Setelah 7 Bulan Buron ke Sumbawa, Pencuri Tabung Gas Akhirnya Dibekuk Polsek Ampenan

Avatar

- Jurnalis

Senin, 24 Februari 2025 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – AS, pria asal Kampung Melayu Ampenan, yang sempat melarikan diri ke Pulau Sumbawa selama sekitar tujuh bulan setelah mencuri empat tabung gas 3Kg milik warga kampungnya, akhirnya berhasil ditangkap oleh Tim Opsnal Polsek Ampenan.

AS terdeteksi sebagai pelaku pencurian yang terjadi pada akhir Mei 2024 lalu. Setelah mengetahui bahwa korban telah melaporkan kejadian tersebut ke polisi, AS langsung melarikan diri ke Pulau Sumbawa. Selain menangkap pelaku, polisi juga berhasil mengamankan empat tabung gas 3Kg yang dijadikan barang bukti.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal Luncurkan Rute Baru: Lombok–Labuan Bajo, Buka Akses ke Surga Timur Nusantara! Cek Jadwalnya di Sini

Kapolsek Ampenan AKP Gede Sukarta, bersama Kanit Reskrim Iptu Lalu Arfi K. R. SH., menjelaskan bahwa modus pelaku adalah dengan memanjat tembok rumah korban, masuk ke dapur, dan mencuri empat tabung gas tersebut.

“Tabung gas hasil curian kemudian dijual di sekitar kampung, dan hasil penjualannya digunakan untuk bersenang-senang serta untuk deposit judi online. Setelah mengetahui laporan korban, AS pun langsung melarikan diri ke Pulau Sumbawa selama tujuh bulan,”ungkapnya, Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolsek Ampenan, Senin (24/02/2025)

Pada 7 Februari 2025, Tim Opsnal yang mendapatkan informasi keberadaan AS di Mataram, langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkapnya di rumahnya. AS yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka mengakui bahwa ia telah melakukan pencurian sebanyak tiga kali, meskipun pada dua kejadian sebelumnya ia tidak diproses secara hukum.

Baca Juga :  Kadis PUPR NTB Sadimin Terseret di Sidang Korupsi Rp24 Miliar, Gubernur Didesak Copot

“Pelaku ini sudah beberapa kali melakukan pencurian, namun baru kali ini diproses secara hukum. Ia dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan terancam hukuman penjara,” ungkap Kapolsek.

AS kini tidak bisa menghindar dari jeratan hukum, mengingat bukti dan tindakannya yang sudah lengkap.

Berita Terkait

DPW PBB NTB Bantah Pembekuan, Sebut SK Cacat Hukum, Kepengurusan Nadirah Tetap Jalan
Sidang Gratifikasi DPRD NTB Disorot, TGH Najamudin Minta Gubernur dan Eks Sekda Dihadirkan sebagai Saksi 
Soal Dana Siluman DPRD NTB, TGH Najamudin Sebut Sumber Gratifikasi Justru dari Kebijakan Gubernur NTB
Sidang Dana ‘Siluman’ DPRD NTB Dinilai Melenceng, TGH Najamudin: Kasus Sudah Lari dari Substansi
Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat
Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri
TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram
Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan
Berita ini 186 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 15:33 WIB

DPW PBB NTB Bantah Pembekuan, Sebut SK Cacat Hukum, Kepengurusan Nadirah Tetap Jalan

Selasa, 21 April 2026 - 13:28 WIB

Sidang Gratifikasi DPRD NTB Disorot, TGH Najamudin Minta Gubernur dan Eks Sekda Dihadirkan sebagai Saksi 

Selasa, 21 April 2026 - 13:05 WIB

Soal Dana Siluman DPRD NTB, TGH Najamudin Sebut Sumber Gratifikasi Justru dari Kebijakan Gubernur NTB

Selasa, 21 April 2026 - 12:10 WIB

Sidang Dana ‘Siluman’ DPRD NTB Dinilai Melenceng, TGH Najamudin: Kasus Sudah Lari dari Substansi

Minggu, 19 April 2026 - 18:32 WIB

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat

Berita Terbaru