ITDC Kelola 1.545 Hektare Kawasan Pariwisata Strategis Nasional, Mandalika Jadi yang Terluas

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasan The Mandalika di Nusa Tenggara Barat yang menjadi bagian dari total 1.545 hektare lahan yang dikelola ITDC sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional.

Kawasan The Mandalika di Nusa Tenggara Barat yang menjadi bagian dari total 1.545 hektare lahan yang dikelola ITDC sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional.

SUMBAWAPOST.com|™ Jakarta- PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC saat ini mengelola total sekitar 1.545 hektare kawasan pariwisata strategis nasional yang tersebar di tiga destinasi unggulan Indonesia. Pengelolaan lahan tersebut menjadi salah satu aset penting dalam pengembangan industri pariwisata dan penguatan investasi nasional.

Luas lahan yang dikelola ITDC tersebut mencakup kawasan wisata kelas dunia yang terus dikembangkan secara terintegrasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.

Plt Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan bahwa pengelolaan kawasan ini merupakan mandat strategis perusahaan sebagai BUMN pariwisata.

“Kembalinya status Persero semakin mempertegas peran ITDC sebagai BUMN yang memiliki mandat strategis dalam mengembangkan destinasi pariwisata kelas dunia sekaligus mengoptimalkan pengelolaan aset negara melalui pendekatan yang profesional dan berkelanjutan,” ujar Ahmad Fajar.

Baca Juga :  Hari ini Bang Zul Hadiri Undangan di 10 Titik, Salah Satunya Pembukaan Presean di Lombok Tengah 

Mandalika Paling Luas Capai 1.175 Hektare

Dari total 1.545 hektare lahan yang dikelola, kawasan The Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi yang paling luas dengan total sekitar 1.175 hektare.

Kawasan ini menjadi fokus pengembangan sport tourism dan event internasional yang terus mendorong pertumbuhan investasi serta kunjungan wisatawan ke NTB.

Selain Mandalika, ITDC juga mengelola The Nusa Dua di Bali seluas sekitar 350 hektare serta The Golo Mori di Nusa Tenggara Timur seluas sekitar 20 hektare. Ketiga kawasan ini menjadi portofolio utama pengembangan destinasi wisata nasional berbasis kawasan terpadu.

ITDC menilai pengelolaan total 1.545 hektare kawasan pariwisata ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem investasi yang kuat di sektor pariwisata.

Baca Juga :  1.166 Posbankum Berdiri di NTB, Iqbal: Bukti Negara Hadir di Desa, Urusan Hukum Tak Perlu Jauh ke Pengadilan

Pengembangan kawasan dilakukan melalui pendekatan master developer dan asset manager, yang mencakup perencanaan kawasan, pembangunan infrastruktur, pengelolaan aset, hingga penciptaan peluang investasi.

Dengan luas lahan yang signifikan tersebut, ITDC optimistis dapat terus memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan Ekonomi Nasional.

Perubahan status ITDC menjadi Persero yang berlaku sejak 10 Juni 2026 juga menjadi penguat kelembagaan dalam mengelola kawasan strategis tersebut secara lebih profesional dan berkelanjutan.

Ke depan, ITDC menegaskan komitmennya untuk terus menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, inovasi, serta keberlanjutan dalam setiap pengembangan kawasan wisata.

Dengan total pengelolaan 1.545 hektare lahan pariwisata strategis, ITDC menempatkan diri sebagai salah satu motor utama pengembangan destinasi wisata unggulan Indonesia di mata dunia.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?
300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya
Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus
Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus
Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores
Gempa M7,7 Flores Terasa hingga Bima: Rumah, Masjid hingga Gudang Bulog Rusak, Warga Luka
270 ASN dari 30 OPD NTB Lupa Jadi Pejabat, Mendadak Jadi Atlet, Ini Cabornya
HUT ke-81 RI, Wagub NTB Ajak ASN Lepas Penat dan Perkuat Persaudaraan
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:23 WIB

300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores

Berita Terbaru

Dr. Ufran, Ketua Bagian Hukum Pidana FHISIP Universitas Mataram (Unram), Penulis artikel Puluhan Tahun Perang Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Hukum & Kriminal

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agu 2026 - 22:05 WIB

Sejumlah Titik di Kota Bima dan Kabupaten Bima Dilaporkan Terdampak Gempa M7,7 yang Berpusat di Wilayah Flores, NTT, Sabtu (15/8/2026). BPBD NTB melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan di lapangan.

Pemerintahan

Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:18 WIB