PPP NTB Terbelah, Muzihir Siap PLT 3 DPC yang Tolak SK DPP

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPW PPP NTB H. Muzihir menegaskan Muscab harus segera dilaksanakan sesuai AD/ART partai di tengah polemik SK DPP PPP.

Ketua DPW PPP NTB H. Muzihir menegaskan Muscab harus segera dilaksanakan sesuai AD/ART partai di tengah polemik SK DPP PPP.

SUMBAWAPOST.com| Mataram-Dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Nusa Tenggara Barat (NTB) kian memanas. Ketua DPW PPP NTB yang juga Pimpinan DPRD NTB, H. Muzihir, menegaskan komitmennya untuk segera melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) di seluruh kabupaten/kota, termasuk dengan menunjuk Pelaksana Tugas (PLT) bagi tiga DPC yang dinilai tidak kooperatif.

Hal itu disampaikan Muzihir pada, Jum’at (5/2/2026). Ia menegaskan langkah penunjukan PLT bukan bentuk ancaman, melainkan bagian dari kewajiban organisasi sesuai AD/ART partai.

“Jadi begini, kan dia ini sudah tidak mau. Sementara saya ini kan mau muscab. Setelah saya mau mempersiapkan muscab ini, sementara kalau dia tidak mau bagaimana kita mau paksa ya artinya saya bukan ngancam. Saya mau PLT kan ketua-ketua yang tiga ini untuk persiapan Muscab. Kan muscab segara saya harus laksanakan,” tegas Muzihir.

Ia juga menegaskan bahwa masa jabatan ketua di tiga DPC tersebut telah berakhir dan tidak bisa lagi mencalonkan diri.

“Silahkan saja dia bicara yang jelas dia ini kan sudah habis masanya udah dua periode Tidak bisa lagi jadi apa-apa itu satu,” ujarnya.

Menurut Muzihir, kewajiban pelaksanaan Muscab sudah diatur tegas dalam AD/ART PPP. Setelah Muswil selesai dan SK DPW diterbitkan, maksimal tiga bulan Muscab harus sudah digelar.

“Dalam ADART setepah muktamar, setelah tiga bulan harus selesai muswil. Nah sekarang muswil sudah selesai seluruh Indonesia. Nah mulai setelah SK muswil, SK DPW sudah diterbitkan tiga bulan paling telat sudah harus selesai muscab,” jelasnya.

Baca Juga :  Banjir Wera- Ambalawi: Janji Gubernur NTB Ditagih Mahasiswa, Warga Masih Tenggelam dalam Luka

Ia menambahkan, tujuh DPC di NTB telah siap melaksanakan Muscab. Namun tiga DPC yakni Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dan Kota Bima belum menunjukkan kesiapan.

“Nah yang tiga orang ini khususnya Ketua. Itu yang mau saya usulkan ke DPP untuk di PLT kan. Supaya apa? Supaya ada panitia yang pertanggung jawab dalam Muscab itu,” katanya.

Muzihir juga menyinggung bahwa sejak awal, ketiga DPC tersebut tidak mengakui hasil Muswil maupun SK DPP terkait kepengurusan DPW PPP NTB.

“Kalau dia mau muscab sekarang saya bersyukur, silahkan siapkan muscabnya. Tapi kalau dia gak mau masa saya tunggu orang gak mau,” ujarnya.

Bahkan ia menyatakan akan membawa persoalan ini dalam forum Mukernas.

“Makanya besok, rencananya Selasa saya mau Mukernas berbicara semua ini juga. Semuanya nanti dibicarakan,” tegasnya.

Di sisi lain, tiga DPC PPP di NTB secara kompak menolak terbitnya SK DPP PPP tentang struktur personalia DPW PPP NTB. Mereka menilai SK tersebut tidak sah secara hukum dan organisasi.
Ketua DPC PPP KLU, Narsudin, menegaskan penolakannya.

