Terungkap! LPG 3 Kg Subsidi Diduga Dijual ke Pengecer, DPRD Kota Bima Minta Pangkalan Bermasalah Ditindak

Avatar

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 09:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat kerja DPRD Kota Bima bersama OPD terkait membahas kelangkaan LPG 3 Kg, permintaan tambahan pasokan ke Pertamina, serta dugaan penyimpangan distribusi gas bersubsidi di sejumlah pangkalan.

Rapat kerja DPRD Kota Bima bersama OPD terkait membahas kelangkaan LPG 3 Kg, permintaan tambahan pasokan ke Pertamina, serta dugaan penyimpangan distribusi gas bersubsidi di sejumlah pangkalan.

SUMBAWAPOST.com | Kota Bima- Upaya Pemerintah Kota Bima untuk mengatasi kelangkaan LPG 3 kilogram terus dilakukan. Dalam rapat kerja bersama DPRD Kota Bima, sejumlah fakta terkait distribusi gas bersubsidi terungkap, mulai dari keterbatasan pasokan hingga dugaan penyimpangan penyaluran di tingkat pangkalan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bima, H. Ichwanul Muslimin, SP., MM, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah berkomunikasi dengan Pertamina untuk meminta tambahan pasokan (extra dropping) menjelang hari libur dan tanggal merah.

Menurutnya, alokasi LPG 3 Kg untuk Kota Bima saat ini mencapai sekitar 1,3 juta tabung atau setara dengan 1.300 metrik ton. Namun, permintaan tambahan pasokan yang diajukan pemerintah daerah belum dapat dipenuhi secara maksimal.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Bima, Gina Adriani, menyoroti perlunya penguatan pengawasan terhadap pangkalan yang terbukti melakukan pelanggaran distribusi. Ia juga mengusulkan agar Dinas Koperindag mempertemukan agen dan pangkalan dalam satu forum guna memetakan persoalan yang terjadi di lapangan.

Baca Juga :  Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

DPRD juga meminta pemerintah daerah menyiapkan data yang lebih komprehensif terkait jumlah agen dan pangkalan LPG di Kota Bima. Anggota Komisi III DPRD Kota Bima, Abdul Rabbi, menilai data tersebut penting untuk dibandingkan dengan jumlah masyarakat penerima manfaat LPG bersubsidi.

Di sisi lain, Anggota Komisi III DPRD Kota Bima, Amir Syarifuddin, menegaskan bahwa persoalan LPG bersubsidi tidak cukup diselesaikan hanya dengan menambah kuota pasokan.

“Selama permintaan tinggi, peluang terjadinya penyimpangan tetap ada. Oleh karena itu penadataan penerima yang berhak harus menjadi prioritas,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima media ini. Senin (15/6/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan sekaligus Plt. Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Koperindag Kota Bima, H. Sodik, S.Sos, mengungkapkan masih ditemukan penggunaan LPG 3 Kg yang tidak sesuai peruntukan.

Baca Juga :  Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027

Di Kelurahan Kolo, misalnya, LPG bersubsidi masih banyak digunakan oleh nelayan, padahal berdasarkan regulasi, LPG 3 Kg diperuntukkan bagi rumah tangga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, hasil pengawasan di Kelurahan Oi Mbo menunjukkan adanya pangkalan yang menjual LPG 3 Kg kepada pengecer. Atas pelanggaran tersebut, Pertamina telah menjatuhkan sanksi berupa pengurangan alokasi distribusi kepada pangkalan yang bersangkutan.

Melalui rapat kerja ini, DPRD Kota Bima mendorong Pemerintah Kota Bima untuk memperkuat pengawasan distribusi, meningkatkan koordinasi dengan Pertamina, agen dan pangkalan, serta melakukan pendataan penerima manfaat secara lebih akurat agar LPG bersubsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi awal untuk mengatasi kelangkaan dan tingginya harga LPG 3 Kg yang selama ini menjadi keluhan masyarakat Kota Bima.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah
Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar
Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika
Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?
MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan
Enam Produk Unggulan NTB Siap Nembus Pasar Ekspor Lewat TEI 2026
Mori Hanafi Kembali Maju, Daftar Sebagai Calon Ketua KONI NTB 2026-2030
Marc Marquez Sebut Mandalika Seperti Rumah Kedua, Ribuan Warga Sambut Parade MotoGP di Mataram
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:05 WIB

58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:27 WIB

MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan

Berita Terbaru

Lima pembalap Moto2 dan Moto3 Berinteraksi dan Berbagi Inspirasi dengan Siswa SDN 2 Kuta Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Kamis (8/10/2026).

Olahraga

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:53 WIB