1.813 Anak di Bima Berisiko Stunting

Avatar

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 16:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima- Pemerintah Kabupaten Bima terus memperkuat langkah nyata dalam percepatan penurunan stunting. Melalui kolaborasi lintas sektor, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta sejumlah OPD terkait, menggelar Rapat Koordinasi/Rembug Stunting Tingkat Kabupaten Bima Tahun 2025 pada Senin (6/10/2025) di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Bima.

Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, yang hadir didampingi para asisten, Kepala DP3AP2KB Nurdin, S.Sos, Kepala Dinas Kesehatan Fahrurrahman, SE., M.Si, serta Kabid Sosbud DPMD, menegaskan bahwa Rembug Stunting memiliki arti strategis dalam mewujudkan pembangunan manusia yang berkualitas.

“Stunting bukan hanya isu kesehatan, tetapi masalah pembangunan jangka panjang yang berpengaruh terhadap kualitas generasi penerus bangsa,” tegas dr. Irfan di hadapan para camat dan kepala puskesmas yang turut hadir.

Baca Juga :  Kejati NTB Gandeng Densus 88, Radikalisme Anak Diburu dari Ruang Digital

Dalam kesempatan tersebut, Wabup yang hadir bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bima, Ny. Hj. Anita H. Irfan, menambahkan bahwa stunting tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya, dampak stunting terhadap kesehatan dan daya saing sumber daya manusia sangat serius dan memerlukan penanganan komprehensif.

“Kita tidak bisa menyepelekan stunting. Ini masalah mendasar yang menyangkut masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bima, Nurdin, S.Sos, dalam laporannya mengungkapkan bahwa Kabupaten Bima berhasil menurunkan angka keluarga berisiko stunting secara signifikan dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data tahun 2022-2024, tercatat penurunan sebesar 52,95 persen.

Baca Juga :  Suara Lembut Tekat Baja, Anggota DPRD NTB Nadirah Al-Habsyi Siap Bangun Sekretariat NU Dompu 2026

Adapun pada tahun 2025, pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting terdiri dari ibu hamil, calon pengantin, dan balita telah mencapai 92,48 persen.

“Dari total 1.813 anak berisiko stunting, sebanyak 1.521 anak telah mendapatkan pendampingan orang tua asuh selama tiga bulan berturut-turut. Selain itu, terdapat 162 Kampung Keluarga Berkualitas yang telah menjalankan program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT),” jelas Nurdin.

Sebagai bentuk komitmen bersama, Wakil Bupati Bima bersama seluruh OPD terkait turut menandatangani nota kesepakatan dalam Rembug Stunting Tahun 2025. Langkah ini menjadi simbol sinergi lintas sektor dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Bima, sekaligus mempertegas tekad daerah untuk membangun generasi sehat dan unggul di masa depan.

 

Berita Terkait

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan
Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat
NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda ke-98, 15 Pemuda Pelopor NTB Raih Penghargaan, Ini 5 Nama ke Seleksi Nasional
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan

Berita Terbaru