Gubernur Iqbal Kirim Pejuang NTB ke Jepang, Disuntik Semangat Samurai: Jangan Lupa Pesan Ini, Bung!

Avatar

- Jurnalis

Senin, 19 Mei 2025 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram –
Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, secara resmi membuka kegiatan Rekrutmen dan Seleksi Peserta Pemagangan ke Jepang Tahun 2025 sekaligus melepas para peserta Magang ke Jepang Tahun 2024. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Tambora, BPSDM Provinsi NTB, pada Senin (19/5).

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para peserta, baik yang akan diberangkatkan tahun ini maupun yang sedang menjalani proses seleksi untuk keberangkatan tahun depan. Ia menekankan bahwa peserta magang ke Jepang bukan sekadar tenaga kerja, melainkan representasi bangsa dan daerah di kancah internasional.

“Kalian adalah Duta Besar. Teman-teman, anak-anakku sekalian, kalian adalah duta besar Indonesia di sana. Duta besar NTB di Jepang. Jadi pastikan berperilaku yang pantas. Tunjukkan bahwa kalian orang disiplin. Orang Jepang paling jatuh hati pada orang disiplin, karena mereka sendiri sangat disiplin,” pesan Gubernur.

Ia mengingatkan bahwa perilaku peserta selama berada di Jepang akan menjadi tolok ukur penilaian masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Bila terjadi pelanggaran, hal itu dapat berdampak negatif terhadap kebijakan Jepang terhadap warga Indonesia di masa mendatang.

Baca Juga :  Sawah 300 Hektar di Wera Gagal Disiram 8 Bulan Setelah Banjir, Ketahanan Pangan NTB Dipertanyakan

Lebih lanjut, Gubernur Iqbal mengingatkan agar peserta tidak hanya mengejar penghasilan semata. Ia berharap program ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar dan menyerap nilai-nilai positif dari budaya Jepang, khususnya soal etos kerja dan kedisiplinan.

“Ukurannya bukan hanya uang, tapi tingkah lakumu, attitudemu, perilakumu. Semangat Bushido-nya dari orang Jepang itu harus kalian dapatkan. Jadi harus jadi orang yang berbeda. Ilmunya ini, nilai-nilainya dan norma-norma Jepang ini harus dipelajari,” tegasnya.

Gubernur juga memberikan perhatian pada masa pasca-magang. Ia mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan dan pemanfaatan pengalaman kerja sebagai bekal membangun masa depan.

“Purna magang ini harus diperhatikan betul. Jangan sampai berangkat dalam keadaan sudah, pulang susah seri kedua. Jadi pulangnya harus menyelesaikan masalah sosial. Kita harus siapkan tempat-tempat di mana mereka bisa menginvestasikan hasil pekerjaannya ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Hingga Juli 2024, Polda NTB Tangani 72 Kasus Kejahatan Terhadap Anak

Sebagai tindak lanjut, Gubernur menginstruksikan Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, agar berkoordinasi dengan Bank NTB Syariah dan BPR NTB dalam menyusun skema pendanaan, baik untuk keberangkatan maupun pengembangan usaha peserta setelah kembali dari Jepang.

Menutup sambutannya, Gubernur mengajak para peserta untuk percaya diri dan bangga sebagai warga negara Indonesia. Ia menegaskan bahwa Indonesia kini sedang menuju puncak kejayaan global, dan para pemuda NTB adalah bagian penting dari perjalanan itu.

“Berdiri tegak, gagah. Jangan merasa inferior, jangan datang ke Jepang sebagai orang terjajah. Datang ke Jepang sebagai temannya orang Jepang, sahabatnya orang Jepang. Jadi berdiri sejajar dengan orang Jepang. Dia membutuhkan kita, sama seperti kita membutuhkan dia. Kita sama-sama saling membutuhkan,” pungkas Gubernur.

 

Berita Terkait

DPW PBB NTB Bantah Pembekuan, Sebut SK Cacat Hukum, Kepengurusan Nadirah Tetap Jalan
Sidang Gratifikasi DPRD NTB Disorot, TGH Najamudin Minta Gubernur dan Eks Sekda Dihadirkan sebagai Saksi 
Soal Dana Siluman DPRD NTB, TGH Najamudin Sebut Sumber Gratifikasi Justru dari Kebijakan Gubernur NTB
Sidang Dana ‘Siluman’ DPRD NTB Dinilai Melenceng, TGH Najamudin: Kasus Sudah Lari dari Substansi
Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat
Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri
TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram
Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 15:33 WIB

DPW PBB NTB Bantah Pembekuan, Sebut SK Cacat Hukum, Kepengurusan Nadirah Tetap Jalan

Selasa, 21 April 2026 - 13:28 WIB

Sidang Gratifikasi DPRD NTB Disorot, TGH Najamudin Minta Gubernur dan Eks Sekda Dihadirkan sebagai Saksi 

Selasa, 21 April 2026 - 13:05 WIB

Soal Dana Siluman DPRD NTB, TGH Najamudin Sebut Sumber Gratifikasi Justru dari Kebijakan Gubernur NTB

Selasa, 21 April 2026 - 12:10 WIB

Sidang Dana ‘Siluman’ DPRD NTB Dinilai Melenceng, TGH Najamudin: Kasus Sudah Lari dari Substansi

Minggu, 19 April 2026 - 18:32 WIB

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat

Berita Terbaru