Wamen PKP Fahri Hamzah Bongkar Masalah Perumahan: Data Amburadul, Kawasan Kumuh Tak Terurus

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 16 Maret 2025 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Jakarta– Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, menyoroti kondisi perumahan di Indonesia yang masih jauh dari kata layak. Ia menegaskan bahwa tanpa data yang valid, perencanaan yang matang, dan keterlibatan serius dari berbagai pihak, masyarakat akan terus terjebak dalam lingkaran permukiman kumuh.

“Masalah utama kita adalah data yang amburadul. Kalau mau selesaikan masalah rumah rakyat, kita butuh sistem yang jelas, bukan sekadar wacana,” tegas Fahri, yang juga politisi Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia.

Dalam upaya mencari solusi konkret, Kementerian PKP menggelar pertemuan strategis dengan Guru Besar Infrastruktur UGM, Danang Parikesit, serta melakukan diskusi dengan Islamic Development Bank (IsDB), yang diwakili oleh delegasi pimpinan Amer Bukvic.

Baca Juga :  3 Pejabat Bappenda Lombok Tengah Jadi Tersangka Korupsi PPJ, Negara Rugi Rp1,8 Miliar

Kementerian PKP mengapresiasi komitmen IsDB dalam membantu penyediaan rumah layak, namun Fahri menegaskan bahwa perhatian harus difokuskan pada penataan kawasan kumuh di pesisir, bantaran sungai, pinggir rel, dan sekitar pasar tradisional.

“Jangan sampai kita hanya membangun rumah baru, tapi kawasan kumuh tetap tak tersentuh. Ini soal keadilan sosial,” ujarnya.

Lebih jauh, Fahri menyoroti lemahnya sistem pendataan rumah tak layak huni di Indonesia. Ia mengusulkan agar Ketua RT dilibatkan langsung sebagai validator yang mendata kondisi rumah warganya.

Baca Juga :  Polisi Bima Bongkar Jaringan Sabu: 3 Pengedar Diciduk, 6,58 Gram Diamankan di Gudang Pupuk

“Siapa lagi yang lebih tahu kondisi warganya kalau bukan Ketua RT? Kita butuh kejujuran dan akurasi, bukan sekadar angka di atas kertas,” ungkapnya dengan nada tegas.

Di penghujung hari, Fahri menghadiri buka puasa bersama Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI). Ia mengingatkan bahwa sektor swasta harus ikut bertanggung jawab, bukan sekadar mencari keuntungan.

“Pemerintah tak bisa bekerja sendirian! Pengembang juga harus punya nurani, jangan hanya mikir bisnis,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Hakim Ungkap Alasan Vonis Bebas Anggota DPRD NTB Hamdan Kasim Cs di Kasus Program Desa Berdaya
Hakim Bebaskan Hamdan Kasim Cs, Dugaan Gratifikasi DPRD NTB ‘Tak Terbukti’
Dana BTT APBD NTB 2025 Rp484 Miliar Tak Tersentuh LHP BPK, Legislator PDIP Desak Audit Investigatif
Di Tengah Normalisasi Tambang, Ekonomi NTB Tumbuh 7,41 Persen
PMI NTB Salurkan 106.500 Liter Air Bersih ke 6.027 Warga di 20 Titik, Siaga El Nino
40 Cabor Bulat Dukung Mori Hanafi Kembali Pimpin KONI NTB, Ini Alasannya
Link and Match Jadi Strategi Gubernur Iqbal Tekan Pengangguran Lulusan SMK di NTB
Anemia hingga Batu Ginjal Dominasi Penyakit Pasien Rujukan Bima-Dompu ke RSUD NTB
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Hakim Ungkap Alasan Vonis Bebas Anggota DPRD NTB Hamdan Kasim Cs di Kasus Program Desa Berdaya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Hakim Bebaskan Hamdan Kasim Cs, Dugaan Gratifikasi DPRD NTB ‘Tak Terbukti’

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Dana BTT APBD NTB 2025 Rp484 Miliar Tak Tersentuh LHP BPK, Legislator PDIP Desak Audit Investigatif

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Di Tengah Normalisasi Tambang, Ekonomi NTB Tumbuh 7,41 Persen

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:59 WIB

PMI NTB Salurkan 106.500 Liter Air Bersih ke 6.027 Warga di 20 Titik, Siaga El Nino

Berita Terbaru

Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M., menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS) mengenai pertumbuhan ekonomi NTB Triwulan II Tahun 2026 di Mataram, Rabu (5/8/2026).

Bisnis & Ekonomi

Di Tengah Normalisasi Tambang, Ekonomi NTB Tumbuh 7,41 Persen

Rabu, 5 Agu 2026 - 17:26 WIB