Waisak Bukan Sekadar Ritual, Pesan Menyentuh Senator NTB Mirah untuk Bangsa yang Mulai Lupa Kasih Sayang

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 13 Mei 2025 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Lombok Anggota DPD RI Dapil NTB, Mirah Midadan Fahmid, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan perayaan Hari Raya Waisak sebagai momentum mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di tengah keberagaman etnis, agama, dan budaya yang menjadi kekuatan utama Indonesia.

“Di momen ini, saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menjadikan Waisak sebagai momentum mempererat persatuan, terutama di tengah keberagaman etnis, agama, dan budaya yang menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia,” ujar Mirah dalam keterangannya, Selasa (13/5/2025).

Baca Juga :  BPS Ungkap Nilai Ekspor Dan Impor Provinsi NTB Jelang Akhir Tahun 2024

Ia menekankan bahwa semangat Waisak bukan sekadar perayaan seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi panggilan untuk menumbuhkan nilai-nilai kasih sayang, ketenangan, serta pencerahan batin.

“Semangat Waisak mengajarkan kita untuk menumbuhkan kasih sayang, ketenangan, dan pencerahan batin. Mari kita jadikan hari suci ini sebagai pengingat untuk terus memperjuangkan kehidupan yang penuh cinta kasih dan saling menghargai,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bukan Cuma Tambora yang Meletus, Senator Mirah Juga ‘Meledak’ Soal 33 Titik Blank Spot di NTB

Lebih lanjut, Mirah menekankan bahwa Waisak harus dimaknai sebagai momen reflektif yang mampu memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, kedamaian, dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Waisak bukan hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi momen refleksi untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, kedamaian, serta toleransi antar sesama,” pungkasnya.

Pernyataan ini menjadi seruan penting di tengah dinamika sosial yang menuntut penguatan solidaritas nasional dan penghormatan terhadap perbedaan.

 

Berita Terkait

Ketua IKA Unram Isvie Rupaeda Tegaskan Kampus Harus Aman dari Kekerasan Seksual
Ketua IKA Unram Isvie Ungkap Resep Sukses ke Maba, dari Dosen hingga Jadi Ketua DPRD NTB
Bukan Sekadar Cari Gelar, Ini Pesan Dekan FHISIP Unram untuk Mahasiswa Baru di PKKMB
Dugaan Mafia IPR di Lantung Mencuat, PDIP Sumbawa Desak Aparat Usut Tuntas
Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?
300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya
Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus
Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Ketua IKA Unram Isvie Rupaeda Tegaskan Kampus Harus Aman dari Kekerasan Seksual

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Ketua IKA Unram Isvie Ungkap Resep Sukses ke Maba, dari Dosen hingga Jadi Ketua DPRD NTB

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:40 WIB

Bukan Sekadar Cari Gelar, Ini Pesan Dekan FHISIP Unram untuk Mahasiswa Baru di PKKMB

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:08 WIB

Dugaan Mafia IPR di Lantung Mencuat, PDIP Sumbawa Desak Aparat Usut Tuntas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Berita Terbaru

Dr. Ufran, Ketua Bagian Hukum Pidana FHISIP Universitas Mataram (Unram), Penulis artikel Puluhan Tahun Perang Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Hukum & Kriminal

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agu 2026 - 22:05 WIB