Bupati Dompu Pamerkan Busana Muna Pa’a: Bukti Nyata Cinta Budaya Lokal

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 19 Maret 2025 - 03:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Dompu – Bupati Dompu, Bambang Firdaus (BBF), membuat gebrakan mengejutkan. Dengan penuh kebanggaan, ia mengungkapkan telah memesan dan menjahit empat setel pakaian adat Muna Pa’a jauh hari sebelumnya. Langkah ini bukan sekadar simbolis, melainkan bukti nyata komitmen seorang pemimpin dalam melestarikan budaya warisan leluhur.

“Saya telah memesan 4 setel pakaian Muna Pa’a sejak lama! Ini bukan hanya pakaian, tetapi identitas dan kebanggaan kita!” ujar BBF dengan penuh semangat pada Rabu, 19 Maret 2025.

Baca Juga :  ASN BerAKHLAK Jadi DNA Baru Birokrasi, Gubernur NTB Miq Iqbal Dorong Transformasi Kinerja

Bukan tanpa alasan, pemesanan ini dilakukan langsung kepada penjahit lokal terampil di Kabupaten Dompu, yang menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya. Muna Pa’a bukan hanya sekadar pakaian adat, tetapi lambang kejayaan dan karakter khas masyarakat Dompu.

Menariknya, Bupati Dompu juga mengajak jajaran pemerintah daerah, termasuk Wakil Bupati, untuk turut serta mengenakan Muna Pa’a dalam berbagai kesempatan resmi. Dengan begitu, Muna Pa’a bisa semakin dikenal luas, tidak hanya di Dompu, tetapi juga di kancah nasional!

Baca Juga :  Gubernur NTB Miq Iqbal Bingung dan Curhat: Usia Hampir 67 Tahun, Kok Masih Masuk 10 Termiskin?

“Ini adalah saatnya kita tunjukkan kepada dunia bahwa budaya Dompu itu luar biasa. Mari kita lestarikan dan banggakan Muna Pa’a,” tegas BBF.

Dengan aksi nyata ini, mampukah Muna Pa’a menjadi tren budaya yang mendunia? Yang jelas, Bupati Dompu telah memberi contoh, dan kini giliran masyarakat untuk turut serta dalam gerakan besar pelestarian budaya ini.

 

Berita Terkait

Rp277 Miliar Masuk Kas Pemkab Bima, Bupati Ady Mahyudi Ungkap Uangnya Mau Dipakai Apa
Wagub NTB Tegaskan Satpol PP Harus Tegas Tanpa Arogan, Seragam Ini Adalah Marwah Pemerintah
IKA Unram Dorong Anak Muda NTB Berani Jadi Pengusaha, Ratusan Pelajar Ikuti Panggung Inspirasi Bisnis
Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata
Paradoks “No Viral, No Justice”
Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’
Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut
Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II
Berita ini 177 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Rp277 Miliar Masuk Kas Pemkab Bima, Bupati Ady Mahyudi Ungkap Uangnya Mau Dipakai Apa

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:15 WIB

Wagub NTB Tegaskan Satpol PP Harus Tegas Tanpa Arogan, Seragam Ini Adalah Marwah Pemerintah

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:22 WIB

IKA Unram Dorong Anak Muda NTB Berani Jadi Pengusaha, Ratusan Pelajar Ikuti Panggung Inspirasi Bisnis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Paradoks “No Viral, No Justice”

Berita Terbaru

Dr. Ufran, SH., MH., Ketua Departemen Hukum Pidana FHISIP Unram, menyoroti Paradoks “No Viral, No Justice” dan Pengaruh Viralitas Media Sosial Terhadap Perhatian Publik Serta Penegakan Hukum

Hukum & Kriminal

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agu 2026 - 15:07 WIB