BPS Ungkap Nilai Ekspor Dan Impor Provinsi NTB Jelang Akhir Tahun 2024

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 16 Oktober 2024 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebutkan Nilai ekspor NTB pada Bulan September 2024 sebesar US$ 244,14 Juta, mengalami peningkatan dibandingkan Bulan September 2023 sebesar US$ 85,29 juta. Artinya nilai ekspor mengalami peningkatan sebesar 186,24 persen.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Statistik Distribusi dan Jasa BPS NTB, Sapwan saat menyampaikan rilis berita resmi statistik terkait ekspor-impor di Ruang rapat Aula Tambora kantor BPS NTB, Selasa 15 Oktober 2024.

Lebih lanjut Sapwan memaparkan, sementara nilai impor NTB pada Bulan September 2024 sebesar US$ 15,25 Juta. Ini berarti impor mengalami penurunan sebesar 80,56 persen dibandingkan dengan impor Bulan Agustus 2024 sebesar US$ 78,45 Juta. Begitu juga pada bulan September 2024 US$ 15,25 juta dibanding bulan September 2023 sebesar US$ 33,09 juta menurun sebesar -53,91 persen.

Baca Juga :  Sidang Gugatan Perkara Hasil Pilkada Kota Bima di MK: Rum-Mutmainnah Dalilkan Terdapat 38.224 Pemilih Ganda

“Meningkatnya Nilai ekspor NTB didominasi oleh barang galian/tambang non migas,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa Kelompok komoditas ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada Bulan September 2024 adalah Barang Galian/Tambang Non Migas sebesar US$ 238.925.852 (97,86 persen), Ikan dan Udang sebesar US$ 3.538.036 (1,45 persen), Perhiasan / Permata sebesar US$ 1.026.036 (0,42 persen), Daging dan Ikan Olahan sebesar US$ 296.371 (0,12 persen), Garam, Belerang, Kapur sebesar US$ 267.216 (0,11 persen), Biji-bijian berminyak sebesar US$ 55.346 (0,02 persen).

Baca Juga :  ‘Lombok Mendunia’, Gubernur Iqbal Sambut Langsung 37 Delegasi Internasional

Sementara Kelompok komoditas impor dengan nilai terbesar pada Bulan September 2024 adalah Mesin-mesin / Pesawat Mekanik (86,95 persen), Mesin / Peralatan Listik (7,39 persen), Benda-benda dari Besi dan Baja (3,04 persen), Besi dan Baja (1,17 persen), Perangkat Optik (1,04 persen), serta Plastik dan Barang dari Plastik (0,09 persen).

Berita Terkait

Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya
Bali Tak Punya Perda Sumbangan Pendidikan, Komisi V DPRD NTB Bawa Pulang Pelajaran Ini
Jangan Habiskan Energi Kejar Karier Politik, Ini 3 Wasiat Miq Iqbal untuk Pemuda NTB
Anggota DPR RI Mori Hanafi Apresiasi Kerja Keras Basarnas Cari Korban KM Virgo
Mahasiswa Penjual Kopi Keliling Asal Kota Bima di Mataram Ditangkap Polisi, Ini Kasusnya
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba, Getaran Dirasakan hingga Bima, Warga Panik
Sinta M. Iqbal Terpilih Aklamasi Pimpin PMI NTB, Bukan Cari Jabatan tapi Siap Hadir Saat Ada Air Mata
Gubernur NTB Soroti Lemahnya Rencana Bencana, Minta Semua Tak Lagi Tunggu Perintah
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Bali Tak Punya Perda Sumbangan Pendidikan, Komisi V DPRD NTB Bawa Pulang Pelajaran Ini

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Jangan Habiskan Energi Kejar Karier Politik, Ini 3 Wasiat Miq Iqbal untuk Pemuda NTB

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Anggota DPR RI Mori Hanafi Apresiasi Kerja Keras Basarnas Cari Korban KM Virgo

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Mahasiswa Penjual Kopi Keliling Asal Kota Bima di Mataram Ditangkap Polisi, Ini Kasusnya

Berita Terbaru