demikian, keberlanjutan tren ini tetap bergantung pada stabilitas harga, efisiensi produksi, serta dukungan kebijakan yang berpihak pada peternak.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Kasus BGN Belum Tuntas, KAHMI NTB Minta Prabowo Tekan Tombol ‘Pause’ Program MBG
Viral Isu Istri dan Ipar Dapat Jabatan Strategis, Wali Kota Bima Aji Man Buka Suara
IKA MT Al-Kahfi FKIP Unram Kembali Gelar Olimpiade Matematika ke-4 se-Bali Nusra, Pendaftaran Resmi Dibuka
10 Ribu Rumah BSPS untuk NTB, Wagub Umi Dinda Ingatkan: Data Harus Valid, Bantuan Tak Boleh Nyasar
Puluhan Tahun Organisasi Internasional Masuk NTB, Gubernur Iqbal Beberkan Penyebab Kemiskinan Belum Turun Signifikan
NGO Spanyol 8 Tahun Dampingi NTB, Jangkau 1.200 Keluarga dan Puluhan Sekolah Setiap Tahun
Kangkung Lombok Diproyeksikan Jadi Ikon Agrowisata dan Produk Unggulan Berkelas Nasional
DPKP NTB Gandeng Kemenkum Perkuat Perlindungan Indikasi Geografis Kangkung Lombok
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:49 WIB

Kasus BGN Belum Tuntas, KAHMI NTB Minta Prabowo Tekan Tombol ‘Pause’ Program MBG

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:15 WIB

Viral Isu Istri dan Ipar Dapat Jabatan Strategis, Wali Kota Bima Aji Man Buka Suara

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:08 WIB

IKA MT Al-Kahfi FKIP Unram Kembali Gelar Olimpiade Matematika ke-4 se-Bali Nusra, Pendaftaran Resmi Dibuka

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:05 WIB

10 Ribu Rumah BSPS untuk NTB, Wagub Umi Dinda Ingatkan: Data Harus Valid, Bantuan Tak Boleh Nyasar

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:45 WIB

Puluhan Tahun Organisasi Internasional Masuk NTB, Gubernur Iqbal Beberkan Penyebab Kemiskinan Belum Turun Signifikan

Berita Terbaru