SUMBAWAPOST.com, Mataram – Keterbatasan anggaran tak menyurutkan semangat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam menjaga dan memperkuat demokrasi.
Ketua Bawaslu NTB, Itratip, menegaskan bahwa era digital harus menjadi senjata utama dalam meningkatkan edukasi politik dan partisipasi masyarakat.
“Yang perlu kita siasati ke depan adalah bagaimana mengembangkan demokrasi lewat siber,” ujar Itratip, saat dihubungi media ini lewat WhatsApp, Rabu (27/02/2025).
Menurutnya, pemanfaatan ruang digital adalah solusi paling efektif untuk menyebarkan informasi dan memperkuat kesadaran politik masyarakat, terutama saat menghadapi kebijakan efisiensi anggaran.
Itratip juga menegaskan bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan penguatan demokrasi menurun.
“Efisiensi jangan jadi alasan kita tidak melakukan penguatan demokrasi kepada masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Aktivis HMI Cabang Mataram ini, mendorong pemanfaatan teknologi untuk pendidikan politik yang lebih luas dan tanpa biaya.
“Pemanfaatan ruang digital adalah strategi cerdas. Kita bisa melakukan pendidikan politik secara gratis dengan jangkauan luas. Tidak ada alasan untuk berdiam diri,” tambahnya.
Selain itu, Itratip juga mengajak kantor-kantor Bawaslu di seluruh NTB untuk menjadi pusat diskusi bagi pemuda dan mahasiswa, sehingga menjadi wadah bagi generasi muda dalam memperjuangkan demokrasi.
“Apalagi kita masih punya kantor dan kantor bisa dijadikan sebagai rumah pergerakan bagi pejuang dan penguatan demokrasi. Bawaslu harus memastikan negeri ini tetap negara hukum, bukan negara kesewenangan,” pesannya kepada Bawaslu Kabupaten/Kota di NTB.










