41 Koperasi Merah Putih di Kota Bima, Baru 6 Aktif: Ini Sebaran dan Datanya

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Bima, Drs. Muhammad Hasyim, menjelaskan perkembangan pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Bima yang hingga 2026 telah mencapai 41 koperasi dengan dukungan pendanaan APBD. Program ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan, seperti model koperasi percontohan di beberapa wilayah Nusa Tenggara Barat yang telah menjalankan berbagai unit usaha produktif

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Bima, Drs. Muhammad Hasyim, menjelaskan perkembangan pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Bima yang hingga 2026 telah mencapai 41 koperasi dengan dukungan pendanaan APBD. Program ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan, seperti model koperasi percontohan di beberapa wilayah Nusa Tenggara Barat yang telah menjalankan berbagai unit usaha produktif

SUMBAWAPOT.com| Bima Kota- Program Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Bima terus berkembang secara kelembagaan. Namun di balik pesatnya pembentukan koperasi tersebut, realitas di lapangan menunjukkan sebagian besar koperasi masih belum aktif beroperasi.

Sejak dimulainya sosialisasi dan pembentukan koperasi di tingkat kelurahan pada April 2025 hingga tahun 2026, tercatat 41 Koperasi Kelurahan Merah Putih telah terbentuk di Kota Bima.

Juru Bicara Pemerintah Kota Bima yang juga Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Bima, Drs. Muhammad Hasyim, menjelaskan bahwa seluruh koperasi tersebut sudah memiliki Badan Hukum (BH) serta didukung pendanaan melalui APBD Provinsi dan APBD Kota Bima. “Seluruh koperasi tersebut telah memiliki Badan Hukum (BH) dan didukung pendanaan melalui APBD Provinsi serta APBD Kota Bima sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis koperasi,” ujar Muhammad Hasyim, Kamis (05/03/2026).

Baca Juga :  Bawa Lari 100 Kg Beras Kayak Atlet Angkat Besi, Dua Pemuda Bima Ini Malah Kandas di Polsek Rasbar

Dari total koperasi yang terbentuk tersebut, tercatat sekitar 342 orang pengurus dan pengawas terlibat dalam pengelolaan KKMP di berbagai kelurahan di Kota Bima. Namun demikian, dari 41 koperasi yang telah berdiri, baru 6 koperasi yang aktif menjalankan kegiatan usaha, sementara sebagian besar lainnya masih dalam tahap persiapan operasional.

Sebaran Koperasi Merah Putih di Kota Bima

Berikut perkembangan koperasi berdasarkan wilayah kecamatan:

Kecamatan Rasanae Barat
6 koperasi- seluruhnya belum aktif.
Kecamatan Asakota
6 koperasi- 1 koperasi aktif dan 5 belum aktif.
Kecamatan Raba
11 koperasi- 2 koperasi aktif dan 9 belum aktif.
Kecamatan Mpunda
10 koperasi- 2 koperasi aktif dan 8 belum aktif.
Kecamatan Rasanae Timur
8 koperasi-1 koperasi aktif dan 7 belum aktif.

Secara keseluruhan, 6 koperasi telah mulai menjalankan usaha secara mandiri, termasuk melakukan rekrutmen anggota di wilayah masing-masing. Selain itu, sebanyak 8 KKMP telah memenuhi persyaratan lahan untuk pembangunan gerai koperasi yang akan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Ketua DPRD Isvie Nyatakan Darurat Kekerasan Seksual di NTB, Ancam Dorong Penutupan Ponpes dan Lembaga Pendidikan Bermasalah

Sementara itu, 1 koperasi sedang dalam tahap pembangunan gerai, yakni Koperasi Merah Putih di Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasanae Timur.

Muhammad Hasyim menambahkan, Pemerintah Kota Bima melalui perangkat daerah terkait terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada seluruh koperasi agar dapat berkembang secara optimal.

“Pembinaan dilakukan dari sisi kelembagaan, manajemen usaha, hingga penguatan permodalan dan jaringan pemasaran. Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan,” jelasnya.

Program Koperasi Merah Putih sendiri merupakan program nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat desa dan kelurahan melalui lembaga usaha berbasis gotong royong dan partisipasi warga. Pemerintah berharap koperasi ini ke depan dapat menjadi pilar ekonomi rakyat, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Koperasi Tambang NTB Masuk Radar KPK, Tim KPK Turun ke Diskop UKM NTB
400-an Manajer KDKMP Asal NTB, 70 Persen Ditempatkan di Luar Daerah, Rahmadin Tekankan Adaptasi Budaya
KPK Monitoring Koperasi Tambang di NTB, Rahmadin Minta Jajaran Diskop UKM NTB Siap
MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya
Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi
Kado Istimewa HUT ke-81 TNI untuk Bumi Gora, Kodam XXX/Rinambora Resmi Berdiri di NTB
Pura-Pura Kehabisan Bensin dan Minta Bantuan, Pelaku Curas Ancam Korban dengan Parang
Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Koperasi Tambang NTB Masuk Radar KPK, Tim KPK Turun ke Diskop UKM NTB

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:55 WIB

400-an Manajer KDKMP Asal NTB, 70 Persen Ditempatkan di Luar Daerah, Rahmadin Tekankan Adaptasi Budaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:41 WIB

KPK Monitoring Koperasi Tambang di NTB, Rahmadin Minta Jajaran Diskop UKM NTB Siap

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi

Berita Terbaru