Jambret Sial Asal Lombok Tengah di Kota Mataram: Jatuh di Simpang 5, Dihajar Warga, Diselamatkan Polisi

Avatar

- Jurnalis

Senin, 14 April 2025 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Aksi nekat seorang pria berinisial M alias Dan (28), warga Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, nyaris berujung maut setelah tertangkap basah menjambret di kawasan Simpang 5 Ampenan, Jumat malam 10 April 2025.

Pelaku merampas tas milik seorang wanita yang sedang dibonceng temannya di depan SPBU Pelembak, Jalan Adisucipto. Usai melakukan aksinya, pelaku sempat kabur, namun apes menimpanya motor yang dikendarai oleng dan ia terjatuh di Simpang 5 Ampenan. Warga yang mendengar teriakan “copet” langsung mengepung dan menghajarnya hingga babak belur.

Beruntung, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Ampenan yang sigap merespons laporan warga tiba di lokasi tepat waktu dan berhasil menyelamatkan pelaku dari amukan massa. Pria itu langsung diamankan dalam kondisi penuh luka.

Baca Juga :  Kabid SMK Dikbud NTB Hasil Mutasi Awal Tahun Kini di OTT Menjelang Akhir Tahun 2024

“Sekitar pukul 19.00 Wita, pelaku memepet korban dan menarik paksa tas berisi ponsel serta dokumen penting. Teman korban spontan mengejar, hingga pelaku jatuh di Simpang 5. Warga yang mendengar teriakan langsung membantu mengepung,” jelas Kanit Reskrim Polsek Ampenan, Iptu Lalu Arfi K.R., SH. Sabtu 11 April 2025.

Tak hanya mengamankan pelaku, polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa tas korban. Di hadapan petugas, pelaku mengakui perbuatannya dan kini tengah menjalani proses pemeriksaan intensif di Mapolsek Ampenan.

Baca Juga :  Ibu Muda Ditemukan Tewas oleh Anak- Suami Bunuh Istri Diduga Utang dan Gosip, Terancam 15 Tahun Penjara

“Pelaku sudah kami tahan. Ia dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Proses hukum sedang berjalan,” tegas Iptu Arfi.

Polsek Ampenan juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap tindak kejahatan jalanan dan tidak main hakim sendiri saat menangkap pelaku.

“Percayakan sepenuhnya pada proses hukum. Kita semua ingin keadilan ditegakkan tanpa harus melalui kekerasan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat
Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri
TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram
Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan
Di Hadapan RKB-WRKB Pulau Lombok, Wagub NTB Serukan Gotong Royong: Bangun Daerah dari Kita, Oleh Kita, untuk Kita
Ribuan Warga Bima Padati UIN Mataram, Ketua RKBPL Dorong Ekonomi Mandiri Berbasis Gotong Royong
Qori Cilik Juara Internasional Tampil, Halalbihalal dan Pelepasan Jamaah Calon Haji RKB Pulau Lombok Kian Khusyuk
KONI NTB Rapatkan Barisan, Matangkan Slot Atlet dan Nomor Unggulan Jelang Porprov 2026
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:32 WIB

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat

Minggu, 19 April 2026 - 18:05 WIB

Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri

Minggu, 19 April 2026 - 15:13 WIB

TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram

Minggu, 19 April 2026 - 14:01 WIB

Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan

Minggu, 19 April 2026 - 13:24 WIB

Di Hadapan RKB-WRKB Pulau Lombok, Wagub NTB Serukan Gotong Royong: Bangun Daerah dari Kita, Oleh Kita, untuk Kita

Berita Terbaru

Terlihat Terduga Pelaku bersama Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan seorang ayah di Desa Tamansari, Lombok Barat.

Hukum & Kriminal

Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri

Minggu, 19 Apr 2026 - 18:05 WIB