Wagub NTB Sentil Tradisi Merarik Kodeq: ‘Adat Itu Penting, Tapi Kalau Rugikan Anak Harus Kita Evaluasi’

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 29 Juli 2025 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP, secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (DPD IKAL Lemhannas) NTB di Gedung Ibnu Sina INKES YARSI Mataram, Senin (28/7).

Kegiatan ini dirangkai dengan seminar serta bedah buku berjudul “Problematika Merarik Kodeq, Tradisi atau Jalan Tengah”. Tema tersebut mengangkat isu penting terkait praktik adat Sasak yang belakangan menuai perhatian publik, khususnya dari sisi hukum, perlindungan anak, dan masa depan generasi perempuan.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi kepada para alumni Lemhannas NTB yang telah memprakarsai forum tersebut.

“Saya merasa bangga hadir di forum yang digagas para alumni Lemhannas NTB yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk aktivis dan akademisi yang peduli memberikan kontribusi nyata terhadap permasalahan daerah, terutama yang berkaitan dengan adat dan budaya,” ujarnya.

Baca Juga :  HUT Dompu Ke-210, Wagub NTB Umi Dinda Tampil Anggun dan Sampaikan Pesan Menyentuh

Wakil Gubernur menegaskan bahwa tantangan pembangunan saat ini semakin beragam, mulai dari transformasi ekonomi, dinamika sosial budaya, polarisasi informasi, hingga ancaman terhadap jati diri kebangsaan.

“Saya berharap forum ini melahirkan rumusan program kerja yang tajam, kontekstual, dan dapat diaplikasikan. Terutama untuk memperkuat ketahanan sosial, wawasan kebangsaan, serta karakter generasi muda NTB,” tegasnya.

Indah Dhamayanti juga mengapresiasi tema yang diangkat dalam seminar dan bedah buku mengenai Merarik Kodeq, sebuah tradisi dalam budaya Sasak yang kerap menimbulkan pro dan kontra.

Merarik Kodeq merupakan bagian dari identitas budaya kita. Namun kita tidak boleh menutup mata bahwa praktik ini memiliki sisi kontroversial, terutama bila dilihat dari aspek hukum dan perlindungan anak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Lihat Langsung MotoGP Mandalika 2024, Presiden Disambut Kapolri dan Panglima TNI bersama Kapolda NTB

Ia menilai penting adanya pendekatan yang dialogis dan terbuka dalam menyikapi tradisi lokal. Tidak semua adat, lanjutnya, harus dipertahankan jika bertentangan dengan prinsip kemanusiaan, hak asasi, dan pendidikan.

Di akhir sambutannya, Wakil Gubernur mengajak para alumni Lemhannas untuk memperkuat peran sebagai agen perubahan, penjaga moral publik, sekaligus mitra strategis pemerintah daerah.

“Saya percaya para alumni Lemhannas memiliki kapasitas untuk menjembatani nilai-nilai kebangsaan dengan dinamika lokal. Mari kita perkuat komitmen bersama demi mewujudkan pembangunan NTB yang berkeadilan, inklusif, dan berakar pada kearifan lokal,” pungkasnya.

Berita Terkait

Diduga Telantarkan Istri Usai Jadi Ajudan Bupati, Polisi di Bima Sepakat Cerai Usai Disidang
Hardiknas 2026, Guru PPPK Paruh Waktu NTB di Era Iqbal-Dinda Dapat Insentif Rp500 Ribu
Dipaksakan dan Tak Sah, Subhan Bongkar Dugaan Kejanggalan Muscab PPP Dompu
PPP NTB Bergejolak, Marga Harun Sebut Muscab Dompu Tak Sah dan Bermasalah
Iqbal Libatkan Buruh di ‘Dapur Perda’, Skema PMI Disiapkan Putus Kemiskinan, Umi Dinda Ingatkan Ini
NTB ‘Sesak Napas,’ Badko HMI Bali-Nusra Bongkar Ketimpangan di Balik Mimpi Makmur Mendunia
Polisi di Bima Diduga Telantarkan Istri, Ajukan Cerai Usai Jadi Ajudan Bupati
Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:57 WIB

Diduga Telantarkan Istri Usai Jadi Ajudan Bupati, Polisi di Bima Sepakat Cerai Usai Disidang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:23 WIB

Hardiknas 2026, Guru PPPK Paruh Waktu NTB di Era Iqbal-Dinda Dapat Insentif Rp500 Ribu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:55 WIB

Dipaksakan dan Tak Sah, Subhan Bongkar Dugaan Kejanggalan Muscab PPP Dompu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:32 WIB

PPP NTB Bergejolak, Marga Harun Sebut Muscab Dompu Tak Sah dan Bermasalah

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:48 WIB

Iqbal Libatkan Buruh di ‘Dapur Perda’, Skema PMI Disiapkan Putus Kemiskinan, Umi Dinda Ingatkan Ini

Berita Terbaru