SUMBAWAPOST.com, Mataram- Gelombang dukungan terhadap pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Pulau Sumbawa kian menguat. Delapan anggota DPRD NTB dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat dan satu orang dari Dapil VI secara tegas menyatakan komitmennya mendorong percepatan pemekaran wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya mendukung terbentuknya Provinsi Sumbawa, namun Muhammad Amirullah, anggota DPRD NTB Dapil VI dari Partai Amanat Nasional (PAN), menyentil keras minimnya keberpihakan tokoh nasional terhadap aspirasi masyarakat Pulau Sumbawa.
“Bicara Pemekaran terlebih dahulu siapa ‘bapak asuh’ kita. Harus ada figur yang benar-benar menaungi,” tegasnya. Senin (5/5).
Ia bahkan menyindir keras kiprah Wakil Ketua DPR RI tiga periode, Fahri Hamzah. “Dia pernah jadi pimpinan DPR, tapi kontribusinya apa ke daerahnya sendiri? Jangan hanya omong-omong,” sentil Amirullah.
Senada dengan itu, H. Syamsul Fikri, S.Ag., M.Si. dari Partai Demokrat (Dapil NTB V) menegaskan bahwa perjuangan pemekaran bukanlah bentuk kebencian terhadap masyarakat Lombok.
“Tidak ada marginalisasi, tidak ada kebencian. Tapi ini soal potensi dan hak untuk mengelola sendiri,” katanya.
Ia membeberkan sederet tokoh Pulau Sumbawa yang telah menembus panggung kekuasaan NTB sebagai bukti bahwa masyarakat Sumbawa tidak termarjinalkan. Namun, perjuangan pemekaran tetap penting demi memaksimalkan potensi besar daerah, termasuk tambang dan ketahanan pangan.
Tak kalah lantang, Iwan Panjidinata, SE dari Fraksi Gerindra mengobarkan semangat kolektif.
“Saya bersama masyarakat terus berjuang. Saat kampanye 2024, saya bersama Dr. Supratman Andi Agtas yang kini Menteri Hukum dan HAM berkomitmen membantu pembentukan PPS. Sekarang saatnya kami menagih janji itu,” serunya.
Sembilan Pendekar legislator NTB dari Dapil V yang solid mendukung DOB Provinsi Pulau Sumbawa adalah: Salman, Iwan Panjidinata, Sambirang Ahmadi, Abdul Rahim, Nurdin, Asaat Abdullah, Syamsul Fikri, dan Rusli Manawari dan juga Dapil NTB VI yakni Muhammad Amirullah.
Mereka percaya bahwa dengan kebersamaan, konsistensi, dan tekanan politik yang tepat, cita-cita lama membentuk Provinsi Pulau Sumbawa bukan lagi mimpi, tetapi tinggal menunggu waktu.










