Kawasan Kumuh Sumbawa Disorot Pemerintah Pusat, KSP dan Kementerian PKP Turun Tangan

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori bersama Tim KSP dan Kementerian PKP saat rapat koordinasi verifikasi kawasan permukiman kumuh di Kabupaten Sumbawa.

Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori bersama Tim KSP dan Kementerian PKP saat rapat koordinasi verifikasi kawasan permukiman kumuh di Kabupaten Sumbawa.

SUMBAWAPOST.com |™ Sumbawa- Kondisi kawasan Permukiman Kumuh di Kabupaten Sumbawa mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat. Tim Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) turun langsung melakukan Verifikasi lapangan untuk mendorong Percepatan Penataan kawasan Hunian Masyarakat.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Verifikasi lapangan Bidang Perumahan dan Permukiman yang dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori bersama jajaran Pemerintah Daerah, Selasa (28/7/2026), di Ruang Rapat H. Hasan Usman Lantai I Kantor Bupati Sumbawa.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia beserta rombongan, Asisten Deputi Peningkatan Akses Perumahan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Nusa Tenggara I beserta rombongan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, serta sejumlah kepala OPD terkait.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori menyambut baik kehadiran Tim KSP, Kementerian PKP, dan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan NT I sebagai bentuk perhatian Pemerintah Pusat terhadap persoalan perumahan dan kawasan Permukiman di Sumbawa.

Wabup menjelaskan, Kabupaten Sumbawa memiliki wilayah yang luas dengan jumlah penduduk yang cukup besar. Namun, masih terdapat kesenjangan yang harus menjadi perhatian bersama, terutama terkait kondisi tempat tinggal Masyarakat.

Baca Juga :  Sumbawa Resmi Jadi Pusat Industri Ayam Nasional, Investasi Rp1,3 Triliun Dimulai

Ia menyebut masih banyak warga yang tinggal di rumah tidak Permanen, Rumah Panggung berbahan bambu, bahkan sebagian Masyarakat masih menempati lahan milik orang lain.

“Kalau kawasan-kawasan itu kalau tidak kita bantu tidak akan berubah,” tegas Wabup.

Menurutnya, penanganan kawasan kumuh membutuhkan intervensi dan kolaborasi berbagai pihak agar kondisi permukiman masyarakat dapat berubah menjadi lebih layak.

Wabup juga mencontohkan keberhasilan penataan Pulau Bungin yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu kawasan padat dengan kondisi kumuh. Setelah mendapatkan intervensi program perumahan, kawasan tersebut kini mengalami perubahan dan jauh lebih tertata.

Ia berharap proses verifikasi lapangan yang dilakukan pemerintah pusat tidak hanya menyasar kawasan yang sudah masuk dalam data, tetapi juga mampu menjangkau kawasan kumuh lain yang belum terdata.

Menurutnya, penataan kawasan permukiman memiliki hubungan erat dengan upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan stunting dan kemiskinan.

“Wabup berharap verifikasi lapangan ini tidak hanya menyasar kawasan yang sudah terdata, tapi juga kawasan kumuh lain yang belum terdata, karena berkaitan erat dengan pengentasan stunting dan kemiskinan,” tutupnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan, Fadjar Dwi Wisnuwardhani, mengatakan kehadiran KSP di Sumbawa merupakan bagian dari tugas monitoring terhadap pelaksanaan Program Prioritas Pemerintah, khususnya Asta Cita Presiden nomor 6 tentang pembangunan dari Desa.

Baca Juga :  Forum Rakyat NTB Puji Polresta Mataram: Gerak Cepat Tumpas Preman Berkedok Debt Collector

“Kehadiran kami ke sini sesuai dengan Asta Cita Presiden nomor 6 yaitu pembangunan dari Desa. Kami ingin melihat bagaimana program Asta Cita nomor 6 ini berjalan. Tugas kami adalah monitoring,” ujar Fadjar.

Ia menjelaskan, KSP memiliki peran dalam memastikan koordinasi antara kementerian, lembaga, dan Pemerintah Daerah berjalan dengan baik agar Program Pemerintah pusat dapat dirasakan langsung oleh Masyarakat.

“Kami ke sini pengen melihat langsung bagaimana kawasan Permukiman kumuh. Revitalisasi yang kami lakukan supaya Masyarakat mendapat kelayakan dalam hidupnya,” jelasnya.

Fadjar yang sebelumnya menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di KSP juga meminta dukungan serta masukan dari Pemerintah Daerah dan masyarakat Sumbawa dalam proses perbaikan program penataan kawasan permukiman.

“Berharap kami mendapat masukan, koreksi yang akan kami perbaiki. Semoga kami mendapat bantuan, arahan dan support yang akan membuat pembangunan dan perbaikan Masyarakat Sumbawa lebih baik,” pungkasnya.

Usai rapat koordinasi, kegiatan dilanjutkan dengan Verifikasi lapangan ke sejumlah titik kawasan permukiman di Kabupaten Sumbawa sebagai langkah awal percepatan penataan kawasan kumuh dan peningkatan kualitas hunian Masyarakat.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan
Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat
NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda ke-98, 15 Pemuda Pelopor NTB Raih Penghargaan, Ini 5 Nama ke Seleksi Nasional
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan

Berita Terbaru