Lapar Membawa ke Lapas: Kisah Perempuan Muda Sumbawa Jual Motor Pinjaman Demi Bertahan Hidup di Mataram

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 31 Mei 2025 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Tindakan nekat dilakukan oleh seorang perempuan muda berinisial AW (21), warga Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Demi memenuhi kebutuhan hidup, ia nekat menjual sepeda motor yang dipinjam melalui temannya. Aksinya terbongkar, dan kini ia harus berurusan dengan pihak kepolisian. AW ditangkap oleh Tim Resmob Polresta Mataram pada Rabu (28/05/2025) kemarin di depan Mal Epicentrum, Kota Mataram.

Peristiwa ini bermula pada 21 Mei 2025, saat seorang pria asal Kota Mataram melaporkan kehilangan sepeda motornya. Motor tersebut sebelumnya dipinjam oleh temannya berinisial R alias Oqem. Namun, bukan Oqem yang menggunakannya, melainkan diserahkan kepada AW, yang kemudian menjualnya tanpa seizin pemilik.

Baca Juga :  Datang Ngadu Sebagai Korban, Pulang Diborgol: Pelapor Curanmor Dompu Ternyata Tersangka

Dari hasil penyelidikan, pihak kepolisian menemukan bahwa AW menawarkan sepeda motor itu melalui akun Facebook. Ia berhasil menarik minat seorang calon pembeli, dan keduanya sepakat melakukan transaksi di depan SPBU Kopang, Lombok Tengah. Sepeda motor tersebut dijual dengan harga Rp2,5 juta.

“Setelah menerima laporan, tim segera melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa AW adalah pelaku yang menjual motor tersebut. Kami amankan dia saat berada di depan Epicentrum,” ungkap Kanit Ranmor Sat Reskrim Polresta Mataram, Iptu M. Taufik, SH.dalam keterangan yang diterima media ini, Sabtu (31/05).

Baca Juga :  Mencuri IPhone Rekan Satu Kos di Mataram, Mahasiswi Asal Lombok Timur Diancam 7 Tahun Penjara

Dalam proses pemeriksaan, AW mengakui perbuatannya. Ia mengungkapkan bahwa tindakan tersebut dilakukan atas arahan dari Oqem, teman dekatnya dari kampung halaman di Sumbawa. Keduanya disebut mengalami kesulitan ekonomi selama tinggal di Mataram.

“Saat itu saya kepepet. Saya butuh uang untuk biaya hidup. Oqem pinjamkan motor dan bilang kalau bisa dijual atau digadai, yang penting bisa dapat uang. Karena itu, saya nekat,” ngaku AW kepada penyidik.

AW menambahkan bahwa setelah transaksi selesai dan uang diterima, ia menyadari kesalahannya. Namun, semuanya sudah terlanjur.

Berita Terkait

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
Berita ini 431 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terbaru