SUMBAWAPOST.com, Mataram- Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi,
Mewakili Pimpinan mengukuhkan Tim Koordinasi Daerah Revitalisasi Pelatihan Vokasi (TKDV) serta menyusun tugas dan fungsi tim di Aula Rapat Disnakertrans NTB, Senin (16/12/2024).
Pada kesempatan tersebut, Putu Aryadi menyampaikan, Tim ini sebenarnya telah dibentuk dari awal tahun 2024 dan bertanggung jawab untuk menyusun kerangka kerja revitalisasi pelatihan vokasi di NTB.
“Fokus utama adalah merancang pelatihan berbasis kebutuhan industri dan potensi daerah, seperti sektor pariwisata, pertanian, peternakan, dan ekonomi kreatif. Selain itu, tim juga bertugas memastikan keberlanjutan program vokasi melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi,”katanya.
Menurutnya, Pelatihan vokasi merupakan salah satu strategi meningkatkan kualitas tenaga kerja di NTB.
“Tim ini dibentuk sebagai upaya untuk memastikan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja serta mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor formal,”ungkapnya.
Berdasarkan data statistik, mayoritas angkatan kerja di NTB masih berada di sektor informal.
“Saat ini, sekitar 70 persen tenaga kerja kita berada di sektor informal. Ke depan, kita harus mendorong peningkatan penyerapan di sektor formal dengan target menjadi 50 persen,”sebut Gede Putu Aryadi,
Sektor informal yang dominan dapat menjadi rentan terhadap guncangan ekonomi. Oleh karena itu, sambung ia, revitalisasi pelatihan vokasi diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.
Selain itu, penting mendorong pelaku UMKM di sektor informal untuk berekspansi ke sektor formal.
“Sektor informal, seperti UMKM, perlu kita dorong agar berkembang menjadi sektor formal yang mampu menyediakan lapangan kerja sesuai kebutuhan dunia industri,”terangnya.










