Event Rimpu Kota Bima Diusulkan Masuk KEN 2026, Kadispar Sukarno Dorong Integrasi Kebijakan Pariwisata NTB

Avatar

- Jurnalis

Senin, 22 Desember 2025 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima H. Sukarno, SH

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima H. Sukarno, SH

SUMBAWAPOST.com| Bima Kota- Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, H. Sukarno, SH, menegaskan bahwa arah pembangunan pariwisata ke depan tidak lagi cukup berbicara dalam lingkup lokal. Menurutnya, Kota Bima kini telah berada di jalur strategis Nasional bahkan Global, seiring ikhtiarnya mendorong masuknya Event Rimpu ke dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

“Selama ini banyak kegiatan kita hanya di-endorse secara lokal. Padahal, di tahun 2026 saja Kota Bima memiliki tiga event besar, salah satunya Event Rimpu. Dan juga Event Rimpu ini Kami ikhtiarkan tembus KEN 2026, Karena memang sedang proses Penilaian dan sudah lolos tahap administrasi setelah itu tahap wawancara. Sesuai jadwal inshaAllah Januari 2026 diumumkan untuk Masuk KEN atau Tidak. Kita Do’akan bersama semoga hasilnya sesuai harapan,” ujar Sukarno, saat menerima Kunjungan Dinas Kominfo Provinsi NTB dan sejumlah Forum Wartawan Parlemen (FWP) DPRD NTB, dengan Didampingi Kadis Kominfo Kota Bima Dr Muhammad Hasyim, Didampingi Kabid Kabid Kominfo Muhidin, Dinas Ketahanan Pangan yang diwakili Kabid ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Masita, di ruang Rapat Command Center Kantor Wali Kota Bima. Senin (22/12/2025).

Baca Juga :  Ditpolairud Polda NTB Gelar Patroli Laut, Jaga Perairan dari Ancaman Kejahatan dan Lindungi Ekosistem

Ia menjelaskan, dari ribuan kabupaten/kota di Indonesia, hanya 110 daerah yang lolos KEN, dan Kota Bima menjadi salah satunya lulus tahap Administrasi. Jadwal resmi pelaksanaan Event Rimpu akan diumumkan pada Januari mendatang.

Menurut Sukarno, capaian ini harus menjadi momentum untuk mengubah pola pikir seluruh pemangku kepentingan pariwisata di NTB. Ia mengaku sejalan dengan program pariwisata Gubernur NTB yang menekankan pergeseran mindset dari lokal menuju global.

“Mindset kita sudah global, tapi kita masih bicara sendiri-sendiri. Provinsi harus mensupport. Minimal Dispar Provinsi NTB mengakomodir dinas pariwisata kabupaten/kota untuk hadir dan meramaikan event, bukan untuk bekerja, tapi untuk memperkuat gaungnya,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa pariwisata tidak mengenal batas administrasi. Event di Kota Bima, kata dia, bukan hanya milik Bima semata, melainkan milik NTB bahkan Nasional.

“Event Hias dan Rimpu di Kota Bima itu bukan hanya milik orang Bima. Ada dari Dompu, Sumbawa, Lombok, dan daerah lain. Pariwisata ini tidak ada tembok pembatasnya,” jelasnya.

Baca Juga :  KPU NTB Tak Pilih Kasih: ASN Berprestasi Dapat Apresiasi, Purna Tugas Dapat Penghormatan

Sukarno juga menyoroti kelemahan utama pengelolaan pariwisata saat ini, yakni masih terkotak-kotaknya antar Dinas Pariwisata di Kabupaten/Kota. Ia menilai kondisi ini justru menghambat percepatan Promosi dan Konektivitas Destinasi.

“Saya harap jangan biarkan Dinas Pariwisata yang seharusnya tidak bertembok justru jadi bertembok. Kita bisa membesarkan Mandalika dari Rimpu ini, tidak bisa Kota Bima saja dan seterusnya,” katanya.

Ia bahkan mengusulkan langkah konkret agar kolaborasi bisa terwujud, mulai dari inisiatif lintas Dinas hingga intervensi langsung Gubernur NTB.

“Kalau perlu Pak Gubernur perintahkan saja, ada acara di Kota Bima, kirim 5-10 pegawai dari kabupaten/kota lain. Begitu juga sebaliknya. Dari situ bisa jadi embrio kerja sama yang kuat,” ujarnya.

Sukarno menyampaikan harapan agar konektivitas pariwisata antarwilayah di NTB segera dibangun secara serius. Dengan nada bercanda pada kesempatan tersebut ia menyebut kondisi saat ini menjadi alasan munculnya wacana Pulau Sumbawa ingin ‘merdeka’.

“Ini soal koneksi yang belum kita bangun. Kalau pariwisata kita solid, semua bisa menikmati dampaknya,” pungkasnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Kangkung Lombok Diproyeksikan Jadi Ikon Agrowisata dan Produk Unggulan Berkelas Nasional
DPKP NTB Gandeng Kemenkum Perkuat Perlindungan Indikasi Geografis Kangkung Lombok
Keluar dari Zona Merah Stunting Tak Mudah, Ini Kendala yang Dihadapi Pemkab Lotim
Lotim dan KLU Masih Zona Merah Stunting, Wagub NTB dan TP PKK Turun Tangan
TNI dan Warga Kompak Bangun Jembatan Aramco di Lombok Utara di Tengah Minimnya Dukungan
BKN Restui Perombakan Besar Birokrasi NTB, Jabatan ASN Berbasis Kompetensi Bukan Kedekatan
Asyik Nongkrong di Lapangan Karijawa, Dua Pemuda Dompu Diamankan Polisi, Ternyata Ini Penyebabnya
Karya Jurnalistik dan Fotografi Jadi Penutup Porwada PWI NTB 2026, Ini Daftar Pemenang Terbaik
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:21 WIB

Kangkung Lombok Diproyeksikan Jadi Ikon Agrowisata dan Produk Unggulan Berkelas Nasional

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:10 WIB

DPKP NTB Gandeng Kemenkum Perkuat Perlindungan Indikasi Geografis Kangkung Lombok

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:47 WIB

Keluar dari Zona Merah Stunting Tak Mudah, Ini Kendala yang Dihadapi Pemkab Lotim

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:54 WIB

Lotim dan KLU Masih Zona Merah Stunting, Wagub NTB dan TP PKK Turun Tangan

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:41 WIB

TNI dan Warga Kompak Bangun Jembatan Aramco di Lombok Utara di Tengah Minimnya Dukungan

Berita Terbaru