Tema NTB Emas, Isinya Makmur Mendunia-Musrenbang NTB Dinilai Tak Konsisten

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 4 Juni 2025 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa arah pembangunan daerah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov) menitikberatkan pada pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata berkelas dunia. Seluruh program strategis tersebut dirancang dalam visi besar ‘NTB Makmur Mendunia’ dan diselaraskan dengan perencanaan pembangunan nasional.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur dalam kegiatan puncak Musrenbangprov di Hotel Lombok Raya, Mataram, Rabu (4/6), yang juga dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan Wakil Menteri Bappenas, Febrian Alphianto Ruddyard.

“Karakter penting yang akan kita lakukan adalah penguatan koordinasi program dengan kabupaten/kota dan penguatan pembangunan dari desa, yang menjadi tahap pertama dari empat fase rencana pembangunan jangka menengah NTB 2025–2045,” ujar Gubernur.

Dalam pemaparannya, Gubernur menyampaikan target ambisius: kemiskinan ekstrem diharapkan nol persen pada 2029, tingkat kemiskinan di bawah sepuluh persen, pertumbuhan ekonomi sebesar sembilan persen, penurunan ketimpangan ekonomi hingga 0,32 persen, peningkatan indeks pengembangan SDM menjadi 0,60 persen, serta kualitas lingkungan hidup yang mencapai 77 persen.

Baca Juga :  Serap Aspirasi di Donggo, DPRD NTB Aji Maman Dorong Pemerataan Pembangunan Wilayah Pegunungan

Untuk mewujudkan ketahanan pangan, NTB akan membangun silo penyimpanan hasil pertanian berkapasitas 100.000 ton, menyiapkan armada logistik dengan kapal tongkang, mengoptimalkan 10.000 hektare lahan, merevitalisasi irigasi di 40.000 hektare lahan, dan memperkuat sektor perikanan budidaya. Di sektor pariwisata, Pemprov mendorong konektivitas udara dengan jalur baru, pesawat amfibi, dua rute kapal cepat, serta pengembangan infrastruktur jalan antar destinasi dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, dalam kesempatan yang sama menekankan bahwa hasil reses anggota dewan menjadi bagian penting dalam penyusunan arah pembangunan.

“Hasil pokok-pokok pikiran DPRD yakni akselerasi pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, penyiapan ekosistem agromaritim, dan pariwisata berkualitas berkelanjutan dalam kebijakan pembangunan,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Bappenas, Febrian Alphianto Ruddyard, menyoroti kondisi ekonomi NTB yang fluktuatif dalam lima tahun terakhir. Menanggapi hal ini, Bappenas mendorong pengembangan ekonomi berbasis wilayah melalui kawasan industri di Sumbawa Barat, sentra perkebunan dan peternakan, budidaya perikanan, serta penguatan kawasan transmigrasi dan program bantuan sosial yang adaptif.

Baca Juga :  DPRD NTB Angkat Bicara, Nadirah Al-Habsyi Puji Fatwa MUI: Tiga Pajak Ini Haram Dipungut dari Rakyat

“Di sisi lain, NTB juga memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan pertanian sebagai lumbung yang mendukung program pemerintah pusat,” ujarnya.

Bappenas juga menegaskan pentingnya pengembangan SDM melalui sektor pendidikan dan kesehatan, serta perlunya konsistensi antara kebijakan pusat dan daerah.

Namun, di tengah pemaparan yang optimistis tersebut, publik justru dibuat bingung oleh tema Musrenbang itu sendiri.

Direktur Nasional Politik (NaSpol) NTB, Ardiansyah, menyampaikan keheranannya atas ketidaksesuaian antara tema yang tertulis dalam Spanduk resmi Musrenbang RPJMD 2025–2029 dan RKPD 2026 dengan substansi arah kebijakan yang disampaikan oleh Gubernur.

“Saya masih bingung dengan tulisan tema di RPJMD dan RKPD tersebut. Kenapa tidak dituliskan ‘NTB Makmur Mendunia’? Kenapa harus ‘NTB Emas’? Gubernur bicara soal arah kebijakan menuju NTB yang makmur dan mendunia, tapi temanya justru ‘NTB Emas’. Ini jelas nggak nyambung antara spanduk dan substansi pidato, saya dibuat bingung jadinya dan tidak konsisten,” ujar Ardiansyah.

Terpisah, Kepala Bappeda NTB Iswandi dihubungi media ini belum mendapat tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Berita Terkait

Pemprov NTB Sambut Diskon Tiket 50 Persen MotoGP 2026, Gubernur: Mandalika Harus Jadi Kebanggaan Bersama
Catat! Ini Daftar Harga Tiket MotoGP Mandalika 2026, Warga NTB Dapat Diskon Hingga 50 Persen
Gubernur NTB Turun Langsung ke Arena Panjat Tebing, Ketua FPTI Nadirah Al-Habsyi: Jadi Suntikan Semangat Atlet
Gubernur NTB Pastikan Pemerintahan Lombok Barat Tetap Berjalan Meski Bupati Jadi Tersangka KPK
Panitia Optimistis Shorinji Kempo Porprov XII Cetak Atlet Nasional, Hari Ketiga Berlangsung Sengit dan Sportif
Gubernur NTB Soroti Kontribusi Koperasi Masih 1,7 Persen, Tata Kelola dan Kepercayaan Publik Jadi PR Besar
Gubernur NTB Ajak Koperasi Tinggalkan Dualisme, Saatnya Bertransformasi Jadi Badan Usaha Modern
Wagub NTB dan Bupati Dompu Hadir, Hari Ketiga Shorinji Kempo Porprov XII Makin Semarak
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 03:15 WIB

Pemprov NTB Sambut Diskon Tiket 50 Persen MotoGP 2026, Gubernur: Mandalika Harus Jadi Kebanggaan Bersama

Rabu, 22 Juli 2026 - 03:05 WIB

Catat! Ini Daftar Harga Tiket MotoGP Mandalika 2026, Warga NTB Dapat Diskon Hingga 50 Persen

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:52 WIB

Gubernur NTB Turun Langsung ke Arena Panjat Tebing, Ketua FPTI Nadirah Al-Habsyi: Jadi Suntikan Semangat Atlet

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:24 WIB

Gubernur NTB Pastikan Pemerintahan Lombok Barat Tetap Berjalan Meski Bupati Jadi Tersangka KPK

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:44 WIB

Panitia Optimistis Shorinji Kempo Porprov XII Cetak Atlet Nasional, Hari Ketiga Berlangsung Sengit dan Sportif

Berita Terbaru