Ratusan Anggota Polisi Amankan Aksi Mahasiswa ‘Indonesia Gelap’ Didepan Kantor DPRD NTB, Bawa 7 Tuntutan

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 21 Februari 2025 - 12:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Polresta Mataram terjunkan ratusan Personil Pengamanan aksi unjuk rasa ‘Indonesia Gelap’ oleh Gabungan organisasi dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai Perguruan tinggi di NTB yang berlangsung di depan Kantor DPRD Provinsi NTB, Kamis (20/02/2025). Aksi ini salah satunya merespon Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD TA 2025.

Dalam pengamanan tersebut Kepolisian Resor Kota Mataram menurunkan 358 personil gabungan dari Polresta dan Polsek Jajaran. Sebelum pelaksanaan Tugas Pengamanan segenap Personil terlibat melakukan Apel kesiapan guna mendengar beberapa arahan yang harus diperhatikan saat menjalankan tugas pengamanan.

Kabagops Polresta Mataram kepada awak media menyampaikan tugas pengamanan Dekonsentrasi seperti ini sudah menjadi tugas rutin di Polresta Mataram. Selaku ibu kota Provinsi, kota Mataram menjadi sering terjadi aksi unjuk rasa diberbagai lembaga. Oleh karena itu untuk memberikan pengawalan agar aksi unjuk rasa berjalan lancar serta kenyamanan masyarakat tidak terganggu Polresta Mataram tetap akan memberikan Pengamanan dengan menerjunkan persinil sesuai jumlah peserta unjuk rasa.

“Kali ini kita menurunkan 358 personil pengamanan unjuk rasa di Depan Kantor DPRD NTB mengingat jumlah peserta cukup banyak dan terdiri dari sejumlah BEM dari berbagai universitas,” sebut Kabagops Polresta Mataram Kompol I Gede Sumandra Khartiawan.

Baca Juga :  Dihadiri Perwakilan Seluruh Indonesia, Eksplorasi Warisan Nusantara Digelar di NTB, Catat Tanggal dan Tempatnya

Ia menjelaskan secara garis besar aksi tersebut menyuarakan tentang kebijakan pemerintah yang menurut mahasiswa belum memiliki dampak positif terhadap rakyat, salah satunya anggaran pendidikan agar proporsional dimana kesejahteraan guru harus diutamakan serta biaya pendidikan yang disesuaikan dengan pendapatan masyarakat bawah, serta efesiensi anggaran yang menurut peserta aksi akan membawa dampak buruk bagi masyarakat.

“Pengamanan yang kita berikan ini yang utama demi kelancaran Aksi sehingga apa yang me jadi tuntutan tersampaikan dengan baik. Kemudian untuk memberikan kelancaran aktivitas masyarakat lainnya maka pengamanan tentu sangat dibutuhkan, “jelasnya.

Kompol I Gede Sumandta menyampaikan terimakasih kepada masyarakat dan terutama peserta Dekonsentrasi yang telah melaksanakan kegiatan aksi dengan penuh tertib sehingga berjalan sesuai harapan semuanya.

Kordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB, Fardan mengatakan, mahasiswa melihat pemangkasan anggaran yang dilakukan pemerintahan Prabowo-Gibran tidak berpihak ke rakyat. Mahasiswa menuding tidak dipangkasnya anggaran Kementerian pertahanan dan Polri supaya negara bisa membungkam gerakan mahasiswa. “Efisiensi anggaran polisi yang harus dilakukan,” kata Fardan.

Saat berorasi, beberapa pendemo membakar keranda mayat Prabowo-Gibran sebagai bentuk protes mahasiswa. Mahasiswa mendesak agar Ketua DPRD NTB turun menemui massa aksi. “Kami ingin ketua DPRD untuk kami. Setiap kami datang ke DPRD selalu tidak menemui kami,” kata mahasiswa dalam orasinya.

Baca Juga :  Wagub NTB Umi Dinda Gercep! Buka Bazar Pangan Murah untuk Redam Kenaikan Harga Jelang Lebaran

Dalam aksi tersebut tersebut membawa tujuh tuntutan yakni:

1. Tinjau Kembali instruksi presiden nomor 1 tahun 2025, kembalikan anggaran pendidikan dan kesehatan ke pagu awal! Naikkan anggaran pendidikan, terutama dana operasional PTN, PTN-BH, PTS, dan beasiswa! Perluas akses pendidikan tinggi kepada anak klas buruh dan kaum tani yang selama ini dihalangi oleh biaya pendidikan yang tinggi! Hadirkan sarana-prasarana pendidikan berkualitas, buka seluas-luasnya ruang demokrasi, dan selesaikan masalah kekerasan seksual dalam dunia pendidikan!
2. Tolak Program Makan Bergizi Gratis (karena menghabiskan banyak anggaran)
3. Hentikan pembahasan RUU Sisdiknas, hentikan transformasi PTN-BLU menjadi PTN- BH, cabut UU PT, Permendikbud ristek nomor 2 tahun 2024 dan semua peraturan turunan yang melanggengkan liberalisasi,komersialisasi dan privatisasi pendidikan!
4. Jamin kesejahteraan guru, dosen, dan tenaga kependidikan dengan upah dan tunjangan layak, serta jaminan kerja!
5. Hentikan pelibatan aparat bersenjata dalam ruang sipil! Tolak militerisasi melalui pembangunan KODAM baru dan peningkatan anggaran militer-kepolisian, yang akan digunakan untuk melancarkan perampasan tanah rakyat!
6. Wujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratis, bervisi kerakyatan dan mengabdi pada rakyat
7. Wujudkan reforma agraria sejati dan industrialisasi nasional.

Berita Terkait

Polda NTB Ungkap 7 Kasus BBM dalam Sepekan, 7 Orang Jadi Tersangka, 4.419 Liter Pertalite Disita
NasPol NTB Minta Dugaan Anomali Pokir DPRD Rp120 Miliar Dibuka ke Publik
Perdana di KSB, Pilkades Serentak 21 Desa Gunakan E-Voting
Wakapolda NTB Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Mataram, Cegah Kemacetan Pagi
Kota Mataram Juara Umum Festival LASQI NTB 2026, Wagub Umi Dinda Soroti Regenerasi
Puluhan Wartawan se-Pulau Sumbawa Ikuti OKK PWI, Kompetensi dan Etika Jurnalistik Diperkuat
Bawaslu NTB Jadi Tamu Pertama di Kantor Baru DPW PKB saat Konsolidasi Demokrasi
Bawaslu NTB Ingatkan PKB Siapkan Kepengurusan dan Kantor untuk Verifikasi Pemilu
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Polda NTB Ungkap 7 Kasus BBM dalam Sepekan, 7 Orang Jadi Tersangka, 4.419 Liter Pertalite Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:45 WIB

NasPol NTB Minta Dugaan Anomali Pokir DPRD Rp120 Miliar Dibuka ke Publik

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:13 WIB

Perdana di KSB, Pilkades Serentak 21 Desa Gunakan E-Voting

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Wakapolda NTB Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Mataram, Cegah Kemacetan Pagi

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:19 WIB

Kota Mataram Juara Umum Festival LASQI NTB 2026, Wagub Umi Dinda Soroti Regenerasi

Berita Terbaru

Panitia Pelaksana Melakukan Proses Identifikasi dan Verifikasi Pemilih Menggunakan Sistem E-voting Dalam Pilkades Serentak di 21 Desa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Pemerintahan

Perdana di KSB, Pilkades Serentak 21 Desa Gunakan E-Voting

Senin, 26 Okt 2026 - 12:13 WIB