SUMBAWAPost, Jakarta – Komitmen peralihan dari era digitasi, digitalisasi sampai transformasi digital terus menjadi upaya pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan terlebih bagi jam’iyyah/organisasi Nahdlatul Ulama.
PBNU dan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menginisiasi agenda Pelatihan yang bertajuk Digital Leadership Academy mulai tanggal 21-26 Juli 2024 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan KOMINFO RI Jakarta Barat. Agenda yang dibuka langsung secara resmi oleh Menteri KOMINFO RI Budi Arie Setiadi, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf dan beberapa mitra strategis PROSPERA Australia dan JICA Jepang.
Peserta Program Pelatihan DLA 2024 yang diselenggaran oleh PBNU dan KEMKOMINFO RI berasal dari PBNU, Banom NU dan delegasi PWNU se-Indonesia. 22 Juli 2024.
Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf terkait dengan program DLA 2024 ini adalah sebagai upaya PBNU yang dimana merupakan organisasi dengan basis jamaah yang sangat besar berdasarkan survey 56% masyarakat Indonesia mengaku NU atau hampir 180 juta jiwa mengaku NU. Inilah sebabnya NU kita dorong untuk melakukan transformasi digital secara terus menerus guna dapat me-manajemen jamaah yang begitu besar secara efektif.
“PBNU terus berupaya melakukan transformasi digital. Inilah alasan kita melaksanakan program Digital Leadership Academy yang secara langsung bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Menurut survey hampir 56% masyarakat Indonesia mengaku NU, artinya ada sekitar 180 juta masyarakat Indonesia mengaku NU. Ini yang harus kita butuh manajemen melalui transformasi digital untuk mendata dan melayani jamaah yang jumlahnya sangat besar.” tegas Ketua Umum PBNU.
Selain itu juga Gus Yahya sapaan akrabnya menyampaikan komitmennya bahwa mulai Agustus yang akan datang sudah tidak ada lagi pemakaian kertas-kertas, semua pelayanan administrasi di internal NU harus digital.
“Kami punya komitmen bahwa bulan Agustus tidak lagi pemakaian kertas-kertas untuk semua layanan di internal NU. Kita harus siap dengan visi NU-DIGDAYA (Digitalisasi Data dan Pelayanan),” terang Gus Ketua Umum.
Disisi yang sama Ketua PWNU NTB Prof. H. Masnun Tahir turut memberikan respon terkait program DLA 2024 yang digagas PBNU dan KEMKOMINFO RI tersebut. Menurutnya agenda pelatihan DLA 2024 sangat wajib mendapatkan apresiasi, karena itu merupakan kegiatan inovatif dalam rangka membangun ekosistem digital di institusi NU kita ini. Pilihan kita sekarang ini adalah Digital atau Ditinggal ( al-rukmanah aw almatruukah).
“Atas nama Ketua PWNU NTB, alhamdulillah sangat merespon baik program Digital Leadership Academy 2024 yang diselenggarakan oleh PBNU dan KEMKOMINFO RI. Luar biasa bagi kami agenda ini. Tentu ini sangat wajib mendapatkan apresiasi dari semua kalangan, termasuk internal NU. Karena ini adalah langkah yang inovatif untu membangun dan menata ekosistem digital di institusi NU kita ini. Pilihan kita sekarang ini adalah Digital atau Ditinggal ( al-rukmanah aw almatruukah).” ungkap Ketua PWNU NTB melalui via Whatsapp.
Lebih lanjut Prof. H. Masnun Tahir menyampaikan bahwa PWNU NTB dalam rangka mempersiapkan NU-Digdaya bisa berkontribusi mengirim delegasinya yaitu Fathurrahman untuk dapat diharapkan menjadi koordinator NU-Digdaya PWNU NTB.
“Alhamdulillah kami dari PWNU NTB bisa mengirim delegasi atas nama Fathurrahman, yang kita harapkan mampu menjadi koordinator untuk NU-Digdaya PWNU NTB.” kata Ketua PWNU NTB.










