Ketua Komisi II DPRD NTB Ingatkan: Pariwisata Bukan Hanya Mandalika, Sape sampai Ampenan Harus Terintegrasi

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 23 September 2025 - 14:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Ketua Komisi II DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Pelita Putra, S.H., menegaskan bahwa pengembangan pariwisata NTB tidak boleh hanya berfokus pada kawasan Mandalika, tetapi harus terintegrasi dengan destinasi lain dari ujung Sape hingga Ampenan.

“Kalau itu saya sepakat. Tetapi yang tidak boleh terlupakan adalah bagaimana kemudian membangun wisata NTB ini tidak semata hanya Mandalika, tetapi harus terintegral dengan daerah wisata mencakup NTB baik dari ujung Sape sampai Ampenan,” tegas Pelita didepan sejumlah wartawan, Selasa (23/9).

Menurutnya, penanganan persoalan pariwisata tidak bisa dibebankan hanya pada Dinas Pariwisata, melainkan membutuhkan keterlibatan banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia mencontohkan pentingnya peran Dinas Perdagangan, Koperasi, hingga UKM dalam menopang industri wisata.

Baca Juga :  Tak Tergoyahkan, Prof. Masnun Tahir Kembali Pimpin UIN Mataram, Ketua DPW PBB NTB: Sosok Visioner

“Kalau mau membangun pariwisata harus dipikirkan juga bagaimana konsep dalam RPJMD terkait dengan keterhubungan antara daerah wisata yang lain. Faktor-faktor pendukung seperti fasilitas umum dan sarana prasarana juga harus diperhatikan,” jelasnya.

Politisi senior ini menegaskan, koordinasi lintas sektor merupakan pekerjaan besar yang seringkali terdengar mudah diucapkan, tetapi sulit dijalankan. Oleh karena itu, DPRD pun ikut terlibat aktif sejak era TGB dengan melahirkan berbagai regulasi penopang kepariwisataan.

Baca Juga :  Dana Siluman DPRD NTB: KOMPAK NTB Tuding Gubernur Iqbal Diduga Otak Intelektual

“Misalnya, lahirnya Perda No. 2 Tahun 2016 tentang Pariwisata Halal. Lalu yang terbaru adalah Perda No. 3 Tahun 2025 tentang Kepariwisataan yang menekankan keterlibatan kearifan lokal, ketersediaan sarana prasarana, dan pariwisata berkelanjutan,” kata Pelita.

Ia menekankan, pariwisata harus menjadi program yang terintegrasi dengan sektor unggulan lainnya, termasuk pertanian dan ketahanan pangan sebagaimana tertuang dalam RPJMD NTB.

“Untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai tentu tidak bisa melupakan intervensi anggaran. Bagaimana mau bekerja kalau kemudian intervensi anggarannya tidak ada. Jadi sekali lagi ini adalah kerja besar untuk mengembalikan dunia pariwisata NTB,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan
Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat
NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda ke-98, 15 Pemuda Pelopor NTB Raih Penghargaan, Ini 5 Nama ke Seleksi Nasional
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan

Berita Terbaru