SUMBAWAPOST.com, Lombok Timur- Dalam suasana penuh kehangatan dan nilai religius, Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Pol. Hadi Gunawan, S.H., S.I.K., menggelar rangkaian kegiatan silaturahmi dan ziarah ke sejumlah tokoh serta tempat bersejarah di Kabupaten Lombok Timur, Jumat (25/4). Kegiatan ini menjadi cerminan pendekatan humanis Polda NTB dalam mempererat hubungan dengan tokoh agama, organisasi keagamaan, dan masyarakat luas.
Agenda dimulai pukul 09.00 Wita, saat Kapolda bersilaturahmi dan berdialog hangat dengan Ketua Umum serta jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (NW) di Anjani. Dalam pertemuan di kediaman Ketua Umum PB NW tersebut, dibahas sinergi antara aparat kepolisian dan organisasi keagamaan dalam menjaga keamanan serta kondusifitas daerah.
“Peran organisasi seperti NW sangat strategis dalam menjaga kesejukan di tengah masyarakat. Silaturahmi ini menjadi wujud komitmen kami untuk terus merawat kedamaian bersama,” ungkap Irjen Pol. Hadi Gunawan.
Dari Anjani, Kapolda melanjutkan kunjungan ke Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) di Pancor. Kehadirannya disambut hangat para pengurus dan tokoh NWDI.
“Audiensi ini mempertegas pentingnya kolaborasi spiritual dan sosial dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat multikultural seperti NTB,” ujar Kapolda.
Tak hanya bersilaturahmi, sekitar pukul 10.30 Wita, perwira tinggi Polri kelahiran Selong ini juga menyempatkan diri berziarah ke makam Pahlawan Nasional TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Di tempat penuh makna itu, Irjen Pol. Hadi Gunawan mendoakan sekaligus mengenang jasa-jasa sang Tuan Guru, sosok yang telah memberi warna besar dalam sejarah pendidikan dan keagamaan di NTB.
Melanjutkan semangat penghormatan terhadap para pendahulu, Kapolda juga berziarah ke makam orang tuanya, H. Husein Zein, di Makam Pahlawan Rinjani, Selong. Momen tersebut menjadi refleksi nilai luhur yang terus dijaga Kapolda dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Lewat rangkaian kegiatan ini, Irjen Pol. Hadi Gunawan menunjukkan bahwa pendekatan kultural dan spiritual tetap menjadi pondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah. Pesan damai, persaudaraan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur pun terasa kuat mengalir dari setiap kunjungan yang dilakukan.