“Turunnya SK DPP untuk DPW PPP NTB ini tidak sah,” kata Narsudin, Selasa (3/2).
Ia menilai SK Nomor 0013/SK/DPP/W/1/2026 yang diterbitkan 22 Januari tidak memenuhi ketentuan karena tidak ditandatangani Sekretaris Jenderal.

“Dalam setiap organisasi parpol, SK penting seperti ini harus ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekjen. Bukan oleh wakil sekjen,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al Habsyi Hadiri Rakernas PBB, Konsolidasi Nasional Matangkan Langkah Menuju Pemilu 2029

SK tersebut diketahui ditandatangani Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono dan Wakil Sekjen Jabbar Idris.

Menurut Narsudin, sebelum menggelar Muswil dan menerbitkan SK, DPP seharusnya menyelesaikan konflik internal di tingkat pusat terlebih dahulu.

“Jadi semua yang dilakukan Pak Mardiono termasuk dengan menerbitkan SK DPW PPP NTB kami anggap bejorak (main-main, Red) saja,” ungkapnya.

Sikap serupa disampaikan Ketua DPC PPP KSB, Amirudin Embeng. Ia menekankan bahwa prinsip organisasi partai bersifat kolektif kolegial.

“DPP harus tuntaskan kepengurusan dulu baru melakukan konsolidasi ke bawah. Karena apapun keputusan yang diambil selama tidak ada tanda tangan Ketum dan Sekjen maka tidak sah,” tegas Amir.

Ketua DPC PPP Kota Bima, Syafriansar, juga menilai SK tersebut tidak memiliki dasar hukum sesuai AD/ART partai.

“AD/ART aturan organisasi partai tidak pernah melegalkan tanda tangan Wakil Sekjen dalam pengambilan keputusan penting administrasi,” ujarnya.

Ia merujuk Peraturan Organisasi PPP Pasal 18 poin A yang menyebutkan bahwa SK wajib ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal.

“Semua partai juga menerapkan hal yang sama karena itu undang-undang parpol,” tegasnya.

Sementara itu, Mohammad Akri yang sebelumnya menjabat Sekwil DPW PPP NTB juga menolak SK tersebut.

“Dalam hal ini Sekjen tidak dilibatkan sama sekali. Jadi SK DPW PPP NTB ini tidak sah,” tegas Akri.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

NTB Jadi Provinsi Pertama Terapkan SPM Terintegrasi, Umi Dinda Soroti Ego Sektoral
Dari Mandalika ke Panggung Dunia, Marshal NTB Kini Dipercaya di Sepang dan Formula E
Haul ke-3 TGH Lalu Muh. Thahir Badri, Pemprov NTB Tegaskan Pesantren Benteng Spiritual dan Moral Masyarakat
Kodam XXX/Rinambora Resmi Berdiri di NTB, Iqbal: Perkuat Pertahanan dan Ekonomi Daerah
Koperasi Tambang NTB Masuk Radar KPK, Tim KPK Turun ke Diskop UKM NTB
400-an Manajer KDKMP Asal NTB, 70 Persen Ditempatkan di Luar Daerah, Rahmadin Tekankan Adaptasi Budaya
KPK Monitoring Koperasi Tambang di NTB, Rahmadin Minta Jajaran Diskop UKM NTB Siap
MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:20 WIB

NTB Jadi Provinsi Pertama Terapkan SPM Terintegrasi, Umi Dinda Soroti Ego Sektoral

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:11 WIB

Dari Mandalika ke Panggung Dunia, Marshal NTB Kini Dipercaya di Sepang dan Formula E

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Haul ke-3 TGH Lalu Muh. Thahir Badri, Pemprov NTB Tegaskan Pesantren Benteng Spiritual dan Moral Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Kodam XXX/Rinambora Resmi Berdiri di NTB, Iqbal: Perkuat Pertahanan dan Ekonomi Daerah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Koperasi Tambang NTB Masuk Radar KPK, Tim KPK Turun ke Diskop UKM NTB

Berita Terbaru