SUMBAWAPost, Dompu– Bakal Calon Wakil Bupati Dompu Syirajuddin, SH terus mendatangi dan menghadiri acara silaturahmi dan undangan dari masyarakat di Kabupaten Dompu NTB.
Dalam kunjungannya, Syirajuddin menerima beragam aspirasi, kritik, sekaligus masukan dari para petani di wilayah Kabupaten Dompu.
Syirajuddin menyebut, aspirasi yang paling banyak disampaikan para petani adalah terkait kelangkaan kebutuhan pokok pertanian dan harga jual hasil pertanian.
Salah satu contohnya, kelangkaan pupuk. Syirajuddin menilai jika hal ini sudah berlangsung bertahun-tahun, dan pemerintah belum memberikan solusi yang terbaik.
“Menurut warga, soal pertanian pemerintah harus betul-betul fokus ditangani dengan baik, tidak hanya Fokus, tapi harus rajin turun temui petani agar dapat membuat suatu keputusan yang tepat pro petani, bukan berarti berdasarkan laporan bawahan, yang kadang-kadang kasih laporan asal buat atasan senang dan hanya mementingkan untung rugi,” ungkap Syirajuddin, usai menghadiri acara silaturahmi di salah satu Desa di Kecamatan Manggelewa Dompu. Kamis 4 Juli 2024.
Selain itu, Syirajuddin menyebut, peranan pemerintah terhadap sektor pertanian masih sangat kurang.
“Hampir semua Desa dan Kecamatan di Kabupaten Dompu yang saya kunjungi, para petani mengeluhkan intervensi pemerintah terhadap kebutuhan petani berkaitan dengan kelangkaan obat-obatan, bibit dan stabilitas harga komoditi,”kata Syirajuddin.
Untuk mengatasi masalah ini, Syirajuddin berjanji akan menyampaikan hal itu kepada Pemerintah Daerah, dan memperjuangkan lewat Dana Pokir Anggota DPRD NTB.
“Kedepannya pemerintah harus membuat sebuah terobosan baik dukungan lewat anggaran, Lewat regulasi yang pro terhadap petani kita, dan membetuk sebuah satgas untuk memastikan agar tidak ada mafia harga dan lain sebagainya, agar petani kita bisa merasakan kehadiran pemerintah dan dukungan terhadap petani,”ungkapnya.
Terakhir, Ketua Komisi I DPRD NTB ini juga mendorong pemerintah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan bantuan sarana prasarana bagi para Patani dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).










