Krisis PAD, PANSUS DPRD Kabupaten Bima Desak Bupati Evaluasi Total OPD 

Avatar

- Jurnalis

Senin, 10 Maret 2025 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bima kian merosot tajam dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini memicu sorotan tajam dari Panitia Khusus (PANSUS) DPRD Kabupaten Bima dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2024.

PANSUS menilai, jika situasi ini terus dibiarkan tanpa langkah konkret, Kabupaten Bima bisa menghadapi krisis fiskal serius yang berdampak langsung pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, Bupati dan Wakil Bupati Bima didesak segera melakukan evaluasi total terhadap kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama yang bertanggung jawab dalam mengelola pendapatan daerah.

PANSUS DPRD: PAD Terus Merosot, Harus Ada Langkah Nyata.

Sekretaris PANSUS, Irwan, SH, yang juga merupakan Duta Partai Gelora, menyampaikan keprihatinannya terkait penurunan drastis PAD.

“PAD kita terus merosot! Ini bukan sekadar angka di laporan keuangan, tapi berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. PANSUS menilai langkah tegas harus segera diambil untuk menyelamatkan kondisi keuangan daerah,” tegas Irwan dalam keterangannya kepada media ini, Senin 10 Meret 2025.

Baca Juga :  Senator Mirah Midadan Fahmid Desak Bapanas: Stop Food Waste, Selamatkan Perut Rakyat

Menurut Sekretaris PANSUS, jika tidak ada tindakan nyata, Kabupaten Bima akan terjebak dalam krisis fiskal yang semakin dalam. Karena itu, PANSUS mendesak Pemkab Bima segera melakukan reformasi di berbagai sektor dengan beberapa langkah strategis berikut:

1. Evaluasi Total dan Optimalisasi Sumber PAD

Pemkab Bima harus membongkar kelemahan dalam sistem pengelolaan pendapatan dan mengidentifikasi sektor-sektor yang belum tergarap secara maksimal. Kebijakan pajak dan retribusi daerah juga perlu dikaji ulang agar lebih efektif dan tidak membebani masyarakat.

2. Bongkar Kinerja OPD Pengelola Pendapatan

PANSUS menekankan pentingnya audit menyeluruh terhadap OPD yang mengelola PAD. Apakah ada kelalaian? Adakah potensi penyalahgunaan anggaran?

Selain itu, aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di sektor pendapatan daerah harus diberikan pelatihan khusus agar lebih profesional dan memiliki integritas tinggi dalam pengelolaan keuangan daerah.

3. Digitalisasi dan Transparansi Total

Salah satu masalah utama dalam penurunan PAD adalah potensi kebocoran dan kurangnya transparansi dalam pemungutan pajak serta retribusi daerah.

Baca Juga :  Tim Kaisar Hitam Polres Bima Kota Gulung Pengedar Sabu Asal Langgudu

“Tanpa sistem digital yang transparan, celah korupsi akan terus terbuka! Kami mendesak Pemkab Bima segera menerapkan sistem digital dalam pengelolaan PAD untuk mencegah kebocoran yang merugikan masyarakat!” tekan Irwan.

4. Gali Sumber PAD Baru

Pemkab Bima tidak bisa terus-menerus bergantung pada sumber PAD yang itu-itu saja! Kabupaten Bima memiliki potensi besar di sektor pariwisata, usaha mikro, dan industri kreatif. Sayangnya, hingga saat ini, potensi tersebut masih terabaikan dan belum dimanfaatkan secara maksimal.

PANSUS menuntut Pemkab Bima lebih agresif menjalin kerja sama dengan investor dan mengoptimalkan aset daerah yang selama ini terbengkalai.

Pemkab Bima Harus Bergerak Sekarang

PANSUS menegaskan bahwa rekomendasi ini bukan sekadar catatan di atas kertas. Pemkab Bima harus segera mengambil langkah nyata untuk meningkatkan PAD. Jika tetap diam, konsekuensi buruknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat!

“Kami tidak ingin melihat Kabupaten Bima terus tertinggal. Jika rekomendasi ini tidak dijalankan, jangan salahkan kami jika nantinya DPRD mengambil langkah lebih keras!” pungkas Irwan.

Berita Terkait

Ketua Badko HMI Bali-Nusra Sentil Fenomena Banjir Pujian untuk Sari Yuliati: Rakyat NTB Butuh Bukti, Bukan Sekadar Tepuk Tangan
Ketua DPRD Isvie Pasang Badan untuk Sari Yuliati: Jangan Hapus Jejak Pengabdian yang Sudah Dirasakan Rakyat NTB
Brigpol Anhar Disanksi karena Terbukti Telantarkan Istri, Bupati Bima Dinilai Melindungi Ajudannya
DPRD NTB Sahkan Perubahan Perda Pajak dan Retribusi, Potensi PAD Bertambah Rp160 Miliar
PBB NTB Datangi KPU, Dinamika Kepengurusan hingga Aturan Baru Pemilu 2029 Jadi Sorotan
Ketua DPRD Isvie Rupaeda: Kebangkitan Nasional Jangan Berhenti Jadi Seremoni, NTB Harus Bangkit dari Kemiskinan hingga Krisis Moral
Menteri Ara Puji Terobosan BSN di NTB, Kredit Rumah Kini Lebih Berpihak ke Rakyat Kecil
Truk Molen Diduga Over Tonase Hancurkan Jalan Selong Belanak, APPM-NTB Kecam dan Siap Hadang Jalan
Berita ini 174 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:10 WIB

Ketua Badko HMI Bali-Nusra Sentil Fenomena Banjir Pujian untuk Sari Yuliati: Rakyat NTB Butuh Bukti, Bukan Sekadar Tepuk Tangan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:30 WIB

Ketua DPRD Isvie Pasang Badan untuk Sari Yuliati: Jangan Hapus Jejak Pengabdian yang Sudah Dirasakan Rakyat NTB

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:49 WIB

Brigpol Anhar Disanksi karena Terbukti Telantarkan Istri, Bupati Bima Dinilai Melindungi Ajudannya

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:45 WIB

DPRD NTB Sahkan Perubahan Perda Pajak dan Retribusi, Potensi PAD Bertambah Rp160 Miliar

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:03 WIB

PBB NTB Datangi KPU, Dinamika Kepengurusan hingga Aturan Baru Pemilu 2029 Jadi Sorotan

Berita Terbaru