Polemik Panas Proyek Embung: Pimpinan DPRD NTB Vs Ketua Komisi IV, Saling Serang, Saling Tuduh

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 21 Maret 2025 - 12:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram–Proyek embung senilai Rp1,9 miliar di Lombok Timur memicu ketegangan di DPRD NTB. Pimpinan DPRD NTB, H. Muzihir, dengan tegas mempertanyakan alasan pengusutan proyek yang bahkan belum memasuki tahap survei. Ia menilai permintaan tersebut sebagai sesuatu yang janggal.

“Aneh kalau proyek ini diminta diusut, padahal survei saja belum dilakukan, apalagi pengerjaannya. Ini proyek tahun 2025, masih dalam tahap perencanaan,” ujar Muzihir saat merespons pernyataan Ketua Komisi IV DPRD NTB, Hamdan Kasim, dalam sebuah grup WhatsApp pewarta DPRD NTB pada 21 Maret 2025.

Namun, di sisi lain, sebelumnya Ketua Komisi IV DPRD NTB, Hamdan Kasim, Kamis 20 Maret 2025, justru bersikeras bahwa proyek ini bermasalah dan harus dihentikan sebelum anggaran negara terbuang percuma.

Baca Juga :  Kaesang Lantik Pengurus PSI NTB, Target Dua Kursi DPR RI 2029 dan Perkuat Basis hingga Desa

“Jika proyek ini hanya untuk kepentingan segelintir orang dan tidak benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, maka lebih baik dihentikan saja,” tegas Hamdan dalam keterangannya kepada media.

Embung atau Proyek Akal-akalan?

Proyek ini kian disorot setelah kelompok masyarakat GERAK NTB menemukan indikasi kuat bahwa embung-embung yang direncanakan tidak efektif. Mereka menuding proyek ini hanya formalitas tanpa manfaat nyata bagi masyarakat.

Masing-masing embung disebut menghabiskan anggaran Rp190 juta, tetapi fungsinya dipertanyakan.

“Ini seperti rumah bocor yang cuma ditampung pakai baskom. Tidak menyelesaikan masalah. Harusnya ada aliran air besar yang benar-benar bisa mengatasi kekeringan di Lombok Selatan,” ujar Hamdan dengan nada geram.

Ia menegaskan bahwa anggaran sebaiknya dialihkan ke sektor yang lebih berdampak, seperti pembangunan irigasi, usaha tani, subsidi pupuk, atau penciptaan lapangan kerja.

Baca Juga :  Di Bawah Kepemimpinan Kapolda NTB Hadi Gunawan, Pos Terpadu Polairud Akhirnya Berdiri di Sambelia

“Jika benar proyek ini hanya orientasi proyek semata, saya rekomendasikan dihentikan. Bahkan, pihak berwenang harus turun tangan mengusut proyek ini,” tambahnya.

Kejaksaan Mulai Bergerak!

Ketegangan ini akhirnya menarik perhatian Kejaksaan Negeri Lombok Timur. Kasi Pidsus, Ida Bagus Putu Swadharma Putra, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai proyek embung ini dan siap melakukan penelusuran lebih lanjut.

“Kami akan pelajari dulu. Jika ada data tambahan dari masyarakat, silakan serahkan ke kami,” ungkapnya.

Berdasarkan data LPSE Satker Balai Pengelolaan Sumber Daya Air dan Hidrologi Wilayah Sungai Pulau Lombok, proyek embung ini tersebar di 10 lokasi dengan total nilai anggaran mencapai Rp1,9 miliar.

 

Berita Terkait

Polisi Sisir Kampung Narkoba Karang Bagu Mataram, 19 Pria Diamankan, 4,74 Gram Sabu Disita
PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat
Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya
Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks
Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga
NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya
Investor Arab Saudi Lirik Sembalun untuk Vila Ramah Muslim, Wagub NTB Gandeng MUI Perkuat Wisata Halal
UMKM Kerajinan Lombok Binaan Disperindag NTB Kantongi Kerja Sama Rp9 Miliar dengan Australia di TEI 2026
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:53 WIB

Polisi Sisir Kampung Narkoba Karang Bagu Mataram, 19 Pria Diamankan, 4,74 Gram Sabu Disita

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:54 WIB

PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga

Berita Terbaru

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Menghadiri Kegiatan Silaturahmi Pemikiran dan Tasyakur Satu Tahun Matadata Institute di Mataram.

Pemerintahan

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Okt 2026 - 12:00 WIB