SUMBAWAPOST.com, Mataram– Kecelakaan tragis yang merenggut nyawa karyawan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) pada Rabu, 5 Maret 2025, mengguncang publik. Anggota DPRD NTB dari Fraksi Partai Golkar, Hamdan Kasim, mengecam keras insiden ini dan menuntut PT AMNT segera menghentikan sementara operasional eksplorasi di kawasan Dodo Rinti, Kecamatan Moyo Hulu, Sumbawa Besar.
“Kalau sudah seperti ini, PT AMNT harus tutup sementara! Audit semua armada yang mereka miliki, jangan sampai yang tidak layak tetap beroperasi,” tegas Hamdan pada jum’at, 8 Maret 2025.
Hamdan menyoroti lemahnya aspek keselamatan kerja di perusahaan tambang raksasa ini. Ia menilai, dengan skala internasional yang diemban PT AMNT, seharusnya keselamatan pekerja menjadi prioritas utama, bukan diabaikan hingga memakan korban jiwa.
“Seharusnya, bus yang tak layak jangan sampai beroperasi! Akibatnya, kecelakaan ini terjadi dan merenggut dua nyawa,” ujarnya geram.
Lebih lanjut, Hamdan menuntut PT AMNT bertanggung jawab penuh atas tragedi ini. Ia menegaskan bahwa ucapan belasungkawa saja tidak cukup. Perusahaan harus memberikan perhatian lebih terhadap hak-hak korban dan keluarganya.
“Saya peringatkan, PT AMNT jangan cuci tangan! Jangan beralibi bahwa kecelakaan ini terjadi di luar kawasan mereka,” serunya lantang.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi dunia pertambangan di Indonesia. Keamanan dan keselamatan pekerja harus menjadi prioritas, bukan sekadar formalitas.










