Tersentuh Kondisi Warga, Dewan NTB Aji Maman Bantu Rumah Tak Layak dan Salurkan 2.000 Paket Sembako di Bima

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD NTB Aji Maman menyalurkan bantuan sembako dan melihat langsung kondisi rumah warga yang tidak layak huni di Kota Bima.

Anggota DPRD NTB Aji Maman menyalurkan bantuan sembako dan melihat langsung kondisi rumah warga yang tidak layak huni di Kota Bima.

SUMBAWAPOST.com | Kota Bima- Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Anggota DPRD Provinsi NTB, H. M. Aminurlah atau yang akrab disapa Aji Maman. Tak sekadar menyalurkan bantuan, ia turun langsung menyentuh realitas kehidupan warga, bahkan mendatangi rumah tidak layak huni di Kota Bima.

Dalam aksi sosialnya, Aji Maman menyalurkan lebih dari 2.000 paket sembako kepada warga di Kota dan Kabupaten Bima. Kegiatan tersebut mulai dilaksanakan pada Rabu (25/3/ 2026), dengan dua titik awal di Kelurahan Paruga dan Kelurahan Santi.

Bantuan kebutuhan pokok itu menjadi harapan di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat.

Aji Maman menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari nazar pribadinya untuk terus berbagi, terutama menjelang musim tanam yang menjadi momentum penting bagi warga.

“Ini kegiatan nazar kami untuk membantu warga di tengah kondisi masyarakat yang sedang menjemput musim tanam,” ujarnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga menegaskan, kegiatan sosial semacam ini bukan yang pertama. Ia menyebut aksi berbagi telah menjadi agenda rutin setiap tahun sebagai bentuk komitmen nyata kepada masyarakat.

Baca Juga :  Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al-Habsyi Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Anggota DPRD NTB, H. Asaat Abdullah

Tak hanya sehari, pembagian sembako ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, dengan total distribusi lebih dari 2.000 paket yang menyasar berbagai wilayah di Kota dan Kabupaten Bima.“Semoga bantuan ini bisa membantu kebutuhan warga dan menjadi motivasi untuk tetap semangat dalam menjalani musim tanam,” harapnya.

Namun, kunjungan tersebut tidak berhenti pada pembagian bantuan. Momen itu berubah menjadi pengalaman emosional ketika Aji Maman menyaksikan langsung potret kemiskinan yang masih nyata.

Di tengah geliat pembangunan, masih ada warga yang bertahan hidup dalam kondisi yang jauh dari kata layak.

Pemandangan itu terlihat di Lingkungan Sigi RT 10 RW 03, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat. Di sana, pasangan suami-istri Siti Mariam dan Jaharudin menjalani kehidupan dalam rumah yang memprihatinkan.

Dinding yang rapuh, kondisi bangunan yang tidak layak huni, serta keterbatasan ekonomi menjadi gambaran nyata yang tak bisa dibantah.

Bagi Aji Maman, ini bukan sekadar cerita, melainkan kenyataan pahit yang harus segera ditangani.

Baca Juga :  Bumi Tak Punya Tombol Undo, Pesan Menohok Sekda NTB soal Krisis Lingkungan

Tanpa banyak protokoler, ia langsung mendatangi keluarga tersebut. Bantuan diserahkan secara langsung, sekaligus memastikan adanya langkah lanjutan untuk memperbaiki rumah agar lebih layak huni. “Semoga pertemuan dan kunjungan ini memberikan manfaat dan Berkah bagi kita semuanya,” kata mantan pimpinan DPRD Kabupaten Bima itu, saat di Paruga Kota Bima.

Aksi kemanusiaan pun berlanjut ke Kelurahan Santi, menunjukkan bahwa kepedulian tidak cukup hanya disuarakan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Bagi warga, kehadiran Aji Maman bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan membawa harapan baru. Salah seorang warga menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas bantuan yang diberikan.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti, terutama bagi masyarakat yang tengah berjuang di tengah keterbatasan ekonomi.

Kunjungan ini menjadi refleksi bahwa kemiskinan bukan sekadar angka statistik dalam laporan. Ia adalah realitas yang hidup di tengah masyarakat.

Masih adanya warga yang tinggal di rumah tidak layak huni menjadi pengingat bahwa upaya pengentasan kemiskinan membutuhkan perhatian serius dan tindakan nyata dari semua pihak.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata
Paradoks “No Viral, No Justice”
Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’
Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut
Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II
Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan
Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu
Kejati NTB Jawab Desakan Badko HMI soal Reklamasi Amahami: Masih Ditangani
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II

Berita Terbaru

Dr. Ufran, SH., MH., Ketua Departemen Hukum Pidana FHISIP Unram, menyoroti Paradoks “No Viral, No Justice” dan Pengaruh Viralitas Media Sosial Terhadap Perhatian Publik Serta Penegakan Hukum

Hukum & Kriminal

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agu 2026 - 15:07 WIB